{"id":1921,"date":"2019-08-24T18:10:47","date_gmt":"2019-08-24T18:10:47","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921"},"modified":"2019-08-24T18:27:39","modified_gmt":"2019-08-24T18:27:39","slug":"tinggalkan-metode-hukuman","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921","title":{"rendered":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1925\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-768x576.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-1024x768.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-105x80.jpeg 105w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1.jpeg 1280w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1922\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-300x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-300x300.jpeg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-150x150.jpeg 150w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-768x768.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-1024x1024.jpeg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI-100x100.jpeg 100w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/Reboan-Pendidikan-HUT-RI.jpeg 1224w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><em>Ki Hadjar Dewantara menentang pembiasaan penggunaan metode yang terasa memaksakan kehendak kepada\u00a0 anak.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Hendrik Yaputra,<\/strong><\/p>\n<p>Metode memberi perintah, paksaan, dan hukuman sering dijumpai di sebagian besar lembaga pendidikan Indonesia. Atas nama ketertiban, murid harus mengikuti aturan yang ada. Padahal, belum tentu murid mengetahui fungsi dan tujuan diberikan hukuman.<\/p>\n<p>Pembiasaan memberikan hukuman ini yang ditentang oleh Ki Hadjar Dewantara.<\/p>\n<p>\u201cKi Hadjar Dewantara mengatakan perintah, paksaan, dan hukuman memperkosa kehidupan batin anak. Ini karena orang tidak tahu tentang Ki Hadjar dan tidak ingin tahu tentang ki Hadjar.\u201d kata Jimmy Philip Paat saat menjadi pemateri Forum Diskusi Pedagogik (FDP) \u00a0IKA UNJ Edisi Hari Ulang Tahun Kemerdekaan R.I., yang ke-74, dengan tema \u201cPemikiran Pendidikan Bapak Bangsa\u201d.<\/p>\n<p>Dalam Reboan Pendidikan yang\u00a0 berlangsung pada Rabu, 21 Agustus 2019 di ruang 104 GedungPascasarjana UNJ itu, Jimmy Philip Paat\u00a0 menguraikan sub tema berjudul \u201cKi Hadjar Dewantara Bersama Pemikiran Pendidikan Kontemporer\u201d.<\/p>\n<p>Metode ini juga, lanjut Jimmy, mirip dengan teori pendidikan Behavioristik. Teori pendidikan yang memberikan ganjaran dan <em>reward<\/em> kepada anak. Ia menyayangkan metode ini sudah menjadi kebiasaan dalam sistem pendidikan Indonesia.<\/p>\n<p>\u201cModel ini juga model behavioristik yang memberikan ganjaran dan <em>reward<\/em>. Anehnya behavioristik sudah membatin di Indonesia,\u201d ungkap Jimmy Philip Paat.<\/p>\n<p>Bagi Ki Hadjar Dewantara, hukuman adalah siksaan bagi anak. Pernyataan itu tidak bisa dilepaskan dari pengertianya soal kodrat manusia. Ia mengatakan anak memiliki kodrat sejak lahir. Oleh karenanya, anak memiliki kehendak untuk berpikir dan bertindak. Bila hukuman membatasi kehendak anak, berarti hukuman datang dari luar. \u201cKetertiban itu datang dari luar anak, bukan dari dalam,\u201d kata Pengamat Pendidikan UNJ ini.<\/p>\n<p>Namun, Bila terpaksa melakukan hukuman, Ki Hadjar Dewantara memberikan tiga syarat supaya hukuman tidak salah diartikan anak, yaitu hukuman harus sesuai, hukuman harus adil, dan hukuman harus dilakukan supaya anak langsung tahu kesalahannya. \u201cAnak melakukan kesalahan sekarang, besoknya baru dihukum. Hal itu membuat anak tidak tahu kesalahannya,\u201d kata Jimmy Philip Paat.<\/p>\n<p>Ki Hadjar Dewantara juga mengatakan anak perlu memahami bahwa hukuman yang diberikan merupakan bagian dari proses kehidupan. Tiap tindakan manusia akan menghasilkan akibat. \u201cHarus memberikan penjelasan secara rasional,\u201d kata Dosen Jurusan Pendidikan Bahasa Perancis UNJ ini.<\/p>\n<p><strong>Pendidikan yang Memerdekakan<\/strong><\/p>\n<p>Penolakan metode hukuman terkait pemahaman Ki Hadjar Dewantara tentang pendidikan yang memerdekakan. Ki Hadjar Dewantara mengatakan seseorang dikatakan merdeka bila secara lahir dan batin tidak tergantung dengan orang lain dan bersandar pada kekuatan sendiri. Lebih jelasnya, Ki Hadjar membuat tiga pangkal kemerdekaan, yaitu berdiri sendiri, tidak tergantung orang lain, dan dapat mengatur diri sendiri.<\/p>\n<p>Namun, Ki Hadjar juga mengingatkan manusia merdeka jangan sampai menganggu kemerdekaan orang lain. Tujuanya supaya manusia bisa hidup bermasyarakat dengan tertib.