{"id":1523,"date":"2019-02-22T08:33:50","date_gmt":"2019-02-22T08:33:50","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523"},"modified":"2019-02-22T08:34:31","modified_gmt":"2019-02-22T08:34:31","slug":"kronik-dan-pbm-sejarah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523","title":{"rendered":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu"},"content":{"rendered":"<p><strong><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1524\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"225\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-768x576.jpg 768w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-1024x768.jpg 1024w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-105x80.jpg 105w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Masa lalu dan masa depan hanya dipisahkan masa kini. Periodisasi dibuat untuk menjaga agar tidak anakronik. Bagaimana mencegah PBM Sejarah supaya tidak <em>counter productive?<\/em><\/strong><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><strong>Abdullah Taruna,<\/strong><\/p>\n<p>Setelah puluhan tahun mengajar di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta hingga pensiun, Drs. Setiyadi Sulaeman, M.Pd, dosen \u00a0dan penulis buku mata pelajaran sejarah SLTA di era 1990-an mengajak para alumni Prodi Sejarah UNJ merenung. Sudahkah lulusan LPTK\u00a0 mampu mengajar sejarah secara baik?<\/p>\n<p>Pertanyaan-pertanyaan itu terus mengusik Setiyadi Sulaeman beberapa tahun belakangan ini. Puncaknya, semua kegelisahan akan kesenjangan harapan dan kenyataan itu ditumpahkan saat para alumni dan pengurus Ikatan Alumni Mahasiswa Sejarah (IKASA) UNJ berkumpul di Kafejadi, Sabtu, 16 Februari 2019.<\/p>\n<p>Menurut Setiyadi Sulaeman, Pembelajaran Sejarah sejauh ini masih belum mengena, karena lebih mengandalkan kognisi, dan angka-angka periodisasi. \u201cIdealnya seorang guru sejarah mengajarkan kajian sejarah masa lalu untuk menangkap gejala-gejala masa depan,\u201d kata Setiyadi dengan ekspresi khas \u00a0serius dan nada suara melengking.<\/p>\n<p>Setiyadi mengajukan dalih bahwa sejarah itu bukan masa lalu. \u201cPemikir Pembaharuan Islam Iran Ali Syari\u2019ati bilang, bahwa sejarah adalah masa depan. Tapi kenapa masih banyak yang mengajarkan sejarah sebagai masa lalu? Ungkap dosen senior pendidikan sejarah di Prodi Sejarah UNJ yang kini sudah pensiun ini.<\/p>\n<p>Akibat buruk dari model pembelajaran sejarah di ruang kelas seperti itu, bukan hanya membuat para siswa bosan, melainkan juga guru juga tidak bisa mengembangkan imajinasinya dalam mengajar. Lalu bagaimana mungkin mengembangkan imajinasi murid-muridnya.<\/p>\n<p>Setelah guru memahami hakikat sejarah adalah masa depan perkembangan masyarakat, lanjut Setiyadi, maka guru perlu memahami konsep-konsep pendukung yang dipinjam dari berbagai ilmu. \u201cKita tidak perlu menguasai semua ilmu, tapi cukup memahami apa itu konsep politik, konsep ekonomi, sosiologi, antropologi, geografi, Psikologi, untuk membantu guru dalam mengajarkan materi pembelajaran sejarah,\u201d papar alumni dan dosen Prodi Sejarah UNJ yang dikenal piawai dalam mengenalkan konsep-konsep ilmu pengetahuan ini.<\/p>\n<p>Kalau kita tidak menguasai konsep-konsep interdisipliner itu, tambah Setiyadi, ya sulit untuk mengembangkan pembelajaran sejarah di ruang kelas, apalagi untuk membuat para murid memahami mata pelajaran yang kita sampaikan,\u201d terang Setiyadi.<\/p>\n<p>Selain Setiyadi Sulaeman, rekan sejawat Dra. Budiyarti, M.Pd, juga memberikan analisis perkembangan terkini PBM Prodi Sejarah, dan pergulatan pemikiran di Prodi tersebut. Dosen yang dikenal hampir oleh seluruh angkatan Prodi Sejarah, juga di Prodi Pariwisata UNJ itu mengingatkan agar para alumni tidak berpangku tangan melihat stagnasi yang terjadi di Prodi Sejarah.<\/p>\n<p>Berikutnya yang bicara adalah Doktor Rahmat Edi Irawan, yang membahas pentingnya pembelajaran sejarah melalui metode audio visual. Kemudian, Edy Budiyarso, jurnalis yang matang di jagad jurnalisme televisi sebagaimana Rahmat Edi Irawan juga urun rembuk tentang pentingnya penggunaan teknologi audio visual untuk memudahkan pencapaian tujuan pembelajaran sejarah.