(Bagian II)
Abdullah Taruna,
“Pak Setijadi setahu saya orang pendidikan yang beranggapan di satu bangsa harus ada sekolah eksperimen,” kata Aktivis & Pengamat Pendidikan Jimmy F. Paat.
Kutipan tersebut dirujuk Jimmy Philip Paat dari wawancara Prof.Dr. Setijadi dengan St.Sularto akhir 1970-an di Harian KOMPAS.
Melihat dari jenis dan model sekolah eksperimen itu, Jimmy menduga Prof.Dr. Setijadi terinspirasi oleh Pakar Pendidikan dari negeri Paman Sam, John Dewey yang telah membuat sekolah eksperimen di Chicago.
Wajar saja Prof.Dr. Setijadi menggagas hal itu karena beliau memiliki waktu yang banyak untuk mengembangkan ilmu pendidikan di Indonesia. P69-1972, Prof.Dr. Setijadi menjabat Kepala Proyek Penilaian Nasional Pendidikan Departemen P dan K (Pendidikan & Kebudayaan). Sejak tahun 1970-1974, Pakar Pendidikan IKIP Jakarta sudah menjabat sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pendidikan dan Kebudayaan (BP3K-Litbang). Jabatannya di orang penting di Litbang Departemen P dan K terus menanjak. Tahun 1974-1980 beliau menjabat Kepala BP3K Departemen P dan K.
Profesor pedagogik yang dalam pandangan Jimmy Philip Paat terbilang unik bila dibanding kebanyakan guru besar pendidikan di IKIP Jakarta itu, pada akhir 1970-an pun kemudian menginiasiasi sekolah eksperimen di bawah IKIP Jakarta. Sekolah itu kemudian bernama Labscholl IKIP Jakarta/UNJ. Kelahiran Labschool ini merupakan proyek resmi dari Departemen Pendidikan dan Kebudayaan saat itu.
Menurut Jimmy Philip Paat, sebenarnya Guru Besar IKIP Malang Prof.Dr. Pakasi sudah lebih dahulu mendirikan sekolah eksperimen. Sekolah itu kemudian berada di bawah manajemen IKIP Malang. “Labschool IKIP Malang itu mengusung konsep pendidikan dasar 9 tahun. Jadi kelas 1 SMP menjadi kelas VII, kelas 2 SMP menjadi kelas VIII,” Ungkap Jimmy.
Menurut Prof.Dr. Sutjipto yang pernah menjadi asisten dosen Prof.Dr. Pakasih Supartina di IKIP Malang, guru ilmu pedagogiknya itu mendirikan sekolah eksperimen menggunakan konsep Professional Education. Berdasarkan konsep ini guru musti dilatih mulai dari awal. “Jadi kalau kita mendidika guru SD, maka sejak semester awal harus sudah berkecimpung di SD. Jadi kayak kita mendidika seorang dokter mesti sejak semester I sudah bau (mendalami dan menjiwai kerja sebagai dokter: RED.) rumah sakit. Jadi di situ bukan hanya pengetahuan, tapi juga kecintaan, jiwanya, orientasinya itu sudah dibangun sejak semester pertama,’ ungkap Prof.Dr. Sutjipto.
Nah sebagai Kepala Litbang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Setijadi, tambah Jimmy, melihat model sekolah eksperimen ini penting didirikan oleh pemerintah. “Kemudian diterapkan di Jakarta, sebagai Labschoolnya IKIP Jakarta, “ kata Jimmy.
Sistem Sekolah Eksperimen
Apa sih yang membedakan sekolah eksperimen (Labschool) IKIP Jakarta, dengan sekolah umumnya? Pertanyaan ini acap kali mengusik sebab bila sama saja lalu apa yang membedakan ? apa istimewanya konsep eksperimen itu? (bersambung ke bagian III).