{"id":1504,"date":"2019-02-19T11:30:46","date_gmt":"2019-02-19T11:30:46","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504"},"modified":"2019-02-19T11:30:46","modified_gmt":"2019-02-19T11:30:46","slug":"komunitas-pecinta-budaya-jepang-di-unj","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504","title":{"rendered":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-medium wp-image-1505\" src=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\" alt=\"\" width=\"300\" height=\"215\" srcset=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg 300w, https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12.jpg 720w\" sizes=\"auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px\" \/><\/p>\n<p><strong>\u00a0<\/strong><\/p>\n<p><em>Fenomena komunitas pecinta budaya Jepang, menjadi tanda seberapa dalam budaya Nipon telah masuk ke dalam pikiran generasi bangsa kita.<\/em><\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Hendrik Yap,<\/p>\n<p>Di UNJ, banyak komunitas yang didirikan oleh mahasiswa, salah satunya ialah Jakarta Jepang Lunatic<\/p>\n<p>Club atau JJLC. \u00a0Ini merupakan \u00a0komunitas pecinta budaya Jepang yang didirikan mahasiswa dari berbagai fakultas di UNJ. Komunitas Jepang ini didirikan sejak 14 September 2012.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Putra salah satu pendiri mengatakan JJLC didirikan karena melihat belum ada komunitas pecinta budaya<\/p>\n<p>Jepang di tingkat Universitas. Putra sendiri menyukai Jepang karena Animenya. Ia mengatakan Anime<\/p>\n<p>Jepang memiliki cerita yang menarik. Kemudian, ia mempelajari dan mengenal budaya Jepang. Putra<\/p>\n<p>mengakui ada kemiripan antara budaya Jepang dengan budaya Indonesia, yaitu budaya disiplin<\/p>\n<p>waktunya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Berawal dari hal itu, ia ingin mendirikan komunitas Jepang. Di UNJ, waktu itu, komunitas pecinta budaya<\/p>\n<p>Jepang hanya ada di Hima Bahasa Jepang. \u201cAda Hima Jepang namun hanya sebatas urusan prodi bahasa Jepang,\u201d kata mahasiswa prodi PTIK 2011 ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kemudian, ia mengajak mahasiswa pecinta budaya Jepang lainya untuk mengadakan pertemuan melalui<\/p>\n<p>Grup Facebook. Mereka sepakat mengadakan pertemuan pada 14 September 2012 di UNJ. Ketika hari<\/p>\n<p>tiba, tepat jam 17.00 WIB, delapan mahasiswa datang. Mereka berasal dari berbagai Fakultas di UNJ.<\/p>\n<p>Akhirnya, mereka memutuskan membuat komunitas pecinta budaya Jepang di UNJ.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Di samping itu, mereka juga berdiskusi menentukan nama komunitas. Menurut Putra, diskusi berjalan<\/p>\n<p>lumayan alot. \u201cAda yang ingin menggunakan pure katakana, ada yang simpel namanya Klub Jepang,\u201d kata Putra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah cukup lama berdiskusi, akhirnya nama Jakarta Japan Lunatic Club disepakati. Menurut Putra,<\/p>\n<p>JJLC terdiri dari berbagai kata yang memiliki makna. Menurutnya Jakarta dipilih dari nama Kampus, yaitu<\/p>\n<p>Universitas Negeri Jakarta. Selain itu, Jakarta juga menunjukan kota basis JJLC. Selanjutnya nama Jepang<\/p>\n<p>sesuai dengan fokus peminatan mereka, yaitu budaya Jepang. Kemudian kata Lunatic. Bagi Putra,<\/p>\n<p>Lunatic sering disalahpahami oleh orang lain. Lunatic bukan diartikan gila, melainkan diambil dari nama<\/p>\n<p>monster kelinci di Game Ragnarok Online.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>\u201cKita sebenernya mau fokus ke kelincinya, karena waktu itu bulan purnama. Mitos Jepang mengatakan<\/p>\n<p>ketika melihat ke arah bulan, masyarakat melihat Kelinci sedang numbuk mochi, \u201c kata Putra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sedangkan, menurut Putra pemilihan nama Club mencerminkan kemajemukan anggota JJLC yang<\/p>\n<p>berasal dari berbagai fakultas. Karena kalau organisasi terlalu kaku,\u201d kata Putra.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>JJLC juga langsung membentuk struktur pengurus, penetapan pengurus dan agenda JJLC. Tujuanya agar<\/p>\n<p>komunitas ini dapat berjalan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Setelah itu, tiap minggu JJLC mengadakan pertemuan. Pertemuan itu disebut corner mingguan. Tujuan<\/p>\n<p>pertemuan itu untuk sharing ilmu budaya jepang.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Selain itu, JJLC juga berencana mengadakan workshop, wisata bersama, mengadakan lomba manga, dan<\/p>\n<p>pembuatan cosplay.