{"id":1535,"date":"2019-02-28T03:35:04","date_gmt":"2019-02-28T03:35:04","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535"},"modified":"2019-02-28T03:35:27","modified_gmt":"2019-02-28T03:35:27","slug":"kenapa-ikip-dikonversi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535","title":{"rendered":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<p><em>Sebelum menjadi universitas, LPTK benar-benar dihinggapi permasalahan. Kecintaan kepada LPTK saja malah bisa menimbulkan sakwasangka.<\/em><\/p>\n<p>Abdullah Taruna<\/p>\n<p>Dua penumpang bus kota duduk bersebelahan di kursi bus kota P.11 rute Pulo Gadung \u2013 Grogol. Saat laju bus warna putih itu sudah tiba di Jalan Jenderal Sudirman, gadis di sebelahnya bertanya. \u201cKuliah di mana Bang? Tanya gadis yang naik dari Pasar Pramuka. \u201cSaya kuliah di IKIP Jakarta,\u201d jawab mahasiswa yang tetap bersikap biasa. \u201cKalau kamu kuliah juga kan? Tanya mahasiswa di samping gadis itu. Gadis itu tidak menjawab. Hanya tersenyum tipis. Lalu mahasiswa IKIP Jakarta itu penasaran dan kembali memberanikan bertanya ulang. \u201cJadi kuliahnya di mana ? Tanya mahasiswa. \u201cDi Trisakti,\u201d jawab mahasiswi dengan hanya satu kata.<\/p>\n<p>Karena berkali-kali bertanya hanya mendapat jawaban pendek. Esok hari berceritalah calon guru itu kepada teman sekampus yang dua tingkat lebih tua semesternya.\u00a0 Kontan teman-temannya pada tertawa ngakak. \u201cYa iyalah, masa kenalan ngaku mahasiswa IKIP. Jadi jangan nyesel, kalau tuh cewek jawabannya jadi nggak resep,\u201d kata para sahabatna berkomentar.<\/p>\n<p>Rektor IKIP Jakarta\/UNJ 1997-2005, Prof.Dr. Sutjipto menanggapi humor masa lalu itu sebagai petunjuk ada persoalan di kampus LPTK yang perlu ditangani. \u201cWaktu itu sebetulnya IKIP itu dianggap perguruan tinggi nomor sekian, karena mahasiswanya dianggap tidak menguasai bidang studi yang diajarkan,\u201d kata Prof.Dr. Sutjipto.<\/p>\n<p>Departemen Pendidikan &amp; Kebudayaan kemudian membuat kebijaksanaan dengan mengirim guru untuk mendapatkan pendidikan ke kampus ilmu murni seperti ITB dan IPB. Langkah ini, menurut Prof.Sutjipto tidak menjawab persoalan. \u201cYang didik itu bukan ilmuwan, tapi yang didik itu guru, yang bisa menerjemahkan pikiran ilmuwan itu menjadi pengalaman yang berarti buat anak-anak. Masalahnya, belum tentu ilmuwan itu bisa mengajar dengan baik. Dia harus tahu bagaimana cara anak berpikir,\u00a0 alurnya bagaimana, dia harus melakukan intervensinya di mana? Terang Prof. Sutjipto.<\/p>\n<p>Hal itu sama artinya bila IKIP tidak dikonversi, kata Prof.Dr. Sutjipto, bisa semakin inferior. Pendek kata, transformasi IKIP ke Universitas dapat berdampak positif.<\/p>\n<p>\u201cPendidikan itu adalah salah satu cabang ilmu yang harus dihargai seperti Cabang ilmu lain. Jadi kalau itu di-<em>merg<\/em> di dalam universitas, itu secara psikologis akan meningkatkan kepercayaan diri. Dari segi profesi dapat terjadi proses saling memperkaya pengalaman antara yang guru dengan yang bukan guru (prodi ilmu murni:RED.),\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Prof.Dr. Sutjipto lalu menyebutkan sisi lemah lembaga pendidikan guru seperti IKIP yang kemudian membentuk anggapan institusi guru sebagai kelas bawah. Menurutnya status IKIP itu membuat pemerintah membuat kebijakan yang pas bandrol untuk LPTK. Sebut saja pada spesifikasi laboratorium. \u201cLab misalnya, yang disediakan oleh pemerintah untuk kita adalah lab pendidikan. Jadi lab untuk mengajar guru-guru itu hanya standar untuk mengajar di laboratorium sekolah. Padahal harusnya labnya sejajar dengan universitas, untuk menemukan sesuatu untuk <em>research<\/em>. Jadi perbedaannya besar sekali,\u201d ungkap Prof.Dr. Sutjipto.<\/p>\n<p>Kendatipun konversi menjadi jalan keluar dari persoalan kelemahan yang menghinggapi LPTK, namun selaku orang pertama yang menjadi arsitek transformasi\u00a0 IKIP Jakarta menjadi Universitas harus benar-benar sabar. Prof.Dr. Sutjipto mengaku sering ditentang para dosen sepuh, yang merupakan Begawan pendidikan IKIP Jakarta.