{"id":2221,"date":"2019-12-01T21:48:46","date_gmt":"2019-12-01T21:48:46","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221"},"modified":"2019-12-02T03:07:56","modified_gmt":"2019-12-02T03:07:56","slug":"guruberprestasinasional-rahmawati-m-pd-prestasi-itu-dihasilkan-karena-kita-senang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221","title":{"rendered":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang."},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2222\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-360x203.jpeg 360w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati.jpeg 1052w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Rahmawati, M.Pd., Guru Berprestasi Nasional<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">#GuruBerprestasiNasional<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Seorang guru yang tidak memiliki kebanggaan\ndalam menjalani profesinya berpotensi menimbulkan trauma kepada para\nsiswi-siswanya. <\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Abdullah Taruna,<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Pidato Menteri Pendidikan dan\nKebudayaan Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November lalu\ntelah menebarkan harapan baik bagi para guru maupun orang tua murid. Pidato itu\ndisebut-disebut mewakili persoalan yang kini sedang dihadapi para guru. Mas\nMenteri, begitu para akademisi biasa memanggil nama Nadiem, penuh sikap empati mengungkapkan\npandangannya, bahwa para guru sudah berupaya mengatasi persoalan-persoalan para\nmurid, dan mengembangkan potensi yang dimiliki para siswi-siswanya.\nPersoalannya, langkah itu, tambah Nadiem terkendala tanggung jawab administrasi\npembelajaran yang sangat menyita waktu dan energi para guru. Beban itupun masih\nditambah dengan padatnya kurikulum.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Empati Nadiem pun berlanjut. Mas Nadiem mengatakan, &#8221; Anda tahu betul bahwa potensi anak tidak dapat diukur dari hasil ujian, tetapi terpaksa mengejar angka-angka karena didesak berbagai pemangku kepentingan, &#8220;. Lantas dalam pidato berjudul \u201cGuru Penggerak Indonesia Maju\u201d, dan bertagar #MerdekaBelajar itu menawarakan 4 langkah kepada para guru, dan satu ajakan kepada para peserta didik. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Kelima langkah tersebut\nyaitu:1. Ajaklah kelas berdiskusi, bukan hanya mendengar, 2. Berikan kesempatan\nkepada murid untuk mengajar di kelas, 3. Cetuskan proyek bakti sosial yang\nmelibatkan seluruh kelas, 4. Temukan suatu bakat dalam diri murid yang kurang percaya\ndiri, 5. Tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Metode Cara Belajar&nbsp; Siswa Aktif_CBSA (<em>Student Aktive Learning<\/em>)\nsebenarnya bukan hal baru,&nbsp; bahkan sudah\npernah diimplementasikan pada kurikulum 1984. Dan persoalannya tidak melulu\nsoal metode, namun bagaimana para guru memiliki kemampuan untuk menjadi\nfasilitator model pembelajaran SAL itu. Setidaknya belajar dari penerapan\nKurikulum 1984 yang mengalami kegagalan lantaran mayoritas guru yang ada tidak\nmampu mengimplementasikan itu. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Termasuk Kurikulum 2013\n(Kurtilas), jikapun dianggap padat dan menghambat gerak para guru, termasuk\nadministrasi pembelajaran yang menghabiskan waktu dan energi para guru,\nadakah&nbsp; ketiga persoalan tersebut sudah\ncoba dipecahkan solusinya oleh para guru secara terorganisasi? <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rahmawati, M.Pd., seorang guru Kabupaten Bekasi, dan Konsultan Pendidikan yang berkali-kali meraih juara pertama nasional inovasi pembelajaran berbagi pengalaman dalam Forum Diskusi Pedagogik (FDP) Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta (Rabu, 20 November 2019), tentang bagaimana ia menghadapi semua tantangan yang diakuinya memang menjadi persolan para guru, termasuk dirinya.