<\/p>\n<p>Rapat IKASA UNJ yang dipimpin oleh Doktor Juri Ardiantoro itu, dihadiri sejumlah alumni dan Pengurus IKASA,\u00a0 di antaranya: Dra. Budiarti Chudlori, M.Pd, Drs. Setiadi Sulaeman, M.Pd, DR. Rahmat Edi Irawan, Edy Budiyarso, S.Pd, M.Hum, Ahmad Faridi (guru\/pendidik), Sigit Kurniawan (jurnalis radio elshinta), Sri Lestari Werdiningsih (Manajemen Pasar Modal),Rahmat Akbar, \u00a0DR. Dirgantara Wicaksono (dosen Pascasarjana UNJ), Satrio Prio Utomo, S.Pd, M.Hum, dan Wage Wardana.<\/p>\n<p>Selain nama-nama tersebut di atas, rapat IKASA Prodi Sejarah UNJ juga dihadiri beberapa orang peninjau dari Fakultas Sastra UNJ (FPBS: dahulu). Di antfaranya Cak Joko, alumni Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Anton Cekov_alumni Bahasa dan Sastra Perancis, dan alumni Bahasa dan Sastra Arab, Yana Priyatna.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Masa lalu dan masa depan hanya dipisahkan masa kini. Periodisasi dibuat untuk menjaga agar tidak anakronik. Bagaimana mencegah PBM Sejarah supaya tidak counter productive? \u00a0 Abdullah Taruna, Setelah puluhan tahun mengajar di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[2],"tags":[],"class_list":["post-1523","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0 Masa lalu dan masa depan hanya dipisahkan masa kini. Periodisasi dibuat untuk menjaga agar tidak anakronik. Bagaimana mencegah PBM Sejarah supaya tidak counter productive? \u00a0 Abdullah Taruna, Setelah puluhan tahun mengajar di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-22T08:33:50+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2019-02-22T08:34:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu\",\"datePublished\":\"2019-02-22T08:33:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-22T08:34:31+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523\"},\"wordCount\":547,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\",\"articleSection\":[\"BERITA\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523\",\"name\":\"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\",\"datePublished\":\"2019-02-22T08:33:50+00:00\",\"dateModified\":\"2019-02-22T08:34:31+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1523#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ","og_description":"\u00a0 Masa lalu dan masa depan hanya dipisahkan masa kini. Periodisasi dibuat untuk menjaga agar tidak anakronik. Bagaimana mencegah PBM Sejarah supaya tidak counter productive? \u00a0 Abdullah Taruna, Setelah puluhan tahun mengajar di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Jakarta Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-02-22T08:33:50+00:00","article_modified_time":"2019-02-22T08:34:31+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu","datePublished":"2019-02-22T08:33:50+00:00","dateModified":"2019-02-22T08:34:31+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523"},"wordCount":547,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg","articleSection":["BERITA"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523","name":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg","datePublished":"2019-02-22T08:33:50+00:00","dateModified":"2019-02-22T08:34:31+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG_20190215_215751_HDR-1Pak-Setiyadi-Sulaeman-300x225.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1523#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah itu Masa Depan, Bukan Masa Lalu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1523"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1525,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1523\/revisions\/1525"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1523"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1523"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1523"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}