{"id":2228,"date":"2019-12-02T02:37:04","date_gmt":"2019-12-02T02:37:04","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228"},"modified":"2019-12-02T02:37:06","modified_gmt":"2019-12-02T02:37:06","slug":"rahmawati-m-pd-kita-sebagai-guru-harus-sama-sama-belajar-dengan-murid","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228","title":{"rendered":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid."},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"584\" height=\"1024\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2229\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg 584w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-171x300.jpeg 171w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-154x270.jpeg 154w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati.jpeg 713w\" sizes=\"auto, (max-width: 584px) 100vw, 584px\" \/><figcaption>Rahmawati, M.Pd., Guru Honorer Berprestasi Nasional<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#GuruHonorerBerprestasiNasional<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Karena sekolah memberikan tempat bagi guru bertemu, dan berinteraksi dengan siswi-siswa, maka budaya belajar lebih gampang terbentuk. Tak ada alasan bagi guru untuk malu belajar bersama peserta didiknya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u00a0<strong>Abdullah Taruna,<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari kelima seruan Mas Menteri, semua sudah dijalankan\noleh Rahmawati, seorang guru honorer yang berhasil membukukan prestasi\nnasional. Seruan nomor 1, \u201cmengajak kelas berdiskusi bukan hanya mendengar\u201d\nsudah dijadikan budaya proses belajar mengajar oleh Rahmawati&nbsp; sejak 2010 di SMK Al-Muslim Bekasi. Metode\nCara Belajar&nbsp; Siswa Aktif_CBSA (<em>Student\nAktive Learning<\/em>) bagi para guru sejatinya bukan metode asing, termasuk\nlulusan LPTK seperti Rahmawati. Model pembelajaran tersebut sudah pernah\ndiimplementasikan pada kurikulum 1984, yang&nbsp;\ndikenal sangat humanis. &nbsp;Meski&nbsp;\nKurikulum 1984 gagal lantaran tidak semua guru memiliki kapasitas untuk\nmenerapkannya, namun Rahmawati terus mengembangkan inovasi pembelajaran\n(Inobel) yang mengondisikan dirinya selaku guru sama-sama belajar dengan para\nsiswi-siswanya. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMurid lebih senang guru menjadi kawan dalam belajar\ndibanding hubungan atasan dengan bawahan,\u201d kata Rahmawati. Dari belajar bersama\nyang dipadu dengan grounded research itu, Rahmawati kemudian memforumulasikan\ntemuannya ke dalam inovasi belajar dan dilombakan. Berturut-turut selama 2\ntahun: 2013-2014, Rahmawati meraih juara I nasional lomba hemat energi (LHE)\nuntuk Sekolah dari Kementerian ESDM dalam kategori Manajer Sekolah Hemat\nEnergi. &nbsp;Pada tahun 2014 pula ia meraih\njuara I nasional dari Kementerian ESDM untuk kategori &nbsp;The Best Mother School.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prestasi nasional juara I kembali didulang oleh Rahmawati, saat dirinya membawa hasil riset lapangan, dan belajar bersamanya di SMK 1 Cikarang Barat dalam lomba Inovasi Pembelajaran Karakter Bangsa SMK Tingkat Nasional yang diselenggarakan Kemendikbud R.I., pada 2017.\u00a0 Saat mengajar di SMK 1 Cikarang Barat pada 2015-2018, status Rahmawati adalah guru honorer. Sejak 2015 hingga kini, Rahmawati menjadi guru honorer di SMK Talenta Bangsa, dan ia pun mengajar sebagai guru Sejarah Indonesia \u00a0di SMA Negeri 7 Tambun Selatan sejak dua tahun lalu. <br> <br> <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2230\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1-360x203.jpeg 360w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1.jpeg 1052w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Rahmawati, M.Pd., saat presentasi di Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ. Ia selalu tersenyum dalam memaparkan pengetahuannya.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan alumni Jurusan Pendidikan Sejarah IKIP Jakarta Angkatan\n1991 telah berkali-kali menjadi narasumber&nbsp;\ntingkat&nbsp; nasional dan\ninternasional: Tahun 2013 menjadi narasumber Seminar Nasional di UNESA, Tahun 2014\nmenjadi pembicara Seminar Nasional di Pascasarjana UNJ, Tahun 2015 di\nKemendikbud R.I., Tahun 2016 di Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung,\ndan Tahun 2018 pembicara Seminar Internasional Guru Pendidikan Sejarah Malaysia\ndengan Indonesia. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Teknik Mengajar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari segudang prestasi yang diraih Rahmawati, ia pun\nmengajak para mahasiswa calon guru agar menjadi guru hebat.