Ujian Mandiri UNJ Turun Pendaftar

20 Juli nanti, peserta jalur Mandiri UNJ melaksanakan ujian masuk perguruan tinggi. Muhamad Ridwan selaku Plt Wakil Rektor 1 Bidang Akademik mengatakan, sekitar 22 ribu peserta mendaftar ujian ini. Dibanding tahun lalu, jumlah pendaftar ujian mandiri UNJ mengalami penurunan. Di 2018, peserta yang mendaftar ujian mandiri UNJ sebesar 28 ribu mahasiswa. “Saya lagi mencari tahu sebab penurunan ini,” kata Ridwan.

Padahal, lanjut Ridwan, peminat SNMPTN prodi di UNJ mengalami peningkatan, terutama Program Studi Ilmu Komunikasi.

Terkait penurunan peminat UNJ lewat jalur Mandiri, Ridwan sedang menganalisis prodi apa saja yang mengalami penurunan. Sebab, ada indikasi, prodi yang menurun tidak lagi diminati masyarakat. “Artinya, prodi tersebut tidak lagi relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Ridwan.

Rencananya, UNJ akan menerima peserta lewat ujian mandiri sekitar 1200 orang. Jumlah ini sesuai dengan kuota maksimal yang ditetapkan pemerintah yaitu 30 persen. “SNMPTN 20%, SBMPTN 50%, sisanya jalur mandiri,” kata Ridwan.

Sumbangan Penerimaan universitas

Sebelum mengikuti ujian, peserta sudah melakukan pendaftaran di www.penmaba.unj.ac.id yang berlangsung dari 20 Mei sampai 12 Juli 2019. Calon peserta wajib membayar biaya pendaftaran, dari kisaran 300.000 rupiah hingga 350.000 rupiah.

Saat mendaftar jalur mandiri UNJ, calon peserta akan diberikan kesempatan untuk membayar biaya tambahan. Biaya itu digunakan guna mengembangan universitas. Biaya tambahan itu bernama Sumbangan Pembiayaan Universitas atau SPU. Calon peserta akan membayarkan SPU saat diterima menjadi mahasiswa UNJ.

UNJ menyelenggarakan SPU untuk kedua kalinya. Sebelumnya, SPU diadakan tahun 2018. Di 2018, calon peserta bebas menyumbangkan dana untuk UNJ. Batas minimal menyumbang ialah 0 rupiah. Namun, tahun ini, UNJ memberikan batasan minimal untuk menyumbang, yaitu 750.000 rupiah.

Dilansir dari www.didaktika.com berjudul SPU Hadir Karena UNJ Gagal Mengembangkan Aset, Komarudin selaku Wakil Rektor II bidang keuangan mengatakan, alasan memberikan batasan minimal karena tahun lalu, banyak calon peserta yang menyumbangkan 1 rupiah. Apalagi bagi Komarudin, batasan minimal 750.000 rupiah tidak terlalu besar untuk satu kali pembayaran. “750.000 kita ambil gambaran dari data SPU kemarin,” kata Komarudin.

Komarudin juga mengatakan SPU diterapkan kembali untuk dana tambahan pembiayaan infrastruktur fisik dan fasilitas akademik. Komarudin mengakui UKT mahasiswa dan dana BOPTN tidak cukup menutupi kebutuhan itu.

Tahun ini, UNJ hanya mendapatkan dana BOPTN sebesar 28 milyar. Dana ini digunakan untuk biaya operasional universitas. Di 2018, UKT mahasiswa menyentuh angka 400milyar. Sedangkan, pendapatan SPU 2018 sebesar 2milyar.

Penulis : Hendrik Yaputra

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.