{"id":2236,"date":"2019-12-09T21:26:24","date_gmt":"2019-12-09T21:26:24","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236"},"modified":"2019-12-09T21:26:25","modified_gmt":"2019-12-09T21:26:25","slug":"menelusuri-relasi-pedagogis-kitab-talimul-mutaallim","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236","title":{"rendered":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allimul (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu) merupakan kitab wajib bagi murid-murid pesantren. Para santri yang ilmunya begitu dibutuhkan oleh masyarakat tentu tak mengingkari betapa pengamalan isi kitab tersebut menjadi kunci sukses mereka. Namun mereka yang tak mengerti isinya hanya memandang sebelah mata.<\/em><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"768\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2237\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-225x300.jpeg 225w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-203x270.jpeg 203w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim.jpeg 780w\" sizes=\"auto, (max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><figcaption>Kitab Ta&#8217;limul Muta&#8217;allim versi Terjemahan Bahasa Indonesia.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Abdullah Taruna,<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejak penulis fokus mempelajari pedagogik (ilmu pendidikan),\nbaik aliran Eropa Kontinental, maupun Anglo Saxon (Education), saya kemudian\ntertarik mendiskusikan kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim yang menjadi kitab wajib\nterutama bagi para santri yang baru belajar di pondok pesantren. Kitab berisi\npentingnya para santri memiliki pengetahuan tentang adab terhadap guru, dan\ndalam menuntut ilmu, serta mengamalkannya itu, menjadi kunci utama para santri\nmenuju sukses. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di antara pengamalan dari adab dalam kitab itu adalah\nmemuliakan guru atau kiai tempat santri menuntut ilmu. Contohnya, santri\nbertemu kiai, gurunya, maka biasanya mengucapkan salam, lalu mencium tangan,\nmembawakan tas kiainya, dan bahkan menuntun hingga menggendong kiai yang sudah\ntidak kuat berjalan. Sikap takzim kepada kiai, guru seperti contoh tersebut, di\nlembaga pendidikan umum jarang sekali ditemukan. Tak sedikit orang yang\nmemandang nilai-nilai yang belum dimengerti itu acapkali berkomentar miring: &nbsp;santri kok \u201cfeodal\u201d. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Persoalan-persoalan tersebut, beberapa tahun lalu sempat\nsaya tanyakan kepada Pegiat Pendidikan Lody F. Paat. \u201cBersikap sopan, cium\ntangan kepada guru, membawakan tasnya, semua itu sikap yang baik, dan bukan\nperilkau feodal,\u201d kata Lody F. Paat, yang merupakan murid Prof. Dr. H.A.R.\nTilaar.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan Lody F. Paat menceritakan pengalaman dirinya, dalam\nmendapatkan ilmu pengetahuan itu, ia pun tidak segan-segan menghubungi\ndosen-dosennya yang akan bicara di sebuah forum diskusi besar. Ia berharap bisa\nberangkat bersama, membantu semua proses di lokasi, dan mendengarkan bagaimana\npemikiran dosennya saat menjadi pembicara, dan bagaimana cara dosennya\nberbicara di depan publik.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5471-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2238\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5471-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5471-300x200.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5471-768x512.jpg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5471-360x240.jpg 360w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Jimmy Philip Paat, D.E.A<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kepada Dosen Bahasa Perancis Universitas Negeri Jakarta,\nJimmy Philip Paat, penulis meminta waktu khusus kepada beliau untuk melakukan\nbedah ringan Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim (Pentingnya Adab sebelum Ilmu), karya\nSyeikh Ibrahim bin Isma\u2019il Al Zarnuji. Ulama asal Zaradj Afganistan tersebut\nwafat antara versi pertama: 591 Hijriah\/ 1195 Masehi dan versi kedua: 840\nHijriah\/1243 Masehi. Jadi kitab yang disusun oleh Imam al \u2013Zarnuji sudah\nberusia 7 abad lebih, namun nilai-nilai pendidikan yang terkandung di dalamnya\ntak luntur oleh perubahan zaman. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBung Abdullah, buku yang dipinjamkan ke saya, judulnya saja\nsudah menarik&nbsp; Ta\u2019limul Muta\u2019allim &#8220;Pentingnya\nAdab sebelum Ilmu, &#8221; ungkap Koordinator Tim Ahli Pedagogik Forum Diskusi\nPedagogik IKA UNJ Jimmy Philip Paat.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Di bab atau pasal tentang defenisi ilmu, &nbsp;fikih dan keutamaannya&#8221; Jimmy menemukan\npernyataan yang menarik.&nbsp; &#8220;&#8230;\nsetiap muslim dan muslimah tidak berkewajiban mempelajari semua ilmu, tetapi\nberkewajiban mempelajari ilmu yang ia butuhkan saat itu&#8230;&#8221; Lebih lanjut\ndikemukakan &#8220;&#8230;ilmu yang utama adalah ilmu yang dibutuhkan saat itu&#8230;,&#8221;\nkata Jimmy Philip Paat tentang isi yang ada di halaman 38. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Lebih lanjut, Jimmy menggaris bawahi tentang pilihan bidang\nkeilmuan. \u201cPernyataan &#8220;tidak berkewajiban mempelajari semua ilmu&#8221;\nbagi saya ini berarti pelajar atau mahasiswa&nbsp;\nharus memilih dari sekian yang ada atau yang ditawarkan sekolah,\nkemudian pilihannya harus menjadi yang dia butuhkan,\u201d ujar&nbsp; Jimmy menafsirkan hak peserta didik dalam\nmengaji ilmu di sekolah maupun perguruan tinggi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kalau saja para kaum pelajar (mahasiswa) datang ke sekolah\nmaupun ke universitas, kata Jimmy, dengan niat (tujuan) untuk studi ilmu yang\ndibutuhkan baik oleh dirinya dan juga untuk banyak orang tentu potensi capaian\ndalam belajarnya akan lebih optimal.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya merasakan banyak mahasiswa ke kampus kita, terasa\nmereka tidak melihat, bahwa belajar ilmu ya yang dibutuhkan oleh dirinya, dan untuk\nbanyak orang (untuk amal),\u201d ungkap Jimmy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada bab atau pasal tentang Niat (Ketika Belajar), Jimmy\nmengutip kalimat pertama pada pasal itu,&nbsp;\n&#8220;Seorang muslim wajib memiliki niat ketika belajar, karena niat\nmerupakan dasar&nbsp; dari semua perbuatan&#8230; &#8221;\nkutip Jimmy Philip Paat di halaman 47. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berkaitan dengan pentingnya niat dalam mengawali proses\nbelajar, Jimmy kemudian menghubungkan dengan para pelajar di sekolah dan para\nmahasiswa di perguruan tinggi. \u201cSaya tidak tahu apakah para pelajar,\nmahasiswi-a kita ketika masuk sekolah atau kelas sudah dengan niat studi\nsebaik-baiknya (yang terwujud dalam dialog dengan guru, dan dengan kawan yang\nsudah lebih paham) ? ungkapnya dengan penuh pertanyaan.<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5621-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2239\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5621-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5621-300x200.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5621-768x512.jpg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/IMG_5621-360x240.jpg 360w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Jimmy Philip Paat sedang menyerahkan Cinderamata kepada Prof. Dr. Sutjipto.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jimmy sepaham bila niat belajar itu sangat penting. \u2018Bagi saya\nada kaitannya dengan pernyataan &nbsp;di\nhalaman 49, &#8220;Seorang pelajar hendaknya berniat&nbsp; mensyukuri nikmat akal, kesehatan\nbadan&#8230;&#8221;. &nbsp;Bagi saya menyukuri\nnikmat akal itu berwujud dialog dengan guru agar sampai pada pemahaman yang\n&#8220;setepatnya&#8221; atas apa yang dipelajari,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pada halaman 53, masih pada bab tersebut, kata Jimmy, pelajar\ndiminta untuk tidak merendahkan ilmu dan ahlinya. \u201cBagi saya sikap tidak\nmerendahkan ilmu terlihat atas ketekunan mempelajari ilmu, dan tidak\nmerendahkan ahlinya (gurunya) bagi saya terlihat pada ketekunanya berdialog\ndengan sang guru,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Memilih Guru<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jimmy melanjutkan pada halaman 56. Di dalamnya dibahas\ntentang bagaimana memilih guru. \u201cMurid-mahasiswi\/a sebaiknya memilih yang\npaling berilmu. Dalam konteks sekarang, pelajar dan mahasiswi\/a harus cerdas\nmencari kriteria dengan jalan berselancar di dunia maya dan bertanya pada orang\nlain untuk membuat kriteria guru yang paling berilmu di sekitarnya,\u201d kata\nJimmy, tentang kriteria lain selain kriteria murah hati, penyabar, seperti\ndisebut pada halaman 57. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Karena kitab ini memberi petunjuk, bahwa memilih guru adalah\npenting, kata Jimmy, maka para siswi\/a, dan mahasiswi\/a tidak boleh\nterburu-buru. Sebaliknya perlu dipikirkan sematang mungkin (hal. 61). &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSepemahaman saya dari membaca buku (kitab: Red.) ini,\nketika kita telah memilih guru sebaiknya tidak ditinggalkan begitu cepat.\nKarena belajar seperti itu tidak&nbsp; baik\natau pakai ungkapan buku ini &#8220;belajarnya tidak mendapat berkah,\u201d kata\nJimmy Philip Paat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Satu hal yang sangat-sangat menarik dari bab ini, lanjut\nJimmy, &nbsp;penuntut ilmu diharuskan untuk\nbetah dan sabar terhadap guru dan dalam mempelajari kitab. \u201cSaya melihat pada\npara sarjana hebat terasa sekali mereka sabar dan tekun tidak saja pada gurunya,\nsaat menjadi mahasiswi\/a tetapi mereka sangat sabar, tekun berdialog dengan\nilmu yang dipelajari,\u201d kata Jimmy Philip Paat<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"623\" height=\"488\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/IMG_20190416_165719_508.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-1650\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/IMG_20190416_165719_508.jpg 623w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/04\/IMG_20190416_165719_508-300x235.jpg 300w\" sizes=\"auto, (max-width: 623px) 100vw, 623px\" \/><figcaption>Lody F. Paat saat duduk bersama dengan Prof. Dr. Bedjo Sujanto, dan Jimmy Philip Paat.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jimmy Philip Paat menjelaskan, bahwa &#8220;betah dan sabar\nterhadap guru&#8221; ini sangat penting dalam relasi antara guru dan murid.