Upaya Pemerintah Melindungi Tenaga Kerja Indonesia

Isu membeludaknya Tenaga Kerja Asing (TKA) Cina ke Indonesia yang sempat muncul saat pemilihan Presiden, coba dijelaskan oleh Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Ismail Pakaya. Ia mengakui memang TKA asal China lebih banyak dari TKA negara lain. Namun, TKA China itu hanya bekerja sebagai ahli profesional. “TKA Korea sekitar 9000an, Malaysia ada 4000an, RRC ada 36.000an,” kata Ismail.

Kehadiran TKA di Indonesia merupakan dampak dari perjanjian ekonomi antara Indonesia dengan negara-negara ASEAN. Untuk menghadapi hal itu, kemenaker memberi jaminan perlindungan kepada tenaga kerja Indonesia supaya bisa bersaing dengan TKA.

Jaminan itu tertuang di pasal 28D ayat 2. Pasal ini mengatakan tiap warga negara dijamin mendapat pekerjaan dan imbalan.

Salah satu program yang berlandaskan pasal itu ialah pemberian sertifikat. Sertifikat berfungsi menunjukan kemampuan tenaga kerja agar dapat dipertimbangkan dunia industri.
“Waktu itu kan ada kekhawatiran saat MEA 2016, tenaga kerja asing datang mengambil pekerjaan. Kita mengatasinya dengan pemberian sertifikat,” kata Ismail.

Akan tetapi, saat ini, hanya sedikit perusahaan yang melihat sertifikat sebagai pertimbangan penerimaan kerja. “Rata-rata Industri hanya melihat latar belakang pendidikan, hanya 27 persen yang melihat sertifikat,” kata Ismail.

Selain itu, Kemenaker juga mendorong SMK untuk menciptakan tenaga kerja berkualitas. SMK perlu merubah kurikulum serta bekerjasama dengan dunia industri, supaya dapat memenuhi kebutuhan industri.

Selain pemberian sertifikat dan peningkatan kualitas, Kemenaker berupaya meningkatkan kualitas dengan melaksanakan program pelatihan kerja. Dan berupaya meningkatkan kesempatan kerja.

Ismail mengungkapkan ini saat menjadi pemateri Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ berjudul “Pendidikan Kritis dan Isu Nasionalisme Tenaga Kerja” di ruang 104 Gedung Pascasarjana UNJ (24/7).

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.