Seminar Penguatan Fungsi Pendidikan Media Mendapat Banyak Perhatian

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Ketua Panitia Seminar dan Launching Website Alumni UNJ, Edy Budiyarso, S.Pd, M.H, Kamis siang. “Persiapan pelaksanaan Seminar dan Launching Website Alumni UNJ sudah 90 persen. Undangan dalam bentuk meme yang disebar di sosial media mendapat banyak perhatian netizen,” Kata Edy Budiyarso, Ketua Panitia Seminar dan Launching Website Alumni Universitas Negeri Jakarta (UNJ) kepada Tim Berita pada Kamis (13/12).

Mantan wartawan Majalah Tempo, dan Produser Eksekutif I-news TV ini mengungkapkan data numerik ketertarikan para netizen dengan seminar dan launching website milik alumni UNJ. “Dari data insight Facebook Fanpage Pendidikan Indonesia, sejak diunggah pada Rabu petang, hingga Kamis sore sudah dibaca 185 pemilik akun,” kata Edy Budiyarso.

Indikator insight dari Fanpage Facebook bernama Pendidikan Indonesia menunjukkan ketertarikan para netizen. “Ada dua hal yang menunjukkan ketertarikan para netizen: pertama topiknya yang masih sangat aktual; kedua para pembicaranya memiliki kapasitas akademik, serta memegang posisi di bidang media dan informasi yang masih aktif,” jelas jurnalis senior yang pernah aktif dalam gerakan Forum Komunikasi Pers Mahasiswa Jakarta (FKPMJ) tahun 1995-1996.

Berdasarkan Pasal 3, Undang-undang No. 40 Th. 1999 tentang Pers, lanjut Edy Budiyarso, salah satu fungsi pers/media nasional adalah sebagai media pendidikan atau edukasi. “Perkembangan teknologi informasi telah membuka kesempatan luas kepada warga masyarakat untuk bisa menjadi insan media, tanpa perlu repot –repot mengikuti pendidikan khusus di bidang pers. Ini menguntungkan di satu pihak, di pihak lain memiliki kesempatan dari sisi pertanggungjawaban kebenaran beritanya. Ini melatar belakangi banyaknya terjadi berita hoax,” kata Edy Budiyarso.

Karena itu, kata Edy Budiyarso, Seminar ini sengaja dibuat untuk merevitalisasi fungsi pers sebagai media edukasi, sebagai saran pendidikan untuk memupus menjamurnya berita hoax.
Ketua Umum Ikatan Alumni UNJ Juri Ardiantoro, P.hD, turut menguatkan penjelasan Edy Budiyarso. “Kemajuan Revolusi Industri berbasis Teknologi Informasi generasi 4.0, telah melahirkan era yang dikenal sebagai post truth-era pasca kebenaran. Pada perkembangan ini, kebenaran menjadi trend yang tidak diukur dari benar tidaknya fakta, atau berdasarkan metodologinya. Sebaliknya, meski faktanya tidak benar, namun diperjuangkan sekuat-kuatnya untuk menjadi benar tentu dengan dukungan kecanggihan teknologi informasi. Alumni UNJ ingin meluruskannya dengan meluncurkan website berita alumni, serta Seminar tentang Penguatan Media sebagai Sarana Pendidikan anti Hoax dan Hate Speech,” ungkap Ketua Umum IKA UNJ yang menyandang tiga gelar akademik dari tiga kampus berbeda: UNJ, UI, dan Universitas Kebangsaan Malaysia.

Seminar yang diselenggarakan Ikatan Alumni UNJ tersebut akan diselenggarakan pada Hari Selasa, 18 Desember 2018, di Aula Bung Hatta, Pascasarjana UNJ. Ketiga pembicara telah menyatakan kesiapannya untuk menyukseskan acara tersebut. Ketiganya adalah: Yuliandra Darwis, PhD (Ketua KPI Pusat), DR. Rahmat Edi Irawan (Alumni UNJ/Wapemred Net TV); Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan Pers). Adapun diskusi tersebut akan dimoderatori oleh Erlinda, M. Pd.(Alumni UNJ/Komisioner KPAI 2014-2017). (Abdullah Taruna)

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.