&nbsp; \u201cKebetahan dan sabar ini sesungguhnya perlu\ndipupuk oleh murid. Hal ini perlu digaungkan di dunia persekolahan kita. Karena\nbegitu kuat pandangan yang tersebar bahwa guru harus lebih sabar terhadap anak,\u201d\nungkap peraih dua gelar master dari Sorbonne University, Paris, Perancis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Kategori Pedagogikkah Ta\u2019limul Muta\u2019allim?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bila dicermati isi Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim lebih banyak\nberisi kewajiban murid kepada guru, bukan bagaimana guru seharusnya mengajar\nmurid, apakah bisa dikategorikan kitab pedagogik (kitab tentang ilmu mendidik?)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jimmy yang sudah melakukan bedah ringan atas isi kitab\ntersebut, mengutip teori Le&nbsp;triangle\np\u00e9dagogique dari Jean Houssaye (segitiga pedagogic\/ relasi pedagogis), Jimmy\nmenyebut Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim termasuk kategori pedagogik. \u201cKalau\nkita merujuk Jean Houssaye yang menggambarkan situasi pedagogik dengan tiga\nkutub: 1) Pengetahuan (ilmu); 2) Guru; 3) Murid, maka saya untuk sementara buku\nini terasa ada gambaran situasi pedagogik yang disampaikan Houssaye. Relasi\nguru dan murid tampak pada murid harus betah terhadap guru (tentu kebetahan\nmurid ini membuat guru pun betah). Konsep betah ini menarik,\u201d ungkap Jimmy\nPhilip Paat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jimmy kembali mengingatkan, bahwa selain hubungan guru\ndengan murid, kitab ta\u2019limul muta\u2019allim telah menggambarkan bagaimana hubungan\nmurid dengan ilmu: murid harus tekun dan betah terhadap ilmu; dan harus memilih\nyang sesuai, dan dapat diamalkan,\u201d kata Jimmy menegaskan gambaran relasi\nsegitiga pedagogis.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Bersambung ke pembahasan relasi ketiga, yaitu: (Relasi Guru dengan Ilmu Pengetahuan).<\/em><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allimul (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu) merupakan kitab wajib bagi murid-murid pesantren. Para santri yang ilmunya begitu dibutuhkan oleh masyarakat tentu tak mengingkari betapa pengamalan isi kitab tersebut menjadi kunci sukses mereka. Namun mereka yang tak mengerti isinya hanya <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2236","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allimul (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu) merupakan kitab wajib bagi murid-murid pesantren. Para santri yang ilmunya begitu dibutuhkan oleh masyarakat tentu tak mengingkari betapa pengamalan isi kitab tersebut menjadi kunci sukses mereka. Namun mereka yang tak mengerti isinya hanya Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-09T21:26:24+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-09T21:26:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"6 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim\",\"datePublished\":\"2019-12-09T21:26:24+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-09T21:26:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236\"},\"wordCount\":1235,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236\",\"name\":\"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-12-09T21:26:24+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-09T21:26:25+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2236#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ","og_description":"Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allimul (Pentingnya Adab Sebelum Ilmu) merupakan kitab wajib bagi murid-murid pesantren. Para santri yang ilmunya begitu dibutuhkan oleh masyarakat tentu tak mengingkari betapa pengamalan isi kitab tersebut menjadi kunci sukses mereka. Namun mereka yang tak mengerti isinya hanya Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-12-09T21:26:24+00:00","article_modified_time":"2019-12-09T21:26:25+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"6 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim","datePublished":"2019-12-09T21:26:24+00:00","dateModified":"2019-12-09T21:26:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236"},"wordCount":1235,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236","name":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg","datePublished":"2019-12-09T21:26:24+00:00","dateModified":"2019-12-09T21:26:25+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-12-10-at-00.57.40-Sampul-Kitab-Talimul-Mutaallim-768x1024.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2236#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Menelusuri Relasi Pedagogis Kitab Ta\u2019limul Muta\u2019allim"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2236","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2236"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2236\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2240,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2236\/revisions\/2240"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2236"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2236"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2236"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}