{"id":2209,"date":"2019-11-18T19:27:46","date_gmt":"2019-11-18T19:27:46","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209"},"modified":"2019-11-18T19:32:27","modified_gmt":"2019-11-18T19:32:27","slug":"ada-apa-dengan-guru","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209","title":{"rendered":"Ada Apa Dengan Guru ?"},"content":{"rendered":"\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><em>Mari kita sempatkan untuk melacak persoalannya.<\/em><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Abdullah Taruna,<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sejumlah kalimat bernada kekecewaan kepada para guru yang pernah\nmengajar penulis kalimat itu &nbsp;beredar di\nsosial media.&nbsp; \u201cDan ini buat wali kelas <em>gue<\/em>\nsendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah buangan, mustahil\nberkembang,&#8221; tulis seorang mahasiswi dalam cuitannya di sosmed. &nbsp;<\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2212\" width=\"515\" height=\"343\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-300x200.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-768x512.jpg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-525x350.jpg 525w\" sizes=\"auto, (max-width: 515px) 100vw, 515px\" \/><figcaption>Koordinator Tim Ahli Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ, Jimmy Philip Paat. Foto: Daiva Adinata.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Bahkan seorang seniman yang mengaku sukses juga mengungkapkan kata-kata berkesan kecewa kepada gurunya.\u00a0 \u201cBuat guru SMP aku, yang dulu bilang aku <em>goblok<\/em> dan <em>ngejambak<\/em> cuma gara-gara jawaban aku salah. Yang bilang dulu jadi seniman nggak punya masa depan. Saya kuliah dan keliling pameran ke mana-mana. Bawa ibu saya pameran di Ritz Carlton dan ngerasain rasanya menjadi tamu VIP:),\u201d cuit seorang mahasiswi yang memajang foto mengenakan busana wisuda dengan wajah tersenyum dan memegang bunga.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Masih banyak lagi ungkapan serupa yang menunjukkan betapa para\nmahasiswi maupun mahasiswa itu memiliki memori buruk tentang guru mereka. Pertanyaannya\nadakah kaitan perilaku para guru yang mengendap menjadi memori buruk itu dengan\nkualitas guru yang memprihatinkan?<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menanggapi tentang hal itu, Koordinator Tim Ahli Pedagogik IKA UNJ,\nJimmy Philip Paat mengatakan, \u201ckita mau tidak mau bicara Hulu (dari atas)\nartinya dari LPTK. Guru-guru itu (yang membuat kesalahan total padahal\nelementer) tidak memiliki pedagogik sebagai ilmu, \u201c ujar Jimmy Philip Paat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Menurut Jimmy, Langeveld tokoh pedagogik Eropa\nContinental yang juga dianggap sebagai suhu mazab Langeveldianisme,\nmembuat&nbsp; aksioma pedagogik yang cukup\nmenjelaskan ada apa dengan guru-guru yang menanamkan memori buruk kepada para\nmuridnya. &nbsp;\u201cPendidikan atau mendidik\nharus didasarkan pada fakta yang mendasar: manusia memulai hidupnya sebagai\nanak kecil dan tidak dapat membentuk dirinya menjadi manusia tanpa dibesarkan,\ndididik oleh manusia lain,\u201d kata Jimmy mengutip aksioma pedagogik Langeveld. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"1024\" height=\"683\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5532-1024x683.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2213\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5532-1024x683.jpg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5532-300x200.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5532-768x512.jpg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5532-525x350.jpg 525w\" sizes=\"auto, (max-width: 1024px) 100vw, 1024px\" \/><figcaption>Reboan Pendidikan Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ. Foto: Daiva Adinata.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dosen Prodi Bahasa Perancis UNJ tersebut melanjutkan,\nbahwa dalam ciri keempatnya,&nbsp; pedagogik\nmerupakan disiplin ilmu yang otonom. Keotonomannya terlihat dari kespesifikannya,\nyaitu pedagogik&nbsp; bukan ilmu pengetahuan\nyang menggeneralisasi, atau disiplin ilmu yang \u201ctidak bebas situasi\u201d. \u201cPedagogik\nadalah ilmu pendidikan yang di antaranya berkaitan dengan membantu anak dalam\nkeadaan kongkrit untuk mencapai potensi terbaiknya, \u201c kata Jimmy Philip Paat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Dari penjelasan Jimmy Philip Paat, tampak perilaku para guru menunjukkan ketidakmengertian guru akan pedagogik. Akibatnya, mereka bukannya memfasilitasi para murid untuk mengembangkan potensinya, sebaliknya justru menumpulkan. Kendatipun kenyataan menunjukkan, para murid itu justru berusaha membuktikan bahwa mereka punya potensi, namun kita belum juga mengetahui data pasti berapa dari mereka yang <em>drop out<\/em> karena pendekatan yang salah dalam mendidik seperti itu.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\"><strong>Sejak kapan mutu guru merosot?<\/strong><\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Prof. Dr. H.A.R. Tilaar menyebutkan dalam makalah Dies\nNatalis ke- 34 IKIP Yogyakarta, 18 Mei 1998, bahwa Perguruan Tinggi Pendidikan\nGuru (PTPG), yaitu Satu Fakultas Pedagogik di Universitas Gajah Mada, dan 9\nFakultas Ilmu Pendidikan di universitas negeri lainnya, termasuk Universitas\nIndonesia pernah menghasilkan lulusan guru yang bermutu. Namun usia PTPG hanya\nsatu dasawarsa: 1954 \u2013 1964. Namun begitu Indonesia memulai dengan pembangunan\nnasional (Repelita) kuantitas lulusan guru melebihi kebutuhan, pada saat yang\nsama LPTK (kampus-kampus IKIP Negeri) yang berdiri sejak 1964, tidak meningkat\nsecara kelembagaan maupun mutu hingga 12 LPTK negeri dikonversi menjadi\nuniversitas. <\/p>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image is-resized\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/6be25da4bf61b774ba0710a288b1d8e0Soedijardo-jpg.jpg\" alt=\"\" class=\"wp-image-2214\" width=\"189\" height=\"254\"\/><figcaption>Perancang Kurikulum 1975, Prof. Dr. Soedijarto, M. A.