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kini, JJLC sudah memiliki ketua baru bernama Yoga Aditya. Tidak jauh berbeda dengan Putra, Yoga<\/p>\n<p>menyukai Jepang karena budayanya. Sejak SMA kelas satu, ia sudah menyukai Jepang. Namun, di SMA,<\/p>\n<p>budaya Jepang tidak dipelajari lebih dalam.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Ketika kuliah di UNJ, ia ikut menjadi anggota Komunitas JJLC. Ia mengaku memperoleh pengetahuan<\/p>\n<p>lebih dalam dengan mengikuti JJLC, terutama mengenai perilaku masyarakat Jepang. Menurutnya,<\/p>\n<p>budaya Jepang mengajarkan mengawali sesuatu dengan senyum. Ia mencoba menerapkan hal itu, dan<\/p>\n<p>mengaku mendapatkan hal positif. \u201cAda aja hal-hal positif yang datang, kalau mulai dari senyuman,\u201d<\/p>\n<p>kata mahasiswa prodi Psikologi 2017 ini.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Sebagai Ketua, Yoga mengadakan pertemuan tiap minggu. Pembahasan pertemuan itu diserahkan<\/p>\n<p>kepada masing-masing divisi. Tujuan diskusi itu ialah sharing ilmu antar anggota.Yoga berharap, dengan adanya diskusi itu JJLC dapat menjadi wadah bagi anggota untuk menunjukan<\/p>\n<p>potensinya. \u201cHarapannya, JJLC menjadi wadah atau bahkan panggung bagi tiap tiap anggota untuk<\/p>\n<p>menunjukan potensinya yang terpendam,\u201d kata Yoga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Fenomena komunitas pecinta budaya Jepang, menjadi tanda seberapa dalam budaya Nipon telah masuk ke dalam pikiran generasi bangsa kita. &nbsp; Hendrik Yap, Di UNJ, banyak komunitas yang didirikan oleh mahasiswa, salah satunya ialah Jakarta Jepang Lunatic Club atau JJLC. <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-1504","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"\u00a0 Fenomena komunitas pecinta budaya Jepang, menjadi tanda seberapa dalam budaya Nipon telah masuk ke dalam pikiran generasi bangsa kita. &nbsp; Hendrik Yap, Di UNJ, banyak komunitas yang didirikan oleh mahasiswa, salah satunya ialah Jakarta Jepang Lunatic Club atau JJLC. Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2019-02-19T11:30:46+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ\",\"datePublished\":\"2019-02-19T11:30:46+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504\"},\"wordCount\":570,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\",\"articleSection\":[\"Uncategorized\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504\",\"name\":\"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\",\"datePublished\":\"2019-02-19T11:30:46+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#primaryimage\",\"url\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\",\"contentUrl\":\"http:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2019\\\/02\\\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1504#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ","og_description":"\u00a0 Fenomena komunitas pecinta budaya Jepang, menjadi tanda seberapa dalam budaya Nipon telah masuk ke dalam pikiran generasi bangsa kita. &nbsp; Hendrik Yap, Di UNJ, banyak komunitas yang didirikan oleh mahasiswa, salah satunya ialah Jakarta Jepang Lunatic Club atau JJLC. Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2019-02-19T11:30:46+00:00","og_image":[{"url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg","type":"","width":"","height":""}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ","datePublished":"2019-02-19T11:30:46+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504"},"wordCount":570,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg","articleSection":["Uncategorized"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504","name":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#primaryimage"},"thumbnailUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg","datePublished":"2019-02-19T11:30:46+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#primaryimage","url":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg","contentUrl":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2019\/02\/IMG-20190218-WA0066-1-Berita12-300x215.jpg"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1504#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Komunitas Pecinta Budaya Jepang di UNJ"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1504","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1504"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1504\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1506,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1504\/revisions\/1506"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1504"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1504"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1504"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}