&nbsp; Pertanyaannya bagaimana merintis prestasi\nmenjadi guru berprestasi itu? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cBagaimana teknik mengajarnya? Nah teknik ini saya\nberikan, bahwa kita ini punya profesi lho. Saya bangga dengan profesi sebagai\nguru, kalau tidak ada kebanggaan itu kita lelah, bahkan kita merasa pekerjaan\nini membuat kita menderita. Jadi tanpa perasaan bahagia sebagai guru, maka kita\ntidak bisa menjalankan profesi sebagai guru yang bermutu,\u201d ungkap Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Syarat menjadi guru yang bisa diterima, dan tidak\ndimusuhi oleh para murid, lanjut Rahmawati, yaitu dengan tidak berkata dan\nbersikap yang menimbulkan perasaan trauma kepada para siswi-siswa. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKita harus mengubah, apa yang kita ubah? Kepribadian\nkita, sikap profesional kita, sosial kita, dan pedagogik. Kenapa kepribadian buruk\nitu harus diubah?&nbsp; Karena mereka manusia,\nanak-anak itu melihat. Mereka lebih senang melihat contoh, daripada\nmendengarkan. &nbsp;\u201cKamu harus A, B, C, D,\nnggak bakal didengar. Apalagi untuk SMA\/SMK.&nbsp;\nTapi kalau kita memberi contoh tidak datang telat, maka mereka tidak\nakan datang telat. Kebetulan saya mengajar di sebuah&nbsp; SMK yang terkenal dengan tawuran. Kita bisa ubah\ndengan sikap kita yang kita contohkan. Kita tidak bisa menyuruh anak, kalau\nkita tidak seperti itu,\u201d terang Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Saat di SMK Cikarang Barat itu, Rahmawati bertemu\ndengan anak-anak yang ketahuan habis tawuran. \u201cJadi kalau saya mengajar,\nkemudian ada yang kepalanya plontos, itu ketahuan dia habis tawuran. Tapi\nkepada anak itu saya bilang, \u201ckamu pasti akan jadi ABRI\u201d. Kalau saya bilang\nkamu habis tawuran, maka dia akan membenci saya seumur hidup. Tapi kalau kita\nbilang \u201cOh hebat, ada ABRI baru&nbsp; di\nsitu\u201d. Kok ABRI Bu, aku kan habis tawuran. Oh nggak, Ibu yakin kamu pasti jadi\nABRI. Jadi kalau kita lihat secara positif kepada anak, maka anak akan melihat\npositifnya guru,\u201d jelas Rahmawati.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil cepatnya dari sikap positif guru itu\npun langsung didengar dari anak berkepala plontos itu usai pembelajaran di\nkelas.&nbsp; \u201cIbu baru kali ini saya dibilang\nABRI, padahal guru-guru yang lain bilang, kalau lihat rambut plontos berarti\nsaya habis tawuran, saya anak bandel,\u201d ucap murid berkepala plontos seperti\ndikisahkan Rahmawati.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sikap positif kepada murid bandel diberikan\noleh Rahmawati, karena sebagai guru dirinya memiliki perspektif positif. \u201cKita\nkembali ke kacamata, bahwa dia pasti bisa berubah, jadi itu motivasi. Jadi ini\nsaya bawa ke lomba karakter bagaimana anak-anak yang badung-badung saya\nkumpulkan ke dalam&nbsp; club \u201cGo Green\nSchool\u201d. Mereka punya tugas memantau listrik secara bergiliran, mereka bangga\nkarena kita kasih rompi ,\u201d kata Rahmawati yang mengusahkan pengadaan&nbsp; rompi dari produsen garmen yang butuh promo,\njadi tidak membebani para siswa-siswi dan sekolah.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Rahmawati, anak-anak muridnya yang\ntergabung dalam club \u201cGo Green School\u201d itu memiliki tugas rutin memantau\npenggunaan listrik di setiap kelas, mematikan AC, dan lampu yang menyala di\nruang kelas yang kosong kegiatan, dan membuat rekapan, lalu melaporkan hasil\nrekapan itu kepada Rahmawati selaku guru bidang studi sejarah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKenapa ini dilakukan, sebagai guru sejarah\nkan nggak nyambung ya. Bagi saya ini aplikasi pembelajaran sejarah, bagaimana\nanak menjadi pahlawan hemat energi. Jadi saya bilang ini pahlawan lho. Karena\nmereka melakukan setiap hari. Sehingga biaya subsidi listrik sekolah dalam\nsetiap bulan dari 40 juta turun menjadi 34 juta rupiah. Artinya sudah menghemat\n6 juta rupiah per bulan, kalau setahun sudah 72 juta rupiah. Kalau seluruh\nIndonesia sudah berapa triliun itu subsidi listrik bisa dihemat? ini bisa\ndialihkan ke bidang kesehatan. Ini logika saya ketika saya bicara di lomba\nbidang Inobel (Inovasi Pembelajaran: Red.),\u201d papar Rahmawati, Guru SMK 1\nCikarang Barat 2015-2018. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan Inobelnya terkait Hemat Energi itu\ndinilai bermanfaat untuk kampanye hemat energi nasional, Kementerian ESDM, kata\nRahmawati, kemudian mendapuknya, dan menjadikannya program di sekolah-sekolah, namanya\nProgram Sekolah Hemat Energi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPadahal ini cuman iseng, cuman ngecek&nbsp; 3 M, matikan lampu saat kelas kosong, matikan\nlistrik dan matikan AC saat sudah tidak ada kegiatan. Matikan AC, Kadang-kadang\nwaktu di perkuliahan kan begitu, saat kelas kosong, lampu masih menyala, AC\nmasih menyala. Kadang-kadang AC menyala tidak ada mahasiswanya itu sangat\nmerugi listriknya, sampai charger masih nempel, tidak ada alatnya, itu\nlistriknya masih berproses.