\u00a0\u00a0 <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya juga mengajar lingkungan karena berkaitan dengan jam mata pelajaran sejarah yang kurang, apalagi sekarang sangat menyedihkan kelas XI, kelas XII dihapus. Kami hanya mengajar sejarah kelas X. Jadi\u00a0 sisa jamnya ke mana? Jadi kami harus bisa mengajar \u00a0kewirausahaan, mengajar seni budaya, mengajar lingkungan, jadi kami menjadi guru serba bisa gara \u2013 gara\u00a0 keputusan kebijakan kurikulum tersebut, \u201c kata Guru berprestasi mata pelajaran Sejarah Indonesia, Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rahmawati juga aktif dalam\nbanyak organisasi. Ia menjadi Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran Sejarah\n(MGMP) SMK di&nbsp; Kabupaten Bekasi, juga\nmenjadi pengurus MGMP di Jawa Barat, anggota Asosiasi Guru Sejarah Indonesia\n(AKSI), &nbsp;dan Pengurus Pusat Pemberdayaan\nPerempuan Kabupaten Bekasi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Seraya menunjukkan <em>slide<\/em> makalah <em>power point<\/em>\nkepada para peserta diskusi Reboan Pendidikan, Rahmawati mengucapkan kata\nsyukur telah mendapat kesempatan untuk belajar dan berprestasi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cPertama saya juara I untuk guru se-Jawa Barat, guru\nberprestasi. Lalu di Kabupaten juga juara I. Lalu untuk karakter Inobel &nbsp;(inovasi pembelajaran: Red.) saya juga juara I\nuntuk tingkat nasional,\u201d kata Rahmawati memaparkan pengalamannya sebagai guru\nhingga berprestasi. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejalan dengan langkah-langkahnya untuk terus mengukir\nprestasi, Rahmawati pun merasa perlu mendirikan Rumah Pintar. Ini dilakukannya\nkarena menyadari dalam dunia guru secara nasional, ia akan stagnan bila hanya\nmengajar saja sebagai guru di sekolah. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"576\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1-1024x576.jpeg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2224\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1-1024x576.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1-300x169.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1-768x432.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1-360x203.jpeg 360w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.41.32Rahmawati-Guru-Berprestasi-1-1.jpeg 1052w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption> Rahmawati, Guru Berprestasi Nasional, yang menjadi narasumber dalam perhelatan internasional di bidang inovasi pembelajaran. <\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKalau kita hanya sekedar guru, kita akan jalan di\ntempat, kita kembangkan rumah pintar, kami bawa ke Kupang, juara I nasional,\nkemarin kami kembangkan rumah pintar yang ada di Desa Sukatani, Kabupaten\nBekasi, kita bawa ke Padang juara harapan I. Kami di tetangga ada Paud, kami\nkembangkan Paud, dan juara I nasional. Dari sini sebenarnya bukan juaranya yang\nkita ambil, tapi kita belajar dengan pengalaman guru lain, belajar dengan\nwawasan guru lain. Dari situ kita bawa pengalaman belajar itu untuk kita\nkembangkan di&nbsp; sekolah yang kita miliki,\natau kita kembangkan di organisasi dan&nbsp;\nkita wadahi di MGMP atau di AKSI_asosiasi guru sejarah Indonesia,\u201d\nungkap Rahmawati tentang orientasinya mendulang prestasi terus \u2013 menerus. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rahmawati menjawab kenapa ada mahasiswa-mahasiswa yang\nmenyebarkan memori buruknya tentang guru di sosial media. \u201cKita harus pahamkan\nsatu visi dulu, bahwa menjadi guru adalah sesuatu yang menyenangkan. Kalau tadi\ndikatakan oleh moderator, anak trauma, anak takut, mungkin karena gurunya tidak\nmenyenangkan, Kalau gurunya menyenangkan&nbsp;\nanak tidak akan trauma. Nah berarti kembali ke diri kita. Ini untuk\nadik-adik yang calon guru, kalau awal niatnya tidak ingin menjadi guru, nanti\nkalau menjadi guru anak-anak muridnya akan trauma,\u201d jelas Rahmawati yang\nmenggelitik para dosen dan mahasiswa yang hadir hingga mereka tertawa tanda\nmembenarkan pernyataan Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Rahmawati, bila ada calon guru hingga menjadi\nguru masih berpandangan profesi yang digelutinya tidak menyenangkan, maka bisa\nberdampak negatif saat mengajar para anak muridnya. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKarena pelampiasannya ke anak. Jadi sebetulnya cermin\nanak ada di kita. Kenapa anak seperti itu, karena kita seperti itu.