Khatibul Umam: IKA FBS Menjembatani Lulusan Mahasiswa Mencari Pekerjaan

 

 

Selain bermanfaat menggalang silaturahmi, perkumpulan alumni juga menjadi media bertukar informasi dan akses kerja para mahasiswa yang baru lulus.

 

Hendrik Yap,

Di UNJ, tiap program studi dan fakultas memiliki forum alumni. Tujuanya bermacam-macam, ada yang sekedar mempererat silaturahmi antar alumni, ada yang ingin membantu mengembangkan mahasiswa dan kampus, serta tujuan mulia lainnya.

Salah satu forum alumni itu, terdapat di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS). Para alumni FBS  mendirikan forum alumni bernama Ikatan Alumni (IKA) FBS UNJ. IKA FBS diresmikan sejak 14 Desember 2013 dengan Ketuanya Khotibul Umam Wiranu_Anggota Komisi VIII DPR RI. Organ alumni di fakultas bahasa UNJ itu kali pertama pembentukannya dikukuhkan secara formal oleh Dekan FBS saat itu, Aceng Rahmat.

Setelah periode angkatan pertama usai, pada 21 November 2017, IKA FBS mengadakan “Musyawarah Besar ke-2 ” untuk memilih pengurus IKA FBS selanjutnya. Acara itu dihadiri 35 alumni dari tiap Prodi di FBS.

Dalam Musyawarah itu, Khatibul Umam terpilih kembali menjadi ketua periode 2017-2021. Ia didampingin Syarifudin Yunus  sebagai wakilnya.

Kemudian, juga dipilih koordinator tiap Prodi yang meliputi, Prodi Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Sastra Indonesia, Sastra Inggris, Bahasa Perancis, Bahasa Jerman, Bahasa Arab,  Bahasa Jepang, Seni Musik, Seni Tari, Seni Rupa, dan Magister Bahasa Inggris.

Menjalin Sinergi di FBS

Setelah terpilih menjadi ketua IKA FBS, Khatibul Umam diharapkan dapat meningkatkan sinergi antara pihak FBS UNJ dengan para alumninya. Salah satu medianya adalah silaturahmi.

Selain itu, menurut Khatibul Umam, IKA FBS juga dapat menjembatani mahasiswa untuk mencari pekerjaan.

“Semoga, alumni dapat membantu mahasiswa untuk mendapat pekerjaan,” kata Umam.

Mantan mahasiswa IKIP 1990 ini menegaskan banyak alumni di FBS, yang memiliki yayasan pendidikan. Oleh karena itu, mereka dapat menyerap lulusan mahasiswa FBS untuk menjadi tenaga kerja.

Di samping itu, alumni FBS juga bekerja di berbagai macam bidang. Jadi, lulusan mahasiswa FBS dapat diberikan lapangan pekerjaan oleh mereka.

Harapan itu, diungkapkan Khatibul Umam dengan melihat forum alumni di kampus lain, seperti ITB dan UI. Menurutnya, alumni di kampus-kampus besar membantu mahasiswa dengan memberikan pekerjaan. “Kita berharap seperti itu, karena idealnya itu,” kata Umam.

Mendata Alumni

Agar harapan itu tercapai, IKA FBS memiliki berbagai macam program dan strategi.

Program pertama, ialah mendata semua alumni mahasiswa FBS agar mudah mencari dan menghubungi mereka. Caranya dengan membentuk koordinator alumni masing-masing Prodi di FBS.  Mereka diberikan tugas untuk mencatat nama dan kontak lulusan mahasiswa UNJ. “Yang penting mendata dahulu,” kata Umam.

Kedua, setelah dikumpulkan, para alumni diundang untuk menghadiri acara ramah tamah alumni. Biasanya, acara ini diadakan tiap tahun sekali. Salah satu bentuk acaranya, ialah kegiatan Poelang Kampoeng pada 10 November 2018. Acara ini bertujuan untuk menjaga silaturahmi dan hubungan baik antara alumni dan pihak kampus.

“Tiap tahun ngumpul, awal membuat acara alumni hadir sampai 1000 orang,” kata Umam.

Ketiga, saat pengenalan kehidupan kampus untuk mahasiswa baru, para alumni berusaha hadir. Dengan menjadi pemateri kuliah umum atau sekedar memberikan motivasi. Tujuannya agar mahasiswa baru mengenal alumninya. “Mempererat hubungan sama mahasiswa juga,” kata Umam.

Di sisi lain, IKA FBS juga ingin mengembangkan kampus dengan menjadi penghubung antara pemerintah dengan UNJ. IKA FBS juga menjalin hubungan baik dengan berbagai macam perusahaan. Tujuanya agar puhak fakultas bersama IKA FBS dapat menyalurkan hasil lulusan mahasiswa FBS UNJ untuk bekerja di perusahaan itu. “Kita bisa mewadahi alumni FBS bekerja di situ,” kata Umam.

Berbagai rencana alumni bukan tanpa kendala. Khatibul Umam, mengaku agak kesulitan untuk mengumpulkan mahasiswa FBS yang baru lulus. “Kami bingung juga, haha,” kata Umam.

Selain itu, kesibukan masing-masing pengurus IKA FBS, juga mempersulit pertemuan. Apalagi, di FBS tidak ada sekretariat alumni. Oleh karena itu, pertemuan dengan pengurus IKA FBS dilakukan di tempat lain. “Bisa bertemu di tempat makan, di warkop misalnya,”, kata Umam.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *