Tim Robotic UNJ Mengalahkan Ratusan Perguruan Tinggi Asing

#TimRoboticUNJJuaraDunia

Ketika sedang bertanding, Robot Sumo dari Tim Robotic UNJ mengalami masalah. Dengan sigap, salah satu anggota Tim Robotic UNJ mencoba memperbaiki robot itu. Naas, ketika memperbaiki robot itu, tangannya terkena senjata Robot Sumo. Akibatnya  tangannya terluka.

Namun pengorbanan tersebut berbuah manis. Tim Robotic UNJ meraih 2 juara dalam Singapore Robotics Games 2019. Dua kemenangan yang diraih dalam kompetisi yang berlangsung  pada 30 hingga 31 Januari bulan lalu itu, yaitu: juara 2 dalam kategori Remote controle Sumo Robot, dan juara 3 kategori Autonomis Sumo Robot. Tim robotic UNJ mampu mengalahkan ratusan peserta dari berbagai negara. Bahkan, mereka berhasil mengalahkan 5 perguruan tinggi Indonesia yang ikut serta, ITB salah satunya.

Ihwal kemenangan itu tidak datang begitu saja. Selain bekerja keras secara tim, juga diperlukan tekad yang kuat untuk menjadi juara. Setidaknya itu terungkap dari penuturan Dandy Cahyo Purnomo, Wakil Ketua Tim Robotic UNJ kepada Hendrik Yap dari Portal Berita Alumni UNJ. Ia menceritakan pengalamannya mempersiapkan diri dalam mengikuti kompetisi. Sebelum bertanding ia dan enam temannya membutuhkan modal dua juta tiap orang. Uang itu digunakan untuk biaya transport, penginapan, serta kebutuhan makan. Beruntungnya, registrasi lomba tidak memungut biaya apa pun. Namun, Dandy merasa dibebani dengan biaya penginapan sebesar satu juta untuk satu malam.

Di hari perlombaan, Dandy memiliki kepercayaan tinggi untuk bisa meraih juara. Meski tim kampus lain memiliki robot yang lebih canggih, ia tetap yakin dapat menang. “Tim kami memiliki keunggulan logika dan mental,” ujar mahasiswa program studi Teknik Elektronika 2017 ini.

Kepercayaan yang tinggi itu mengantar Tim Robotic UNJ meraih juara. Tim Robotic UNJ mendapatkan uang hadiah sebesar 1 juta untuk juara 2, dan 500 ribu untuk juara 3.

Meskipun uang hadiah tak sebanding dengan modal awal, Tim Robotic UNJ tidak menyesal. Mereka puas, sebab kemenangan ini mengharumkan nama Tim Robotic UNJ. “Ini menjadi bukti, bahwa Tim Robotic UNJ dapat memberikan prestasi,” kata Dandy.

Kemenangan Tim Robotic UNJ di Singapura, ialah kemenangan pertama di tingkat international. Selama ini, Tim Robotic UNJ, hanya berhasil memenangkan lomba di tingkat regional dan nasional.

Kemenangan ini juga membangkitkan semangat Tim Robotic UNJ. Dandy menceritakan jatuh bangunnya organisasi ini. Awalnya, Tim Robotic UNJ merupakan bagian dari Unit Kegiatan Mahasiswa di Gd. G. Namun, sepi anggota menyebabkan Tim Robotik UNJ berpikir mempertahankan organisasi. Akhirnya, pada 2009 Tim Robotic UNJ memutuskan pindah status ke Organisasi Fakultas Teknik. Tujuanya agar lebih mudah mendapatkan anggota.

Kebangkitan Tim Robotic UNJ, mulai terlihat sejak 2012. Di tahun itu, mereka mulai aktif mengikuti berbagai lomba yang diadakan, seperti Kompetisi Robot Indonesia. Namun, Tim Robotic UNJ belum memberikan hasil maksimal.

Oleh sebab itu, banyak sindiran yang ditujukan kepada Tim Robotic UNJ. “Tim Batavia sudah ngasih piala, Tim Robotic UNJ kapan?” kata Dandi menirukan sindiran orang lain terhadapnya.

Sindiran itu didengar oleh Tim Robotic UNJ. Dan Tim Robotic UNJ, menjadikan sindiran itu sebagai semangat untuk berjuang. “Dari pengalaman menerima sindiran itu, kita membulatkan tekad untuk memberikan hasil terbaik,” kata Dandy.

Namun, Tim Robotic UNJ juga memiliki masalah dana. Andi Muhammad Muslim selaku Ketua Robotic UNJ mengatakan kebutuhan dana menjadi hal paling penting dalam membangun Tim Robotic UNJ. Ia mengatakan, komponen yang digunakan membuat robot tidak murah. Misal komponen Robot Sumo. Robot itu memerlukan motor untuk menggerakannya. Namun, harga satu motor berkisar 10 juta. Sedangkan, robot membutuhkan dua motor. “Jadi kita butuh dana 20 juta,” kata Andi. Tim Robotic UNJ mengakali kebutuhan dana itu dengan menyewa motor ke perusahaan kenalan Dandi.

Sebetulnya, Tim Robotic UNJ mendapatkan dana dari Fakultas Teknik sebesar 20 juta pertahun. Tetapi, dana itu pun belum cukup. “Ketika ikut lomba di Singapura saja, kita sudah menggunakan 10 juta dari anggaran kami,” kata Andi.

Untuk menutupi kebutuhan itu, Tim Robotic UNJ bekerja sama dengan Perusahaan X-Pirobotic di Surabaya. Perusahaan ini, menyediakan komponen untuk merakit robot. Namun, Tim Robotic UNJ tidak dapat menggunakan komponen selain dari perusahaan ini.

Tim Robotic juga sudah berusaha mengajukan proposal dana ke Wakil Rektor III. Namun, pihak WR III tidak dapat memberikan dana, karena keuangan UNJ belum memasuki buka buku.

Meskipun begitu, Tim Robotic UNJ tetap ingin menunjukan performa terbaik untuk UNJ. Dengan cara, mengikuti berbagai lomba yang ada dan memenangkannya. Harapanya, UNJ akan memberikan dana yang dibutuhkan Tim Robotic UNJ.

Syufrizal, pembimbing Tim Robotic UNJ, sangat bangga dengan prestasi Tim Robotic UNJ. Selama ini, ia selalu memberikan motivasi agar Tim Robotic mendapatkan pengakuan UNJ. “Saya selalu bilang, tunjukan dulu kepada UNJ, baru kita diakui,” katanya.

Bermodal keberhasilan dalam event internasional itu, Syufrizal  mengharapkan kampus akan memberikan dukungan yang besar kepada Tim Robotic UNJ. “Ini ajang international, Tim Robotic UNJ sudah membuktikan yang terbaik. Semoga pimpinan kampus melihat hal ini,” kata dosen Fakultas Teknik ini.

Penulis : Hendrik Yaputra

 

Written by