{"id":1916,"date":"2019-08-24T17:46:28","date_gmt":"2019-08-24T17:46:28","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916"},"modified":"2019-08-24T17:46:44","modified_gmt":"2019-08-24T17:46:44","slug":"pedagogik-untuk-menajamkan-insting","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916","title":{"rendered":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting"},"content":{"rendered":"<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1919\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\" alt=\"\" width=\"225\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg 225w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-768x1024.jpeg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI.jpeg 960w\" sizes=\"auto, (max-width: 225px) 100vw, 225px\" \/><\/em><\/p>\n<p><em>Pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara ialah proses menuntut manusia mengembangkan kodratnya. Oleh karena itu, fungsi pendidikan ialah mempertajam, memperbaiki, serta meninggikan derajat anak<\/em>.<\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Hendrik Yaputra,<\/strong><\/p>\n<p>Hal ini disampaikan Jimmy Philip Paat_Dosen Pendidikan Bahasa Perancis UNJ dalam Forum Diskusi Pedagogik (FDP) IKA UNJ bertema \u201cPemikiran Pendidikan Bapak Bangsa\u201d. Sesuai dengan tema besarnya, FDP IKA UNJ sengaja menyelenggarakan Reboan Pendidikan khusus untuk Peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan R.I., yang ke-74. Kegiatan diskusi dimulai pukul 14.40 WIB hingga selesai, di Ruang 104 Gedung Pascasarjana UNJ, Rabu, 21 Agustus 2019. \u00a0Koordinator FDP IKA UNJ Abdullah Taruna menjadi moderator diskusi yang menghadirkan dua narasumber: Jimmy Philip Paat (Dosen Bahasa Perancis UNJ yang menyajikan sub tema \u201cKi Hadjar Dewantara Bersama Pemikiran Pendidikan Kontemporer\u201d, dan Yana Priyatna (Dosen Universitas Bung Karno) yang membawakan sub tema \u201cPemikiran Pendidikan Ir. Sukarno\u201d. Beberapa alumni UNJ,\u00a0 sejumlah mahasiswa\u00a0 Program Strata 1 dan sejumlah mahasiswa Pascasarjana UNJ turut hadir dalam diskusi ini.<\/p>\n<p>Beberapa hal yang dianggap kodrat manusia, lanjut Jimmy, ialah naluri dan <em>insting<\/em>. Tanpa menempuh lembaga pendidikan, tiap manusia memiliki naluri dan <em>insting.<\/em> \u201cSeorang ibu, dia karena nalurinya dia bisa mengajar anaknya. Naluri itu bawaan. Dalam mendidik, orang tua mendidik anak dengan naluri pendidikan,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n<p>Jadi, naluri dan <em>insting <\/em>merupakan bawaan manusia sejak lahir. Namun, Ki Hadjar mengatakan mengajari anak dengan naluri dan <em>insting<\/em> saja tidak cukup. Perlu ada ilmu pendidikan \u2013 pedagogik &#8211; yang <em>saintific <\/em>supaya mempertajam naluri dan <em>insting <\/em>manusia.<\/p>\n<p>Ki Hadjar Dewantara menganggap pendidikan perlu dibantu disiplin ilmu lain. Saat itu, ia merumuskan ilmu pendidikan perlu dibantu oleh ilmu hidup batin (psikologi), ilmu hidup jasmani (fisiologi), ilmu keadaan (etika), ilmu keindahan (estetika), dan ilmu tambu (sejarah).<\/p>\n<p>Melihat hal itu, Jimmy mengatakan hingga hari ini, ada dua konstruksi pedagogik yang berkembang di dunia. Pertama, kontruksi pedagogik aliran Kontinental yang diikuti Jerman, Belanda, dan negara-negara Nordik. Paham ini menegaskan bahwa ilmu pendidikan merupakan disiplin ilmu yang berdiri sendiri.<\/p>\n<p>Kedua, aliran Anglo Saxon yang diikuti negara-negara Inggris. Ilmu pendidikan aliran ini merupakan bagian dari interdisiplin, seperti Psikologi Pendidikan, Sosiologi Pendidikan, Sejarah Pendidikan, dan Filsafat Pendidikan.