UNJ dan Wacana Impor Rektor

Menteri Teknologi dan Pendidikan Tinggi M Natsir, ingin mendatangkan dosen asing untuk menjadi rektor di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) . Alasannya, untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia supaya bisa bersaing dengan perguruan tinggi luar negeri.

Dikutip dari Tirto. Id berjudul Ingin Dosen Indonesia Bersaing, Menteri Natsir Impor Rektor Asing, Natsir menegaskan meski ada dosen asing bukan berarti dosen Indonesia tidak memiliki kualitas sebagai pimpinan universitas. Ia berharap adanya dosen asing mampu memicu dosen Indonesia untuk meningkatkan kualitasnya.

Natsir juga menjelaskan, syarat dosen asing menjadi rektor, yakni pertama memiliki jaringan yang banyak dan luas.

Kemudian pengalaman dalam mengelola Perguruan Tinggi, sehingga mereka dapat menaikkan rating universitas yang ia pimpin kelak. Ketiga, mereka bisa berinovasi dengan mencari dana untuk keperluan riset Perguruan Tinggi.

Menanggapi wacana rektor asing, Hafidz Abbas selaku Ketua Senat UNJ mengatakan, sistem di Indonesia belum siap mendatangkan rektor asing. Sebab, selama ini rektor yang bertanggung jawab dan memiliki kuasa mengenai anggaran. Bila ada peraturan yang diubah pun tidak mudah, karena harus melewati DPR dan melewati pembahasan di pemerintah. “Dan banyak lagi hal yang sensitif,” kata Hafiz Abbas.

Hafidz juga mengatakan mendatangkan rektor asing tidak lantas menjadikan PTN maju.

“Memang universitas perlu dimajukan. Tapi, cara memajukannya harus dipahami. Jangan dengan wacana tiba-tiba begini. Seperti kata-kata Pak Habibie, besi itu tidak bisa jadi pesawat terbang dengan hanya keinginan presiden. Harus ada ahli yang membuat itu jadi pesawat terbang, ” kata Hafidz Abbas.

Bagi Hafidz, program ini perlu rencana panjang, tidak asal diwacanakan. Pemerintah perlu membenahi dahulu sistem saat ini, seperti menyamakan standar mutu universitas di seluruh Indonesia. Jika sistem ini belum ada, maka akan merusak heroisme kebanggaan terhadap orang-orang pintar di Indonesia.

Di lain kesempatan, terkait pemilihan rektor UNJ, Hafidz mengatakan UNJ memiliki impian menjadi PTN bereputasi Asia. Oleh sebab itu, UNJ membuka peluang untuk siapa saja yang ingin mendaftar calon rektor, asal sesuai kriteria yang ditetapkan. Peluang ini termasuk untuk dosen asing. “Makanya kita kirim ke seluruh PTN di Indonesia. Biaya pos lebih dari 10 juta. Supaya kita dapat calon yang terbaik,” kata Hafidz.

Menanggapi wacana rektor impor, Fatur, ketua KSR PMI UNJ, mengatakan tidak setuju adanya rektor asing di UNJ. Sebab, rektor dari luar belum mengetahui kondisi mahasiswa, pegawai, dan dosen di UNJ. Lebih baik, calon rektor ialah alumni UNJ.” Mending yang di sini aja, jelas rekam jejaknya dan juga mereka merasakan perkembangan UNJ dari awal,” kata Fatur.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.