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bagai anak-anak, mereka senang menjalankan\ntugas rutin seperti itu, karena mereka untuk yang cowok bilang \u201cAku jadi bisa\nmenembak cewek (kenal lebih dekat).&nbsp;\nMereka juga akan membiasakan untuk hemat energi dalam hidup mereka,\u201d\nterang Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Pahlawan Milenial<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Intinya pengalaman ini, lanjut Rahmawati,\ndapat memberikan pembelajaran tentang pentingnya perilaku hemat energi. \u201cArtinya,\n&nbsp;saat guru berhadapan dengan generasi milenial,\nmaka guru bisa memberikan ilmu pengetahuan sejarah tentang pahlawan dari zaman\npra sejarah sampai reformasi. Tapi dalam kontek&nbsp;\nkekinian tidak kemudian mengulang masa lalu dengan mengatakan, \u201cpahlawannya\nini lho!. Bukan begitu, tapi jadikanlah mereka (anak-anak) pahlawan, pahlawan\nzaman <em>now<\/em>, pahlawan hemat energi. Karena mereka sudah memberikan\nkontribusi kepada negara dengan kegiatan menghemat energi listrik di sekolah\ndalam setiap hari. Jadi ini satu proyek, bangganya luar baiasa. Yang semula\nmereka dianggap sebagai orang yang suka tawuran, mereka kemudian berubah dan\nmenjadi Pahlawan Hemat Energi, Pahlawan Zaman <em>Now<\/em>. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari pengalamannya mengelola pembelajaran, dan\nmengubah para siswa yang gemar tawuran menjadi pahlawan hemat energi itu,\nRahmawati memenangi lomba Inovasi Pembelajaran Karakter Bangsa SMK Tingkat\nNasional 2017 Kemendikbud. Ia berhasil meraih juara 1 nasional. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sebelum menerapkan inovasi pembelajaran\nterkait Sekolah Hemat Energi di Cikarang Barat (2015-2017), Rahmawati terlebih\ndulu menerapkan metode Inobel di&nbsp; SMK Al\nMuslim Bekasi, tempat ia pernah menjadi wakil kepala sekolah bidang kurikulum\n(2005-2015).&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201dMetode ini diberikan di sekolah-sekolah tentang\ntiga langkah hemat energi, dan bank sampah. Ini saya lakukan tahun 2010 saat\nsaya mengajar di SMK Al Muslim. Kegiatan ini dibukukan oleh kementerian ESDM,\ndan dijadikan panduan untuk 5 ribu sekolah se-Indonesia,\u201d ungkap\nRahmawati.&nbsp;&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2231\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2-360x203.jpeg 360w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-2.jpeg 1052w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Rahmawati di Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode Inobel hasil kreasinya itu oleh Rahmawati dilombakan dan\nmeraih Juara I Kategori Manajer Terbaik Sekolah Hemat Energi dari Kementerian\nESDM pada 2013 dan 2014, serta Juara I The Best Mother School 2014 dari\ninstansi kementerian yang sama. Kementerian ESDM pun memberikan Rahmawati\nkesempatan menyosialisasikan program sekolah Hemat Energi di berbagai sekolah\ndan instansi pemerintah di belasan daerah sejak 2013 hingga 2019.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dalam metode tersebut, kata Rahmawati,\nmemberikan ruang prakarsa kepada OSIS untuk mencari pendanaan kegiatan secara\nmandiri.&nbsp; \u201cSaya bawa OSIS agar bagaimana\ndalam menyelenggarakan kegiatan tidak selalu minta apa \u2013 apa ke manajemen\nsekolah. Tapi berusaha. Dari mana usaha memperoleh dana itu? Dari sampah-sampah\nyang terkumpul di kantin-kantin. Jadi mereka mengelola Bank sampah. Itu tahun\n2010 belum ada sama sekali di Indonesia bank sampah yang dikelolah oleh OSIS,\u201d\nterang Rahmawati tentang Inovasi Pembelajaran Sekolah Hemat Energi, dan Bank Sampah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Rahmawati, Inobel tersebut memiliki\nmakna yang baik bagi para guru untuk lebih mampu membuka diri belajar dengan\npara muridnya.&nbsp; \u201cPembelajaran ini\nmemberikan suatu makna bahwa kita sebagai guru harus sama-sama belajar dengan murid.\nJadi jangan malu, sebab sekolah itu memberikan tempat kita bertemu dan\nberinteraksi, maka budaya belajar lebih mudah&nbsp;\nterbentuk.&nbsp; Apalagi anak zaman\nsekarang, kedekatan dengan seorang guru lebih senang sebagai seorang kawan.\nJadi&nbsp; bukan antara atasan dengan bawahan.&nbsp; Jadi saya bawa metode ini dengan budaya\nbelajar bersama, siswa belajar saya belajar. Mereka lebih nyaman, lebih enjoy.