{"id":1928,"date":"2019-08-24T18:29:51","date_gmt":"2019-08-24T18:29:51","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928"},"modified":"2019-08-24T18:29:51","modified_gmt":"2019-08-24T18:29:51","slug":"soekarno-guru-dan-peradaban","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928","title":{"rendered":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1925\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-105x80.jpeg 105w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Menurut Bung Karno, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur.<\/em><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p>Hendrik Yaputra,<\/p>\n<p>Soekarno mengatakan pendidikan adalah cermin kehidupan sebuah bangsa. Pandangan ini, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan aliran pendidikan nasional saat itu. Waktu itu, berbagai elemen masyarakat mengembangkan sistem pendidikan nasional, seperti sekolah Muhammadiyah, NU dengan pesantren, dan Perguruan Rakyat yang dibuat atas inisiasi tokoh-tokoh PNI. Bagi Soekarno, berbagai macam sistem pendidikan itu adalah bentuk sistem pendidikan nasional Indonesia.<\/p>\n<p>Pernyataan ini disampaikan Dosen Universitas Bung Karno Yana Priyatna dalam Forum Diskusi Pedagogik \u00a0(FDP) IKA UNJ bertema \u201cPemikiran Pendidikan Tokoh Bangsa<strong>\u201d<\/strong> di Ruang 104 Gedung Pascasarjana UNJ. Kegiatan ini dimoderatori oleh Abdullah Taruna ( Koordinator FDP IKA UNJ) dan dihadiri Jimmy Philip Paat (Dosen Bahasa Perancis UNJ), beberapa alumni UNJ, dan beberapa mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana UNJ.\u00a0 Yana Priyatna menyajikan makalah berjudul \u201cPemikiran Pendidikan Ir. Sukarno\u201d.<\/p>\n<p>Yana mengatakan Soekarno pernah menuliskan artikel berjudul \u201cGuru di Masa Pembangunan<strong>\u201d<\/strong> yang dibacakan pada kongres Taman Siswa. Tulisan Soekarno mengenai peran Guru berkaitan dengan situasi Perang Dunia II dan menyebarnya gagasan Fasis Nazi. Soekarno melihat bahaya Fasisme yang bisa menghancurkan peradaban manusia. \u201cDemokrasi hancur, jiwa kejujuran hancur,\u201d kata Yana.<\/p>\n<p>Namun Soekarno tidak pesimis. Ia menganggap selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. Oleh karena itu, posisi Guru penting untuk membangun peradaban manusia. \u201cGuru sebagai rasul peradaban,\u201d kata Yana.<\/p>\n<p>Bagi Soekarno, Guru bertugas menimbulkan kesadaran manusia mengenai kejujuran, jiwa kerakyatan, kemanusiaan, dan jiwa ksatria. Namun, Soekarno mengingatkan, Guru harus memiliki karakter ini dahulu, supaya bisa mengajarkannya kepada murid.<\/p>\n<p>Soekarno juga menekankan Guru tidak boleh menerapkan metode memaksa dalam mendidik dan mengajar. Sebab, tiap anak memiliki kesadaran. Guru harus menerapkan proses dialog dalam mendidik dan mengajar. Proses ini akan menimbulkan timbal balik pengetahuan antara Guru dan murid.<\/p>\n<p>\u201cGuru dan murid harus saling membangun dan menerima. Ada timbal balik pengetahuan. Bung Karno belajar dari rakyat Indonesia, Rakyat juga belajar dari Bung Karno,\u201d kata Yana.<\/p>\n<p>Proses timbal balik juga bisa menumbuhkan kesadaran murid. Setelah murid memiliki kesadaran, ia memiliki kemauan. Kemauan itu berupa kemauan belajar atau kemauan untuk mencari tahu tentang suatu hal. Kemudian, muncul keinginan untuk bertindak. \u201cTiga hal itu yang harus dibangun antara murid dan guru,\u201d kata Yana.<\/p>\n<p>Menurut Yana, sebetulnya, universitas yang kerap kali membahas pemikiran Soekarno ialah UIN Jakarta dan UIN Jogjakarta. Namun, mereka hanya membahas pemikiran Soekarno yang terkait dengan pemikiran pendidikan Islam. Mengenai pendidikan Islam, Soekarno mengatakan pendidikan Islam perlu progresif. Pemikiran itu dapat ditemukan dalam tulisan Soekarno pada tahun 1934, 1939, dan 1940an. Namun, sebenarnya jarang peneliti yang mendalami pemikiran pendidikan Soekarno sebelum tahun itu. Tulisan Berjudul \u201cGuru di Masa Pembangunan<strong>\u201d <\/strong>menjadi contoh pemikiran pendidikan Soekarno yang jarang dibahas.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Menurut Bung Karno, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. \u00a0 Hendrik Yaputra, Soekarno mengatakan pendidikan adalah cermin kehidupan sebuah bangsa. Pandangan ini, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan aliran pendidikan nasional saat itu. Waktu itu, berbagai elemen <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1928","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0 Menurut Bung Karno, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. \u00a0 Hendrik Yaputra, Soekarno mengatakan pendidikan adalah cermin kehidupan sebuah bangsa. Pandangan ini, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan aliran pendidikan nasional saat itu. Waktu itu, berbagai elemen Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-24T18:29:51+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia\",\"datePublished\":\"2019-08-24T18:29:51+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928\"},\"wordCount\":437,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928\",\"name\":\"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-08-24T18:29:51+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1928#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ","og_description":"\u00a0 Menurut Bung Karno, selama guru masih ada, peradaban manusia tidak akan hancur. \u00a0 Hendrik Yaputra, Soekarno mengatakan pendidikan adalah cermin kehidupan sebuah bangsa. Pandangan ini, tidak bisa dilepaskan dari perkembangan aliran pendidikan nasional saat itu. Waktu itu, berbagai elemen Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-08-24T18:29:51+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia","datePublished":"2019-08-24T18:29:51+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928"},"wordCount":437,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928","name":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","datePublished":"2019-08-24T18:29:51+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1928#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Pemikiran Pendidikan Soekarno: Posisi Guru Penting Untuk Membangun Peradaban Manusia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1928","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1928"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1929,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1928\/revisions\/1929"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1928"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1928"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1928"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}