{"id":1329,"date":"2018-12-16T14:23:31","date_gmt":"2018-12-16T14:23:31","guid":{"rendered":"http:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329"},"modified":"2018-12-16T15:09:47","modified_gmt":"2018-12-16T15:09:47","slug":"jejak-begawan-pendidikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329","title":{"rendered":"Jejak Begawan Pendidikan"},"content":{"rendered":"<p>Jakarta, Universitas Negeri Jakarta memiliki sejarah panjang dalam pergulatan pemikiran yang melahirkan para intelektual yang melintas batas dunia ilmu.<\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Deliar Noor<\/strong><\/p>\n<p>Pendidik, intelektual dan politisi.\u00a0 Tiga predikat ini melekat pada mantan Rektor IKIP Jakarta (sekarang UNJ) ini.\u00a0 Almarhum Prof. Dr. Deliar Noor intelektual kelahiran Medan, Sumatera Utara 1926, ini dikenal kritis terhadap praktek politik Orde Baru di bawah rezim Soeharto.<\/p>\n<p>Namun, semua kritik itu bukan tanpa dasar.\u00a0 Deliar Noor dikenal sebagai peneliti, dosen, dan ilmuwan yang berintegritas tinggi yang menyadarkan kritisisme pada ilmu pengetahuan.\u00a0 Karena kecendekiawanan di bidang politik Deliar dikenal sebagai salah satu pengembang dasar-dasar ilmu politik di Indonesia.<\/p>\n<p>Selama hidup, produktivitasnya dalam menulis akarnya menghujam jauh sedari muda.\u00a0 Mengawali karier sebagai penyiar Radio Republik Indonesia (RRI) di awal kemerdekaan 1947, dan melakoni pekerjaan sebagai staf Departemen Penerangan di Singapura. \u00a0Ia juga pernah menjadi wartawan di koran Berita Indonesia dan majalah bulanan Nusantara.<\/p>\n<p>Menamatkan sarjana di Universitas Nasional, dan kemudian melanjutkan studi S2 hingga meraih doktor di Cornell University Amerika 1960-1963.\u00a0 Deliar Noor menjadi peraih gelar PhD pertama dari Indonesia untuk bidang ilmu politik di Amerika dengan desertasinya yang kemudian menjadi buku berjudul \u201cGerakan Modernis Islam di Indonesia 1900-1942\u201d.<\/p>\n<p>Pada tahun 1950, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam Jakarta ini terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus HMI Pusat.\u00a0 Organisasi kemahasiswaan menjadi tangga\u00a0 yang mengantarnya dekat dengan tokoh-tokoh gerakan modern Islam Indonesia, seperti Hamka, Natsir dan Mohammad Roem.<\/p>\n<p>Roda kehidupan turun naik.\u00a0 Sempat sebentar menjadi dosen Universitas Sumatera Utara, kemudian ditangkap aparat Orde Lama karena tuduhan dekat dengan Amerika.\u00a0 Baru setelah pergantian rezim Orde Baru pada tahun 1967 karier Deliar Noor berkibar dan diangkat sebagai Rektor IKIP Jakarta.<\/p>\n<p>Di era reformasi, ketika partai-partai baru bermunculan, Deliar Noor sempat mendirikan Partai Umat Islam.\u00a0 Namun, partai ini tidak berkembang setelah tak lolos <em>parlementary treshold<\/em>.\u00a0 Deliar Noor meninggal di usia 82 tahun di rumahnya di Komplek Perumahan IKIP Jakarta, kawasan Duren Sawit Jakarta Timur, pada Juni 2008.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Winarno Surakhmad<\/strong><\/p>\n<p>Saat kampus-kampus bergolak di akhir tahun 1977 dan awal tahun 1978, Prof Dr. Winarno Surakhmad ini menjadi Rektor IKIP Jakarta (sekarang UNJ).\u00a0 Winarno yang kelahiran Makassar, Sulawesi Selatan ini mengawali pendidikan di Fakultas Kependidikan UGM.\u00a0 Meraih master bidang pendidikan di University State of New York 1958, dan <em>School of Education and Psychology Stanford University<\/em>\u00a0 Amerika Serikat, 1963.<\/p>\n<p>Gelar Doktor dia raih dari IKIP Bandung, sekarang Universitas Pendidikan dan menjadi Guru Besar di IIKIP Jakarta.\u00a0 Dewan Pembina Persatuan Guru Republik Indonesia ini sangat kritis terhadap pemerintah, terkait nasib para pendidik di Indonesia.<\/p>\n<p>Semua ini dilatarbelangi pengalamannya menjadi pengajar di negeri jiran di Malaysia.\u00a0 Saat itu, karena dianggap \u00a0terlalu membela mahasiswa dari Gerakan 77\/78, yang membuat Pembantu Rektor III IKIP Jakarta, DR Arief Rahman ditangkap aparat Orde Baru, bersama Ketua Dewan Mahasiswa Hudari Hamid.\u00a0 Itu semua membuat Winarno kurang disukai pemerintah dan membuatnya memilih hijrah ke Malaysia.<\/p>\n<p>DI negeri jiran itu, ia melihat antusiasme pemerintah Malaysia dalam memajukan pendidkan sebagai investasi sumber daya insani bangsa Melayu. \u00a0Khususnya perhatian penuh bagi kesejahteraan tenaga pendidikan.