<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Hal itu pula yang menjadi persoalan saat Prof. Dr. Soedijarto\nmerancang Kurikulum Pendidikan Tahun 1975. Penerapan kurikulum tersebut,\nbetapapun untuk merumuskannya, Prof. Soedijarto sampai menghadirkan pakar\nkurikulum Amerika Serikat, namun gagal mencapai tujuan yang diharapkan.\nPenyebabnya karena sebagian besar guru tidak memiliki kapasitas untuk\nmenjalankan kurikulum tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Martabat guru benar-benar di bawah titik nadir. Profesi guru\nsebagai ujung tombak pendidikan di sekolah-sekolah jatuh pada kekerdilan\n(Pidato Prof. Dr. H.A.R. Tilaar saat Dies Natalis IKIP Yogyakarta ke- 34, 18\nMei 1998)<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Sampai di sini, Jimmy Philip Paat sepakat bila sebenarnya\npermasalahan pendidikan nasional ada pada kualitas guru yang rendah.<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">\u201cSaya ingat saat ngobrol dengan pembuat kurikulum 75, Pak\nSoedijarto kalau bicara kurikulum itu. Beliau bilang kira-kira kalau saya pakai\nbahasa saya &#8220;saya &#8220;lupa&#8221; (kata lupa itu saya yang pakai) bahwa\nguru-guru yang saya minta pakai kurikulum 75 itu kebanyakan guru tamatan\nSGA\/SPG di SD. Dan mereka sebenarnya kurang dalam pengetahuan.&#8221;<\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Jadi menurut Jimmy, &nbsp;pembuatnya sendiri mengakui kesalahannya atas\nkegagalan kurikulum 75. \u201cPadahal kurikulum itu sangat baru atau merupakan\nloncatan jauh di saat itu. Dan bagi saya setelah kurikulum 1975 secara mendasar,\n&nbsp;kurikulum selanjutnya tidak berbeda\nperspektif teoritis kurikulum. Nampaknya perubahan kurikulum selalu mengalami\nkegagalan yang sama, yaitu di guru. Tetapi kegagalan yang sama selalu dibuat,\u201dungkap\nJimmy Philip Paat. <\/p>\n\n\n\n<p class=\"wp-block-paragraph\">Berangkat dari persoalan tersebut, upaya merevitalisasi LPTK tidak\nbisa dilakukan dengan mengabaikan penyemaian pedagogik (ilmu pendidikan) baik\nyang beraliran Eropa Kontinental, maupun Studi Ilmiah (Psikologi Pendidikan,\nSejarah Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, dll). <\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mari kita sempatkan untuk melacak persoalannya. Abdullah Taruna, Sejumlah kalimat bernada kekecewaan kepada para guru yang pernah mengajar penulis kalimat itu &nbsp;beredar di sosial media.&nbsp; \u201cDan ini buat wali kelas gue sendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-2209","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Mari kita sempatkan untuk melacak persoalannya. Abdullah Taruna, Sejumlah kalimat bernada kekecewaan kepada para guru yang pernah mengajar penulis kalimat itu &nbsp;beredar di sosial media.&nbsp; \u201cDan ini buat wali kelas gue sendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-11-18T19:27:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-11-18T19:32:27+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Ada Apa Dengan Guru ?\",\"datePublished\":\"2019-11-18T19:27:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-18T19:32:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209\"},\"wordCount\":754,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/IMG_5471-1024x683.jpg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209\",\"name\":\"Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/IMG_5471-1024x683.jpg\",\"datePublished\":\"2019-11-18T19:27:46+00:00\",\"dateModified\":\"2019-11-18T19:32:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/IMG_5471-1024x683.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/11\\\/IMG_5471-1024x683.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=2209#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Ada Apa Dengan Guru ?\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ","og_description":"Mari kita sempatkan untuk melacak persoalannya. Abdullah Taruna, Sejumlah kalimat bernada kekecewaan kepada para guru yang pernah mengajar penulis kalimat itu &nbsp;beredar di sosial media.&nbsp; \u201cDan ini buat wali kelas gue sendiri yang bilang bahwa jurusan bahasa pas SMA adalah Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-11-18T19:27:46+00:00","article_modified_time":"2019-11-18T19:32:27+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Ada Apa Dengan Guru ?","datePublished":"2019-11-18T19:27:46+00:00","dateModified":"2019-11-18T19:32:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209"},"wordCount":754,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209","name":"Ada Apa Dengan Guru ? - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg","datePublished":"2019-11-18T19:27:46+00:00","dateModified":"2019-11-18T19:32:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/11\/IMG_5471-1024x683.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=2209#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Ada Apa Dengan Guru ?"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2209","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=2209"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2209\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2218,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/2209\/revisions\/2218"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=2209"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=2209"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=2209"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}