<\/p>\n<p>\u201cTransformasi IKIP ke Universitas pun dicurigai,\u201d ungkapnya. Prof.Dr. Sutjipto tentu harus mau mendengarkan dengan sabar semua kecurigaan itu. Hasil studi banding di sejumlah negara atas kampus produsen guru yang mengkonversi diri bisa menjadi modal untuk meyakinkan para dosen sepuh yang menentangnya. Tokoh ilmu pedagogik yang pernah menjadi murid Pakar Pendidikan Sekolah Dasar Prof.Dr. Pakasih Supartina ini tak menampik pula bila konversi di sejumlah negara menimbulkan gap kultural.<\/p>\n<p>\u201cSebelum Transformasi IKIP menjadi Universitas, saya kan ditugaskan untuk pergi ke mana-mana, satu tim, membandingkan transformasi beberapa lembaga pendidikan guru menjadi universitas. Di Monash University, di Amerika Serikat, kita lihat, memang terjadi gap kultural sementara. Ini memang harus diatasi,\u201d kata Prof.Dr. Sutjipto.<\/p>\n<p>Di Amerika Serikat, tambahnya, orientasi guru sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi di luar sekolah. \u201cKalau di Amerika antara guru dengan pekerja yang di luar kan ditentukan oleh perkembangan ekonomi. Jadi kalau ada resesi, maka banyak yang dipecat, banyak yang jadi guru. Tapi kalau perekonomian maju, guru-guru banyak yang pindah ke perusahaan,\u201d ungkap Prof.Dr. Sutjipto.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; Sebelum menjadi universitas, LPTK benar-benar dihinggapi permasalahan. Kecintaan kepada LPTK saja malah bisa menimbulkan sakwasangka. Abdullah Taruna Dua penumpang bus kota duduk bersebelahan di kursi bus kota P.11 rute Pulo Gadung \u2013 Grogol. Saat laju bus warna putih itu <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2,1],"tags":[],"class_list":["post-1535","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"&nbsp; Sebelum menjadi universitas, LPTK benar-benar dihinggapi permasalahan. Kecintaan kepada LPTK saja malah bisa menimbulkan sakwasangka. Abdullah Taruna Dua penumpang bus kota duduk bersebelahan di kursi bus kota P.11 rute Pulo Gadung \u2013 Grogol. Saat laju bus warna putih itu Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-28T03:35:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-02-28T03:35:27+00:00\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas\",\"datePublished\":\"2019-02-28T03:35:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-28T03:35:27+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535\"},\"wordCount\":657,\"commentCount\":0,\"articleSection\":[\"BERITA\",\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535\",\"name\":\"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"datePublished\":\"2019-02-28T03:35:04+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-28T03:35:27+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535\"]}]},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1535#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ","og_description":"&nbsp; Sebelum menjadi universitas, LPTK benar-benar dihinggapi permasalahan. Kecintaan kepada LPTK saja malah bisa menimbulkan sakwasangka. Abdullah Taruna Dua penumpang bus kota duduk bersebelahan di kursi bus kota P.11 rute Pulo Gadung \u2013 Grogol. Saat laju bus warna putih itu Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-02-28T03:35:04+00:00","article_modified_time":"2019-02-28T03:35:27+00:00","author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas","datePublished":"2019-02-28T03:35:04+00:00","dateModified":"2019-02-28T03:35:27+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535"},"wordCount":657,"commentCount":0,"articleSection":["BERITA","Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535","name":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"datePublished":"2019-02-28T03:35:04+00:00","dateModified":"2019-02-28T03:35:27+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535"]}]},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1535#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Beragam Cerita Di Balik Konversi IKIP Menjadi Universitas"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1535"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1536,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1535\/revisions\/1536"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1535"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1535"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1535"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}