<\/p>\n<p>Jimmy Paat sendiri melihat, pengembangan ilmu pendidikan KI Hadjar Dewantara hampir sama dengan aliran Anglo Saxon. Namun, Jimmy sendiri belum mengetahui sebab ilmu pendidikan rumusan Ki Hadjar Dewantara lebih dekat dengan Anglo Saxon. \u201cBelum ada bukti tertulis, saya juga bingung padahal Ki Hadjar pernah belajar di Belanda yang alirannya Kontinental,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n<p>Namun, di tulisan H.A.R Tilaar mengenai perkembangan ilmu pedagogik di Indonesia, Jimmy mengatakan di era kolonial salah satu tokoh pedagogik ialah Montessori. Pendekatan teori pendidikan Montessori membutuhkan bantuan disiplin ilmu lain untuk mengembangkan ilmu pendidikan. \u201cSaya kira, Ki Hadjar paham soal ini,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n<p>Sedangkan sekitar 1944 hingga 1955, salah satu tokoh yang berpengaruh ialah MJ. Langeveld. Langeveld menganggap ilmu pendidikan sebagai ilmu yang berdiri sendiri. \u201cBahkan, saya kira Langeveld masih dipelajari mahasiswa 80an,\u201d kata Jimmy.<\/p>\n<p>Akan tetapi, Jimmy tidak melihat perkembangkan kedua konstruksi pedagogik itu saat ini. Jimmy mengatakan baik pedagogik yang berdiri sendiri maupun yang interdisipliner tidak berkembang di Indonesia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara ialah proses menuntut manusia mengembangkan kodratnya. Oleh karena itu, fungsi pendidikan ialah mempertajam, memperbaiki, serta meninggikan derajat anak. \u00a0 Hendrik Yaputra, Hal ini disampaikan Jimmy Philip Paat_Dosen Pendidikan Bahasa Perancis UNJ dalam Forum Diskusi <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1916","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0 Pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara ialah proses menuntut manusia mengembangkan kodratnya. Oleh karena itu, fungsi pendidikan ialah mempertajam, memperbaiki, serta meninggikan derajat anak. \u00a0 Hendrik Yaputra, Hal ini disampaikan Jimmy Philip Paat_Dosen Pendidikan Bahasa Perancis UNJ dalam Forum Diskusi Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-08-24T17:46:28+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-08-24T17:46:44+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"2 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting\",\"datePublished\":\"2019-08-24T17:46:28+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-24T17:46:44+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916\"},\"wordCount\":492,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916\",\"name\":\"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\",\"datePublished\":\"2019-08-24T17:46:28+00:00\",\"dateModified\":\"2019-08-24T17:46:44+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/08\\\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1916#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ","og_description":"\u00a0 Pendidikan bagi Ki Hadjar Dewantara ialah proses menuntut manusia mengembangkan kodratnya. Oleh karena itu, fungsi pendidikan ialah mempertajam, memperbaiki, serta meninggikan derajat anak. \u00a0 Hendrik Yaputra, Hal ini disampaikan Jimmy Philip Paat_Dosen Pendidikan Bahasa Perancis UNJ dalam Forum Diskusi Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-08-24T17:46:28+00:00","article_modified_time":"2019-08-24T17:46:44+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"2 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting","datePublished":"2019-08-24T17:46:28+00:00","dateModified":"2019-08-24T17:46:44+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916"},"wordCount":492,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916","name":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg","datePublished":"2019-08-24T17:46:28+00:00","dateModified":"2019-08-24T17:46:44+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/08\/WhatsApp-Image-2019-08-25-at-00.35.51-Jimmy-Philip-Paat-FDP-HUT-RI-225x300.jpeg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1916#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mendidik Tidak Cukup Dengan Naluri dan Insting"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1916","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1916"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1916\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1920,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1916\/revisions\/1920"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1916"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1916"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1916"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}