Di Negara Berideologi Patutkah Mahasiswa Netral?

 

Pasal kewajiban mahasiswa bila perlu tidak menggeneralisasi ideologi

Hendrik Yap,

Pertanyaan tersebut secara tersirat mengemuka dalam Launching Majalah Didaktika Edisi 48. Saifur Rahman, Dosen Program Studi Sastra Indonesia dalam diskusi Launching majalah Didaktika terbaru menyoroti statute UNJ yang baru, khususnya Pasal 84, ayat 3 yang mengatur mengenai kewajiban mahasiswa agar bersikap netral dan non partisipan terhadap partai politik tertentu. Pasal tersebut didasari dalih, bahwa partai politik membawa ideologi yang tidak pantas bagi mahasiswa sebagai civitas akademika. Jadi, mahasiswa harus menghargai nilai-nilai akademik untuk menyampaikan kebenaran.

Saifur Rahman berpendapat berbeda dari logika itu. Menurutnya kata netral menandakan  sikap mahasiswa yang tidak berpihak ke ideologi apapun. Saifur membenturkan sikap itu dengan Pancasila. Sebab, menurut Saifur, Pancasila merupakan ideologi. Bila mahasiswa harus bersikap netral hal itu menjadi kontradiksi. “Itu kan artinya kita tidak netral,” kata Dosen program studi Sastra Indonesia ini.

Saifur menyarankan, sebaiknya kampus memberikan kebebasan mahasiswa untuk berekspresi dan berkumpul. Ia juga mengharapkan kampus dapat menciptakan iklim demokrasi. Supaya, mahasiswa dapat mengembangkan pemikirannya.

Saran Saifur sejalan dengan pendapat Novada. Aktivis pendidikan asal Universitas Brawijaya ini mengatakan, kebebasan mahasiswa untuk berpendapat seharusnya didengar pihak kampus. Sebab, pihak kampus melayani mahasiswa. Baginya mahasiswa tidak asal memberikan pendapat. Mahasiswa merasakan sendiri kebutuhan perkuliahannya.

Namun, Novada menyarankan pendapat mahasiswa harus sesuai data. Mahasiswa harus menggunakan kemampuan akademiknya untuk berpendapat. Tidak adanya data dapat menghilangkan kesempatan mahasiswa untuk meminta hak kepada kampus. “Data itu penting,” kata Novada.

Acara Launching Majalah Didaktika Edisi ke-48 berlangsung atraktif. Puluhan mahasiswa hadir dan terlibat dalam diskusi yang berlangsung  pada Rabu, 13 Februari 2018, di  Aula Maftuhah Yusuf, Gd. Dewi Sartika.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.