Teater Bengkel Sastra Menggelar Lakon Keluarga Survive dari Cuaca Ekstrim

 

 

Lika – liku perjuangan keluarga di tengah cucaca ekstrim, namun tantangan dan godaan terus menjadi ujian.

Hendrik Yap,

Di tengah hutan, terdapat sebuah rumah yang ditinggali tiga orang anggota keluarga, yaitu Ivan (Ayah), I pete (Istri), dan Ana (Anak). Tiap hari, Ivan pergi ke hutan untuk mencari bahan makanan. Namun, memasuki musim dingin, Ivan bingung. Di hutan, bahan makanan semakin menipis. Padahal, mereka perlu menyimpan bahan makanan untuk melewati cuaca dingin yang ekstrim.

Di tengah kondisi itu, seorang pria datang ke rumah Ivan untuk menginap. Pria itu mengenakan pakaian mewah serta membawa uang yang banyak dalam tasnya. Mengetahui hal itu, keluarga Ivan menerima pria itu menginap.

Konflik muncul saat itu. Keluarga Ivan curiga uang yang dibawa pria itu merupakan hasil curian. Kemudian, keluarga itu berpikir untuk membunuh pria itu. Sehingga, mereka bisa mengambil harta benda yang dimilikinya untuk pergi meninggalkan hutan dan hidup di tempat yang lebih baik.

Ivan, ditugasi membunuh pria itu. Namun, Ivan tak berani. Ia izin pergi keluar untuk mabuk. Setelah mabuk, ia berjanji akan menyelesaikan tugasnya.

Namun, Ana tidak bisa bersabar menunggu Ivan. Akhirnya, Ana membunuh pria itu. Pria itu meninggal. Sebelum meninggal, pria itu berteriak menyebut nama ibunya. Dan tak diduga, pria itu adalah anak laki-laki keluarga Ivan yang hilang 12 tahun lalu.

Cerita itu, merupakan sinopsis dari pementasan drama yang diadakan oleh Bengkel Sastra atau bengsas. Pementasan itu dimulai sekitar pukul 19.00 WIB hingga 20.30 WIB di Aula S, UNJ (Kamis/21/03).

Trisda Yuliana, Sutradara pementasan, menceritakan pemilihan Lithunia sebagai tema pementasan. Setelah dipilih menjadi Sutradara, Trisda mencoba mencari naskah drama yang ia sukai dan pantas dibawakan. Tak di sangka, ia menemukan naskah itu saat berkunjung ke Taman Ismail Marzuki. Ia menemukan naskah drama Lithuania.

Setelah itu, ia memberitahu hasil temuanya kepada anggota Bengsas. Naskah itu pun disetujui oleh anggota lain.

Selain itu, Trisda juga mengatakan melakukan riset tambahan untuk mengoptimalkan adegan dalam pementasan. Ia perlu mengetahui letak geografi Lithunia, iklim, budaya, dan latar belakang kehidupan masyarakat Lithuania. Tujuanya, agar penonton dapat melihat kondisi dan situasi Lithuania sebenarnya. “Benar-benar detail,” kata mahasiswa Sastra Indonesia 2016 ini.

Setelah pemilihan naskah selesai, proses selanjutnya ialah pemilihan peran. Untuk pementasan kali ini, Trisda mengatakan sebagian besar pemain ialah anggota baru Bengsas. Tetapi, ada juga anggota lama Bengsas yang bermain.

Trisda mengaku baru pertama kali menjadi sutradara. Sebelumnya, ia menjadi pemain teater. Namun, hal itu tidak membuat ia patah semangat. Dengan bantuan teman-temannya, ia optimis dapat menyelesaikan tanggungjawabnya. “Pasti ada beban dan tanggungjawab yang besar, tapi percaya diri aja,” kata Trisda.

Trisda juga berharap dengan adanya pementasan ini, Bensas tidak hanya dikenal di prodi Sastra Indonesia saja, tetapi bisa di kenal semua prodi di UNJ. “Jadi jangan dikenal di prodi saja,” kata Trisda.

Tiyas selaku ketua Bengsas mengapresiasi pementasan ini. Ia juga mengatakan, sebetulnya, pementasan ini ialah ajang latihan bagi anggota baru Bengsas. Mereka diberikan tugas untuk membuat pementasan di UNJ. Tujuanya untuk melatih kemandirian mereka.

Selain itu, Tiyas berharap penonton dapat menangkap pesan yang disampaikan dalam pementasan itu. “Saya harap, penonton dapat memahami pesan pementasan ini” kata Tiyas.

Lutfia Harizuandini salah satu penonton mengatakan, kagum dengan penampilan pemain dan cerita pementasan. Ia menambahkan, para pemain sungguh mendalami peranya. “Pemainya keren,” kata Lutfia.

Selain itu, pementasan ini mengambarkan perjuangan manusia untuk bisa bertahan hidup dengan berbagai cara. Namun, nyatanya cara yang ditempuh tidak sesuai dengan perasaan kita. Ia berharap, penonton lain juga dapat menangkap pesan pementasan ini.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.