Plus Minus Syarat SKS Baru

Indeks Prestasi Semester menjadi ukuran besar kecilnya jumlah SKS perkuliahan yang boleh diambil para mahasiswa. Mereka yang berorganisasi harus belajar ekstra.

 

Hendrik Yap,

Tiap perguruan tinggi memiliki kurikulum yang menjadi pedoman dasar berjalannya pendidikan. Tujuannya untuk meningkatkan kualitas akademik mahasiswa. Selain itu, sistem pendidikan juga membutuhkan penilaian. Sistem Indeks Prestasi Semester (IPS) dipilh untuk mengukur sejauh mana kemampuan akademik mahasiswa tiap semester. Kemudian, tinggi-rendahnya nilai IPS menentukan satuan kredit semester (sks) yang diambil mahasiswa.

Di UNJ, berdasarkan Peraturan Rektor No. 7 Tahun 2018, mengenai Peraturan Akademik Mahasiswa, mahasiswa dapat mengambil 24 sks bila memperoleh IPS lebih dari 3,50. Lalu mahasiswa yang memperoleh IPS dari 2,75 hingga 350 hanya dapat mengambil 22 sks. Kemudian, 20 sks harus mendapat IPS dari 2,00 hingga 2,75. Sedangkan, IPS di bawah 2,00 hanya diperbolehkan mengambil 12 SKS.

Peraturan ini, mengundang berbagai pendapat dari mahasiswa. Hapis, mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah 2015 mengatakan, tujuan peraturan ini agar mahasiswa fokus belajar di kelas bersama dosen dan memaksimalkan dirinya untuk mendapat nilai tinggi. Tujuannya agar mahasiswa lulus dalam waktu 3,5 tahun – khususnya Mahasiswa Strata Satu. “Mahasiswa diajak benar-benar belajar dalam kelas,” kata Hapis.Sebelumnya, berdasarkan panduan akademik mahasiswa UNJ 2015, mahasiswa dapat mengambil 24 sks dengan memperoleh IPS 3,00. Kemudian, IPS dari 2,51 hingga 3,00 dapat mengambil 22 SKS. Lalu, IPS dari 2,00 hingga 2,51 dapat mengambil 18 sks.

Hapis sendiri sepakat dengan keputusan ini karena mahasiswa dapat lulus cepat. Namun, justru kebijakan itu berbahaya bagi mahasiswa yang mengikuti organisasi kampus. Sebab, mereka akan lulus lebih lama.

Pendapat senada di ungkapkan oleh Bimo, mahasiswa prodi Transportasi 2018. Mahasiswa yang mengikuti organisasi Unit Kegiatan Mahasiswa di Gd. G ini, mengatakan peraturan ini akan berpengaruh terhadap minat berorganisasi mahasiswa. Menurutnya, mahasiswa akan mengalami dilema, antara memilih fokus mencari nilai atau organisasi. Baginya, organisasi mampu membuat mahasiswa sibuk. Banyak mahasiswa yang berorganisasi tidak lulus sesuai dengan standar waktu kelulusan, yaitu 4 tahun. “Nanti jadi tidak fokus,” kata Bimo.

Aldo, mahasiswa prodi Geografi 2016, juga berpendapat sama. Ia mengatakan banyak teman-temanya yang sudah semester IV harus berhenti untuk berorganisasi. Mereka takut nilai IPS-nya turun dan lulus lebih lama. “Takut IPnya anjlok,” kata mantan Ketua Bem Prodi Geografi ini.

Aldo menduga peraturan itu dirumuskan untuk memacu kualitas akademik mahasiswa UNJ. Tujuanya untuk mengembalikan akreditasi UNJ yang turun. Sebelumnya, akreditasi UNJ ialah A, tapi turun menjadi B. “Untuk itu, salah satu stimulusnya adalah menaikan standar nilai IP untuk mengambil sks,” kata Aldo.

Achmad Ridwan, Wakil Rektor IV bidang Perencanaan dan Kerjasama, yang kini menggantikan tugas Wakil Rektor I bidang Akademik, mengaku tidak mengetahui secara detail pertimbangan adanya Peraturan Rektor No.7 Tahun 2018. Sebab, peraturan itu dibuat ketika Muchlis Rantoni masih menjabar sebagai wakil rektor I. Saat ini, Muchlis menjabat sebagai Inspektur Jendral Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Meskipun begitu, Ridwan akan memberi informasi mengenai peraturan itu.  “Saya akan cek lebih dahulu peraturan akademiknya, karena dibuat saat saya hanya memegang wakil rektor IV. Nanti saya informasikan ya,” kata Ridwan.

Sore tadi, saya meminta penjelasan kepada Plt Rektor Intan Ahmad melalui via chat di WhatsApp. Namun, Intan sedang sibuk dan menyarankan saya meminta penjelasan wakil rektor I. “Sorry saya sedang rapat, nanti wakil rektor I yang akan menjelaskan,” kata Intan.

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.