<\/p>\n<p>\u201cDalam hidup merdeka, mereka juga harus ingat bahwa mereka hidup dengan orang lain. Jadi pengertian kehidupan merdeka itu kolektif. Karena, orang juga berhak mendapatkan kemerdekaannya, dan mereka semua itu lebih besar (rakyat),\u201d urai Jimmy Paat.<\/p>\n<p>Namun, Ki Hadjar Dewantara menyadari menjadi manusia merdeka itu tidak mudah. Sebab, seseorang perlu mengatur kehidupan sendiri dengan orang lain supaya tercipta ketertiban. \u201cHal ini berat dilakukan, mungkin mendefinisikannya mudah,\u201d kata Jimmy Paat.<\/p>\n<p>Supaya kemerdekaan seseorang tidak menganggu kemerdekaan orang lain, Ki Hadjar Dewantara mengatakan perlu menguatkan Budi Pekerti.<\/p>\n<p>\u201cBukan Budi Pekerti yang dipahami hari ini. Budi artinya bersatunya pikiran, perasaan, dan kehendak cipta rasa kasa. Sedangkan Pekerti itu tenaga yang mendorong ketiga hal itu. Ketiga hal ini saling berkaitan,\u201d kata Jimmy Philip Paat.<\/p>\n<p>Dengan adanya budi pekerti, manusia bisa mengendalikan dan menempatkan dirinya secara mandiri di masyarakat. Hal ini bagi Ki Hadjar Dewantara merupakan jenis manusia beradab.<\/p>\n<p>\u201cItu lah manusia beradab. Dan itu lah tujuan pendidikan dalam garis besarnya. Manusia beradab itu manusia budi pekerti, manusia budi pekerti itu manusia merdeka,\u201d kata Jimmy Paat.<\/p>\n<p>Selain Jimmy Paat, Forum Diskusi Pedagogik dihadiri Yana Supriatna (Dosen Universitas Bung Karno), Abdullah Taruna (Koordinator FDP\u00a0 IKA UNJ), beberapa alumni UNJ, dan beberapa mahasiswa Sarjana dan Pascasarjana UNJ. \u00a0Diskusi berlangsung hangat\u00a0 sejak pukul 14.40 WIB hingga tanpa terasa petang\u00a0 tiba.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ki Hadjar Dewantara menentang pembiasaan penggunaan metode yang terasa memaksakan kehendak kepada\u00a0 anak. &nbsp; Hendrik Yaputra, Metode memberi perintah, paksaan, dan hukuman sering dijumpai di sebagian besar lembaga pendidikan Indonesia. Atas nama ketertiban, murid harus mengikuti aturan yang ada. Padahal, <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1921","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.7 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Ki Hadjar Dewantara menentang pembiasaan penggunaan metode yang terasa memaksakan kehendak kepada\u00a0 anak. &nbsp; Hendrik Yaputra, Metode memberi perintah, paksaan, dan hukuman sering dijumpai di sebagian besar lembaga pendidikan Indonesia. Atas nama ketertiban, murid harus mengikuti aturan yang ada. Padahal, Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-24T18:10:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-08-24T18:27:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia\",\"datePublished\":\"2019-08-24T18:10:47+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-24T18:27:39+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921\"},\"wordCount\":633,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921\",\"name\":\"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-08-24T18:10:47+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-24T18:27:39+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1921#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ","og_description":"Ki Hadjar Dewantara menentang pembiasaan penggunaan metode yang terasa memaksakan kehendak kepada\u00a0 anak. &nbsp; Hendrik Yaputra, Metode memberi perintah, paksaan, dan hukuman sering dijumpai di sebagian besar lembaga pendidikan Indonesia. Atas nama ketertiban, murid harus mengikuti aturan yang ada. Padahal, Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-08-24T18:10:47+00:00","article_modified_time":"2019-08-24T18:27:39+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia","datePublished":"2019-08-24T18:10:47+00:00","dateModified":"2019-08-24T18:27:39+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921"},"wordCount":633,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921","name":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","datePublished":"2019-08-24T18:10:47+00:00","dateModified":"2019-08-24T18:27:39+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/FDP-Edisi-Kemerdekaan1-300x225.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1921#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Metode Hukuman\u00a0 Tidak Memerdekakan\u00a0 Manusia"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1921","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1921"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1921\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1927,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1921\/revisions\/1927"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1921"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1921"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1921"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}