\u00a0 Inilah yang dirasakan ada <em>gap<\/em> yang jauh, dibanding di Indonesia yang honor pengajar tak lebih dari upah minimal buruh perkotaan dan ini menjadi keprihatinan bagi Konsultan Pendidikan Nasional untuk lembaga Indonesia Jepang (JICA).<\/p>\n<p>Kegetiran kepada dunia pendidikan dan profesi keguruan oleh Prof Win&#8212;panggilan akrabnya\u2014banyak disampaikan lewat berbagai bukunya.\u00a0 Buku terakhir yang beliau tulis, adalah \u201cDari Orbit Kegagalan ke Orbit Keberhasilan\u201d.\u00a0 Terakhir, kritik pedas Dewan Pembina PGRI ini disampaikannya lewat puisi \u201cSekolah Kandang Ayam\u201d sebagai jeritan melihat masih adanya gedung sekolah yang reyot, pada peringatan Hari Guru 2005 lalu di Surakarta. Kritik ini\u00a0 membuat Wakil Presiden Jusuf Kalla yang hadir di acara itu meradang.<\/p>\n<p>Prof Winarno berpulang pada Juli 2016 lalu.\u00a0 Prof Dr. HAR Tilaar, sahabat dan kolega dekat Prof Winarno menyebutnya sebagai &#8216;begawan pendidikan&#8217; yang konsekuen dan pendamba pendidikan nasional yang mengindonesiakan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Prof. Dr. Conny R Semiawan<\/strong><\/p>\n<p>Ketika menjadi Rektor IKIP Jakarta 1984-1992, Prof. Dr. Conny R Semiawan, dikenal dekat dengan mahasiswanya.\u00a0 Sebagai pendidik, ia tahu betul murid-muridnya tak semuanya anak manis yang hanya patuh kepada aturan kampus dan pemerintah.\u00a0 Kepada mahasiswanya yang kritis, Prof Conny adalah \u201cIbu pelindung\u201d yang menjauhkan anak-anaknya dari ancaman kekuasaan di luar kampus.<\/p>\n<p>Lahir dari keluarga ningrat Jawa di Ngawi Jawa Timur, Prof Conny dikenal sebagai pendidik yang egaliter. Lulus sarjana pendidikan dari FKIP Universitas Indonesia 1862, dan meraih gelar Doktor IKIP Bandung dan pernah mengenyam pendidikan <em>Ortopedagogik<\/em> di Belanda 1975 dan <em>Guidance and Counselling<\/em> di Amerika di tahun 1976.<\/p>\n<p>Meniti karier sebagai guru dan dosen, hingga pernah menjadi Kepala Pusat Pengembangan Kurikulum Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. Kepakarannya di dunia pendidikan, diakui berbagai kalangan dan di usianya yang sudah lanjut Prof Conny masih sering tampil sebagai pembicara di berbagai forum diskusi dan seminar.\u00a0 Pada tahun 2015 lalu, Badan Pendidikan PBB UNESCO memberikan penghargaan kepada Prof. Conny, atas jasanya di bidang kemajuan pendidikan nasional, sains, dan komunikasi.<\/p>\n<p>Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, aktif menulis dan bukunya yang tebaru diterbitkan 2017 lalu dengan judul \u201cStrategi Pengembangan Otak\u201d.\u00a0 Sebelumnya beberapa buku telah ditulis, seperti \u201cMetode Penelitian Kualitatif, dan Dimensi Kreatif Dalam Filsafat Ilmu\u201d. (Edy Budiyarso)<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Jakarta, Universitas Negeri Jakarta memiliki sejarah panjang dalam pergulatan pemikiran yang melahirkan para intelektual yang melintas batas dunia ilmu. Prof. Dr. Deliar Noor Pendidik, intelektual dan politisi.\u00a0 Tiga predikat ini melekat pada mantan Rektor IKIP Jakarta (sekarang UNJ) ini.\u00a0 Almarhum <a href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329\" class=\"read-more\">Read More &#8230;<\/a><\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1330,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[4],"tags":[],"class_list":["post-1329","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-tokoh-inspiratif"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v28.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Jakarta, Universitas Negeri Jakarta memiliki sejarah panjang dalam pergulatan pemikiran yang melahirkan para intelektual yang melintas batas dunia ilmu. Prof. Dr. Deliar Noor Pendidik, intelektual dan politisi.\u00a0 Tiga predikat ini melekat pada mantan Rektor IKIP Jakarta (sekarang UNJ) ini.\u00a0 Almarhum Read More ...