
Hendrik Yap,
Sekitar pukul 10.30 WIB di Wisma Putera Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Syarifudin Yunus sebagai Wakil Ketua IKA FBS periode 2017-2021, mengundang saya untuk berbincang seputar kontribusi IKA FBS untuk para alumni FBS.
Alumni mahasiswa jurusan Bahasa Indonesia ini mengatakan, tujuan utama berdirinya IKA FBS ialah menjalin dan menjaga komunikasi antar alumni. Agar tujuan itu dapat direalisasikan, biasanya IKA FBS mengadakan ramah tamah alumni. Syarifudin lebih menyukai menyebut ramah tamah alumni sebagai “tatap muka alumni”.
“Orang lain bilangnya reuni atau apalah, kalau saya menyebut tatap muka alumni,” kata Syarifudin.
November lalu, IKA FBS mengadakan tatap muka alumni bertema “Poelang Kampoeng”. Acara ini bertujuan untuk mengetahui para alumni yang sudah sukses serta memberikan apresiasi kepada para dosen yang sudah pensiun. “Mengapresiasi dosen-dosen purnabakti, yang pernah mengajar kami,” kata Syarifuddin.
Selain itu, kegiatan ini diselenggarakan agar para alumni dapat bernostalgia saat meraka masih menjadi mahasiswa IKIP. Sekaligus agar para alumni mengetahui keadaan UNJ saat ini.
Kegiatan Poelang Kampoeng, dihadiri sekitar 150 alumni FBS. Biasanya, kegiatan ini diadakan dua kali dalam setahun.
Selain program Poelang Kampoeng, IKA FBS juga memiliki program lainnya.
Program pertama, IKA FBS ingin mengoptimalkan kegiatan karya ilmiah, seperti melakukan riset, membuat buku, dan mengadakan seminar international. Akhir tahun ini, rencananya IKA FBS akan mengadakan kegiatan karya ilmiah.
Kedua, IKA FBS juga ingin membantu mahasiswa yang kesulitan membayar biaya kuliah. Selama ini, IKA FBS hanya bisa membantu kegiatan organisasi mahasiswa.
Menurut Syarifudin, pengurus IKA FBS pernah membahas rencana mendirikan lembaga beasiswa IKA FBS. Sasaranya ialah mahasiswa FBS yang kemampuan ekonominya rendah, bukan mahasiswa berprestasi. Alasanya, di UNJ, banyak beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa berprestasi.
Namun, program itu bisa dilaksanakan bila IKA FBS memiliki ketersediaan dana. Oleh karena itu, ia menghimbau para alumni yang sukses untuk menyumbangkan dananya. “Mau dianggap CSR atau donasi, yang penting menyumbang. Dan dana itu bisa disalurkan melalui IKA FBS,” kata Syarifudin.
Belum lagi, IKA FBS sudah memiliki status Yayasan. Status ini, membuat ruang gerak mencari dana semakin mudah. Oleh karena itu, IKA FBS dapat membentuk yayasan profit. “Mau bikin lembaga kursus bisa, lembaga sosial juga bisa, bahkan bisa bikin sekolah,” kata Syarifudin.
Rencana itu bisa dijalankan bila pengurus IKA FBS memiliki komitmen. Syarifudin mengatakan pengurus IKA FBS kurang berkomitmen. Alasanya sederhana. Para pengurus IKA FBS tidak memiliki kewajiban dan kepentingan di kampus. Jadi, komitmen pengurus FBS hanya didasarkan pada suka rela mereka. “Mereka tidak punya kewajiban untuk mengurusi, jadi sukarela saja,” kata Syarifudin.