Prof. Dr. Sutjipto : Sikap Kecintaan Guru terhadap Tanah Air Sangat Penting

Tanggung jawab guru bukan hanya mengajar.

Abdullah Taruna

“LPTK saat ini sedang diuji oleh tantangan merosotnya nilai luhur bangsa seperti kemanusiaan, kejujuran, dan komitmen,” kata Rektor IKIP Jakarta/ Universitas Negeri  (UNJ) Periode 1997-2005, Prof. Dr. Sutjipto.

Prof. Dr. Sutjipto, Rektor IKIP Jakarta/ UNJ 1997 – 2005

Sebutan bagi LPTK  (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan) saat ini berarti dimaksudkan kepada  12 universitas eks IKIP Negeri, 34 FKIP Negeri, Universitas Terbuka, dan 377 LPTK Swasta.

Menurut Sutjipto, LPTK tidak bisa melepaskan tanggungjawabnya dalam menghadapi tantangan tersebut, karena tugas guru bukan semata mengantarkan ilmu pengetahuan kepada peserta didik.

“Guru kan bukan orang yang hanya menumpahkan ilmu kepada murid. Yang penting dari guru saya kira justru sikap kecintaannya terhadap tanah air, kejujuran, memikirkan masyarakat dan juga memikirkan dirinya sendiri,” terang Sutjipto.

Sikap kecintaan guru atas tanah air, kemanusiaan, dan nilai-nila kejujuran, menurut Sutjipto sangat penting, sekaligus menjadi tanggungjawab moralnya secara sosial dan kebangsaan.

“Jangan sampai misalnya, oke yang penting saya masuk surga, meskipun yang mati banyak untuk saya masuk surga. Kayak bom bunuh diri, berpikir dia untuk masuk surga tapi membunuh yang lain. Nanti jangan-jangan ada guru yang berpikiran seperti itu. Kalau itu yang diajarkan,  itu kan berbahaya sekali,” kata Pakar Manajemen Pendidikan yang kini menjabat Direktur Pascasarjana Universitas Pancasila Jakarta.

Menurut Sutjipto, UNJ dan seluruh LPTK di Indonesia perlu  mencegah jangan sampai hal itu terjadi.  

“Jadi sampai seberapa jauh, memonitor sikap-sikap mahasiswanya. Bukan hanya tentang kompetensi akademiknya, tetapi juga kepribadian, tanggungjawabnya terhadap bangsa dan tanah air. Saya kira itu perlu,” kata Sutjipto tentang langkah-langkah yang perlu dilakukan LPTK untuk mencegah kemersosotan nilai luhur seperti kemanusiaan, kejujuran, dan komitmen kebangsaan.

Koordinator Tim Ahli Pedagogik FDP IKA UNJ Jimmy Philip Paat menyerahkan cendera mata kepada Prof. Dr. Sutjipto.

Selain tantangan tersebut, dalam Forum Diskusi Pedagogik Ikatan Alumni UNJ bertema “Masa Depan LPTK Di Indonesia” Prof. Dr. Sutjipto juga menyebut beberapa tantangan lainnya yang sedang dihadapai LPTK Dewasa ini yaitu:

  • Perubahan yang amat cepat dalam jenis dan jumlah pekerjaan, merosotnya kualitas lingkungan hidup, tatanan budaya baru yang perubahannya amat cepat,
  • Tantangan kebangsaan seperti persatuan dan kesatuan,  keadilan, kemakmuran, masalah korupsi.
  • Kecepatan perkembangan ilmu dan teknologi serta usaha belajar yang tidak linear (artificial intelligence, big data)

Forum Reboan Pendidikan FDP IKA UNJ dalam momentum Nujuh Bulan perjalanan diskusinya, beberapa waktu lalu juga menghadairkan Rektor IKIP Jakarta Periode 1992-1997, Prof. Dr. Anna Suhaenah Suparno, Warek II UNJ Dr. Komarudin Sahid, M.Si, yang kini sudah menjadi Rektor UNJ, juga Sekjen IKA UNJ Dr. Suherman Saji.

Selain dihadiri hampir seratus orang mahasiswa,  Nujuh Bulan Forum Diskusi Pedagogik IKA UNJ juga dihadiri dosen senior Pendidikan Sejarah_Dra. Budiarti, M.Pd., Dosen Fakultas Tekhnik_Dr. Yusro, dan juga sejumlah pegiat pendidikan dari beberapa perguruan tinggi di Ibu Kota Jakarta.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.