UNJ Memiliki Delapan Bakal Calon Rektor

Kamis, 15 Agustus 2019, UNJ menyelenggarakan Dialog Interaktif Bakal Calon Rektor Universitas Negeri Jakarta 2019 – 2023 di Aula Latif Hendradiningrat, Gedung Dewi Sartika. Dialog dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai.

Ada delapan bakal calon rektor hasil penjaringan. Mereka berasal dari berbagai instusi pendidikan yang berbeda, yaitu.

Dr. Komarudin, M. Si. – Lektor Kepala FIS – UNJ

Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd. – Guru Besar FBS – UNJ

Prof. Pauliina Pannen, Ph. D. – Guru Besar – Kemenristekdikti

Prof. Dr. H. Muh. Nur Sadik, MPM. – Guru Besar FISIP – UNHAS

Prof. Dr. Agus Setyo Budi, M. SC. – Guru Besar FMIPA – UNJ

Dr. Sofiah Hartati, M. SI. – Lekttor Kepala FIP – UNJ

Prof. Dr. Ir. Ivan Hanafi. M.Pd. – Guru Besar FT – UNJ

Dr. Awaluddin Tjalla, M. Pd. – Lektor Kepala – Kemendikbud

Pada kesempatan ini, delapan Bakal Calon menyampaikan Visi, Misi, dan Program untuk memimpin UNJ selama empat tahun mendatang.

Sebelum mendengarkan visi, misi, dan program bakal calon, Intan Ahmad selaku Plt Rektor UNJ memberikan sambutannya. Intan mengatakan Universitas merupakan lembaga yang unik, kompleks, dan besar. Unik karena tiap organisasi memiliki ciri khas yang berbeda. Keunikan itu pula yang membuat universitas memiliki kompleksitas sendiri. Bila universitas ingin maju, maka perlu ada managemen organisasi yang baik. “Sehingga dibutuhkan orang-orang yang memiliki kemampuan knowledge dan paham tentang Universitas dan paham nuansa kampus,“ kata Intan.

Setelah Intan, giliran Hafidz Abbas selaku Ketua Senat UNJ memberikan sambutannya. Hafidz mengatakan delapan bakal calon rektor sudah tidak diragukan lagi kemampuannya. Namun, Hafidz mengingatkan supaya tidak melupakan identitas UNJ. Ia menyarankan rektor yang dipilih perlu menguatkan UNJ sebagai kampus pendidikan.

“Kepemimpinan yang datang juga harus bisa memiliki pusat pendidikan. Sebab, Soekarno pernah menaruh prasasti di sini. Ia mengatakan Rawamangun sebagai kota Pendidikan. Jadi, seharusnya UNJ bisa menjadi kiblat kampus pendidikan yang terdepan,” kata Hafidz.

Selain itu, Hafidz berharap UNJ ke depan bisa meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, memperbanyak guru besar, jumlah dan kualitas riset meningkat, Dosen di UNJ minimal S3, dan mampu menambah pemasukan dari riset.

Bagi Hafidz, kepemimpinan yang akan datang, harus menciptakan kondisi Tri Dharma Perguruan Tinggi. Supaya kondisi itu tercipta, perlu difasilitasi dengan sarana dan prasarana yang memadai.

Penulis : Hendrik Yaputra

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.