\nIni yang pertama, dan ini sangat menyenangkan,\u201d ujar Rahmawati, wisudawan\nterbaik IKIP Jakarta tahun 1996. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kementerian ESDM mengadopsi temuan hasil\nriset lapangan yang dilakukan oleh Rahmawati dan para siswanya untuk\nsosialisasi hasil Lomba Hemat Henergi di sekolah (LHE) di 5 ribu sekolah di\nIndonesia. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hasil LHE dari Inovasi Pembelajaran Rahmawati\ntersebut cocok dengan tujuan Kementerian ESDM, bahwa LHE bertujuan\nmempersiapkan para siswa untuk menjadi sumber daya manusian yang peduli dengan\nkonservasi energy dan menjadi motor penggerak budaya hemat energi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menghadirkan Guru Honorer Berprestasi\nNasional, Reboan Pendidikan Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ juga menghadirkan\nDr. Jejen Musfah (Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjan UIN\nSyarif Hidayatullah\/Wasekjen PGRI), dan Sekjen FSGI, Heru Purnonomo, S.Pd.&nbsp; Kegiatan yang dihadiri oleh Koordinator Tim\nAhli Pedagogik Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ, Jimmy Philip Paat, dan\nBendahara IKA UNJ Dr. Indra Fahrizal&nbsp; tersebut\ndibuka dengan sambutan Dra. Budiarti, M.Pd., selaku perwakilan Ikatan Alumni\nUniversitas Negeri Jakarta. (Bagian II dari dua tulisan).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>#GuruHonorerBerprestasiNasional Karena sekolah memberikan tempat bagi guru bertemu, dan berinteraksi dengan siswi-siswa, maka budaya belajar lebih gampang terbentuk. Tak ada alasan bagi guru untuk malu belajar bersama peserta didiknya. \u00a0Abdullah Taruna, Dari kelima seruan Mas Menteri, semua sudah dijalankan oleh <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2228","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"#GuruHonorerBerprestasiNasional Karena sekolah memberikan tempat bagi guru bertemu, dan berinteraksi dengan siswi-siswa, maka budaya belajar lebih gampang terbentuk. Tak ada alasan bagi guru untuk malu belajar bersama peserta didiknya. \u00a0Abdullah Taruna, Dari kelima seruan Mas Menteri, semua sudah dijalankan oleh Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-02T02:37:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-02T02:37:06+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"8 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid.\",\"datePublished\":\"2019-12-02T02:37:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-02T02:37:06+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228\"},\"wordCount\":1701,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228\",\"name\":\"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-12-02T02:37:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-02T02:37:06+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2228#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ","og_description":"#GuruHonorerBerprestasiNasional Karena sekolah memberikan tempat bagi guru bertemu, dan berinteraksi dengan siswi-siswa, maka budaya belajar lebih gampang terbentuk. Tak ada alasan bagi guru untuk malu belajar bersama peserta didiknya. \u00a0Abdullah Taruna, Dari kelima seruan Mas Menteri, semua sudah dijalankan oleh Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-12-02T02:37:04+00:00","article_modified_time":"2019-12-02T02:37:06+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"8 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid.","datePublished":"2019-12-02T02:37:04+00:00","dateModified":"2019-12-02T02:37:06+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228"},"wordCount":1701,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228","name":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid. - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg","datePublished":"2019-12-02T02:37:04+00:00","dateModified":"2019-12-02T02:37:06+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-10-27-at-13.55.44-Rahmawati-584x1024.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2228#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rahmawati, M.Pd.: Kita Sebagai Guru Harus Sama-sama Belajar Dengan Murid."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2228","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2228"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2228\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2232,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2228\/revisions\/2232"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2228"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2228"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2228"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}