
Universitas Negeri Jakarta Perlu Bekerja Keras untuk menghasilkan lulusan berdaya saing global
Abdullah Taruna,
Dr. Komarudin, M.Si., telah resmi menjadi Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) sejak dilantik oleh Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof. H. Mohamad Nasir, Ak., M.Si., Ph.D., Kamis, 26 September 2019, di Kantor Kemenristekdikti, JL. M.H. Thamrin, Jakarta Pusat.
Menurut Komarudin, dalam pelantikan tersebut, Menristekdikti menyampaikan dua pesan penting Pemerintah untuk dijalankan di dalam kepemimpinannya sebagai Rektor UNJ, periode 2019-2023. Kedua pesan tersebut adalah: Pertama, tatakelola Universitas yang baik (Good University Governance) yang dicirikan oleh 4 hal, yaitu: (1) transparansi, (2) keadilan (fairness), (3) akuntabilitas, (4) integritas.
Kedua, membangun kebersamaan komunitas kampus dalam bingkai 4 pilar kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika). Jangan ada pengkotak-kotakan atau pengelompokkan dalam komunitas kampus.


Tata kelola universitas yang baik, dicerminkan oleh kemampuan universitas yang menghasilkan lulusan-lulusan berkualitas dan siap bersaing di kancah internasional. Para pendidik perlu bekerja keras, dan berdisiplin tinggi dalam mendidik serta mengajarkan nilai-nilai budaya dan pergaulan masyarakat global.
Menanggapi hal itu, Komarudin menyatakan, akan mewujudkan pengelolaan perguruan tinggi yang baik di UNJ. Ia bakal berupaya meningkatkan serta memperbaiki sistem di UNJ, sehingga impian menjadi perguruan tinggi bereputasi Asia bisa dicapai.

“Saya punya tekad. Supaya UNJ menjadi Universitas reputasi Asia,” ungkap Komarudin, Rektor UNJ 2019-2023.
Untuk bisa mencapai itu, Komarudin mengaku membutuhkan dukungan semua pihak untuk merumuskan rencana UNJ ke depan.
“Nanti akan ada masukan. Pertentangan sudah biasa. Itu dinamikanya, tak masalah asal masih dalam kerangka membangun UNJ dan bangsa,” kata Komarudin.