\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2018-12-16T14:23:31+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2018-12-16T15:09:47+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"893\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"693\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"IKA UNJ\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329\"},\"author\":{\"name\":\"IKA UNJ\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"headline\":\"Jejak Begawan Pendidikan\",\"datePublished\":\"2018-12-16T14:23:31+00:00\",\"dateModified\":\"2018-12-16T15:09:47+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329\"},\"wordCount\":824,\"commentCount\":0,\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/DELIAR-CS.jpg\",\"articleSection\":[\"TOKOH INSPIRATIF\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329\",\"name\":\"Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/DELIAR-CS.jpg\",\"datePublished\":\"2018-12-16T14:23:31+00:00\",\"dateModified\":\"2018-12-16T15:09:47+00:00\",\"author\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\"},\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/DELIAR-CS.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2018\\\/12\\\/DELIAR-CS.jpg\",\"width\":893,\"height\":693},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?p=1329#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Jejak Begawan Pendidikan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"description\":\"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513\",\"name\":\"IKA UNJ\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"IKA UNJ\"},\"url\":\"https:\\\/\\\/ika.unj.ac.id\\\/?author=1\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ","og_description":"Jakarta, Universitas Negeri Jakarta memiliki sejarah panjang dalam pergulatan pemikiran yang melahirkan para intelektual yang melintas batas dunia ilmu. Prof. Dr. Deliar Noor Pendidik, intelektual dan politisi.\u00a0 Tiga predikat ini melekat pada mantan Rektor IKIP Jakarta (sekarang UNJ) ini.\u00a0 Almarhum Read More ...","og_url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329","og_site_name":"IKA UNJ","article_published_time":"2018-12-16T14:23:31+00:00","article_modified_time":"2018-12-16T15:09:47+00:00","og_image":[{"width":893,"height":693,"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"IKA UNJ","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"IKA UNJ","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329"},"author":{"name":"IKA UNJ","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"headline":"Jejak Begawan Pendidikan","datePublished":"2018-12-16T14:23:31+00:00","dateModified":"2018-12-16T15:09:47+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329"},"wordCount":824,"commentCount":0,"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg","articleSection":["TOKOH INSPIRATIF"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329","name":"Jejak Begawan Pendidikan - IKA UNJ","isPartOf":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg","datePublished":"2018-12-16T14:23:31+00:00","dateModified":"2018-12-16T15:09:47+00:00","author":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513"},"breadcrumb":{"@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#primaryimage","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg","contentUrl":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/wp-content\/uploads\/2018\/12\/DELIAR-CS.jpg","width":893,"height":693},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?p=1329#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Jejak Begawan Pendidikan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#website","url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/","name":"IKA UNJ","description":"Media Infomasi Resmi Ikatan Alumni Universitas Negeri Jakarta","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/#\/schema\/person\/c8a71a0d8d42b28cb873e73d5d369513","name":"IKA UNJ","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/c3316bb330f70c0343cd26f149d51e4a9062d2e1b06635ff55337435693add83?s=96&d=mm&r=g","caption":"IKA UNJ"},"url":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/?author=1"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1329","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcomments&post=1329"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1329\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1338,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/posts\/1329\/revisions\/1338"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=\/wp\/v2\/media\/1330"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fmedia&parent=1329"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Fcategories&post=1329"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/ika.unj.ac.id\/index.php?rest_route=%2Fwp%2Fv2%2Ftags&post=1329"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}