&nbsp; Jadi sekarang harus diubah, kalau ingin jadi\nguru, jadikan itu suatu pekerjaan yang menyenangkan, jadikan hobi, jangan jadi\nsesuatu yang dipaksa. Karena sesuatu yang dipaksa tidak akan menghasilkan ide\nyang lebih baik, tidak akan berprestasi. Prestasi itu dihasilkan dari sesuatu\nyang kita lakukan karena kita senang,\u201d ungkap Rahmawati yang damini para\npeserta diskusi.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Apa yang disampaikan Rahmawati\nbukan berdasarkan asumsi melainkan dari hasil penelitian. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cKami kerja sama dengan sekolah ramah anak untuk menjawab\nkenapa anak itu punya traumatik dengan guru. Ternyata ada kaitan dengan\nsistem&nbsp; manajemen sekolah bersangkutan.\nJadi kalau anak itu ada kesan bahagia, berarti ada sesuatu yang membahagiakan\ndi sekolah. Tetapi kalau ada siswa lulus, tapi punya kesan traumatik, berarti\nada masalah di sekolah,\u201d ungkap Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Guru Bukan Hanya Mengajar<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Agar relasi belajar mengajar antara guru dengan murid\ntetap bisa dipertahankan secara membahagiakan oleh para murid, maka menurut\nRahmawati guru harus menyadari bahwa tugas guru bukan hanya mengajar.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya setuju dengan pendapat Prof. Dr. Sutjipto, bahwa\nguru tidak hanya mentransfer ilmu sehingga anak merasa beban banget. Terus\nterang di SMK beban pelajaran sejarah dari manusia purba sampai era reformasi\nitu sampai satu tahun pak. Satu tahun bagaimana kita membagi pola-pola karena\nsemua harus diberikan. Karena apa ? tujuan lulusan SMK bukan jadi sejarawan,\ntetapi seorang yang bisa bekerja dengan baik. Itu yang saya sedih. Padahal kita\nberharap tidak hanya materi yang bisa dibawa, tetapi juga sikap kecintaan\nterhadap tanah air, kejujuran, bagaimana dia memikirkan masyarakat dan punya\ntanggungjawab memikirkan kebangsaan.&nbsp; Itu\ntidak bisa dengan materi seabreg tiga tahun menjadi&nbsp; 1 tahun,\u201d ungkap Rahmawati dengan intonasi\ntinggi.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Untuk mengatasi persoalan beban materi yang begitu padat,\ndan agar nilai-nilai kejujuran, nasionalisme dan tanggungjawab sosial tetap\nbisa diajarkan, maka Rahmawati memecahkannya melalui MGMP. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cMakanya kami di MGMP, membuat satu metode media\npembelajaran yang diberikan secara bersamaan untuk yang di SMK Kabupaten\nBekasi, dan untuk tanggung jawab administrasi Pak, itu kami buat bersama-sama.\nJadi kami tidak terbebani dengan administrasi, karena kami <em>share<\/em>, semua\nguru punya administrasi yang sama, sampai tes pun kami bersama-sama. Sehingga\nsemua guru punya standar yang sama,\u201d terang Rahmawati. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rahmawati melanjutkan, persoalan administrasi yang sangat\nmenyita waktu dan energi sebenarnya bisa diatasi dengan upaya bersama\nMGMP.&nbsp; <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSekarang tinggal gurunya mau tidak\nmengembangkan dirinya tidak terbebani administrasi. Kalau sudah tidak terbebani\nadministrasi, maka kita punya satu visi bahwa anak-anak kita harus mencintai\ntanah air, anak-anak harus jujur, anak-anak kita harus memikirkan masyarakat,\ndan masa depan kebangsaan. Bagaimana caranya? Itu kembali dulu ke diri kita\nsebagai guru. Kalau gurunya ingin memberikan empat poin ini, maka gurunya harus\nseperti ini dulu. Nggak bisa gurunya senang kebarat-baratan, tapi dia punya\nvisi cinta tanah air, ya susah! gurunya nggak jujur, tapi dia ingin anak-anak muridnya\njujur, ya susah! \u201d kata Rahmawati dengan nada lirih dan selama presentasi\nselalu tersenyum kepada hadirin.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Rahmawati pun kembali menatap para mahasiswa peserta\u00a0 diskusi. \u201cJadi untuk adik-adik ke depannya senangi dulu profesi\u00a0 guru,\u00a0 <em>in sya<\/em> Allah akan tumbuh sikap seperti ini. Karena guru itu\u00a0 sangat menyenangkan, berhadapan dengan hati-hati nurani mereka -manusia yang tidak seperti barang, sehingga bisa\u00a0 membuat kita awet muda. Sehingga Bu Budi awet muda, karena murid-muridnya seperti ini,\u201d\u00a0 ujar Rahmawati seraya berkelakar kepada Budiarti Chudlori, dosen yang menjadi gurunya selama kuliah. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Selain menghadirkan Guru Honorer Berprestasi\nNasional, Reboan Pendidikan Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ juga menghadirkan\nDr. Jejen Musfah (Kaprodi Magister Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjan UIN\nSyarif Hidayatullah\/Wasekjen PGRI), dan Sekjen FSGI, Heru Purnonomo, S.Pd. &nbsp;Kegiatan yang dihadiri oleh Koordinator Tim Ahli\nPedagogik Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ, Jimmy Philip Paat, dan Bendahara IKA\nUNJ Dr. Indra Fahrizal&nbsp; tersebut dibuka\ndengan sambutan Dra. Budiarti, M.Pd., selaku perwakilan Ikatan Alumni\nUniversitas Negeri Jakarta. (Bersambung).<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>#GuruBerprestasiNasional Seorang guru yang tidak memiliki kebanggaan dalam menjalani profesinya berpotensi menimbulkan trauma kepada para siswi-siswanya. Abdullah Taruna, Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November lalu telah menebarkan harapan baik bagi para guru <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2221","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"#GuruBerprestasiNasional Seorang guru yang tidak memiliki kebanggaan dalam menjalani profesinya berpotensi menimbulkan trauma kepada para siswi-siswanya. Abdullah Taruna, Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November lalu telah menebarkan harapan baik bagi para guru Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-12-01T21:48:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-12-02T03:07:56+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"7 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang.\",\"datePublished\":\"2019-12-01T21:48:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-02T03:07:56+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221\"},\"wordCount\":1433,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221\",\"name\":\"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-12-01T21:48:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-12-02T03:07:56+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/12\\\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2221#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang.\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ","og_description":"#GuruBerprestasiNasional Seorang guru yang tidak memiliki kebanggaan dalam menjalani profesinya berpotensi menimbulkan trauma kepada para siswi-siswanya. Abdullah Taruna, Pidato Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim pada Peringatan Hari Guru Nasional, 25 November lalu telah menebarkan harapan baik bagi para guru Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-12-01T21:48:46+00:00","article_modified_time":"2019-12-02T03:07:56+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"7 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang.","datePublished":"2019-12-01T21:48:46+00:00","dateModified":"2019-12-02T03:07:56+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221"},"wordCount":1433,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221","name":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang. - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg","datePublished":"2019-12-01T21:48:46+00:00","dateModified":"2019-12-02T03:07:56+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/12\/WhatsApp-Image-2019-11-20-at-10.52.59-Rahmawati-1024x576.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2221#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Rahmawati, M.Pd.: Prestasi Itu Dihasilkan Karena Kita Senang."}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2221","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2221"}],"version-history":[{"count":5,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2221\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2235,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2221\/revisions\/2235"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2221"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2221"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2221"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}