Prof. Dr Nana Supriatna, M.Ed: Ranking Universitas Eks IKIP Tidak Lebih Jelek Dibandingkan dengan Universitas Lainnya di Indonesia

 

 

Abdullah Taruna

Ranking universitas  eks IKIP tidak lebih jelek dibandingkan dengan universitas lainnya di Indonesia. UPI, misalnya, berada di ranking 13 besar di Indonesia dan dalam rentang 400 sampai dengan  500-an Asia,” kata Prof.Dr. Nana Supriatna, M.Ed, Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), menjawab pertanyaan Abdullah Taruna via WhatssApp (29/07/19), tentang ketiadaan perguruan tinggi negeri eks IKIP yang masuk daya saing dunia.

Dikutip dari KRJOGJA.com, dari 4700 perguruan tinggi di Indonesia, yang masuk daya saing dunia hanya tiga kampus negeri, yaitu: Universitas Indonesia (UI), Universitas Gajah Mada (UGM) dan Institut Teknologi Bandung (ITB). “Ngeri Sekali Indonesia itu. Indonesia bangga di dalam negeri sendiri, tapi tidak punya daya saing di luar negeri,” kata Menristekdikti Mohamad Nasir, Senin, 22 Juli 2019.

Berangkat dari rendahnya daya saing di kanca internasional itu, wacana mendatangkan rektor dan staf pengajar dari luar negeri kembali  dimunculkan. Menristekdikti M. Nasir  menyatakan, pada 2020, Presiden R.I. Ir. H. Joko Widodo mencanangkan kembali rektor dari perguruan tinggi asing. Untuk menindaklanjutinya, Kemenristekdikti akan melakukan mapping.

Untuk universitas eks IKIP Negeri, kata Nana Supriyatna, tidak jelek – jelek amat sebenarnya, sama-sama di rentang ratusan dibanding UI, UGM, ITB. “Ketiga universitas di atas (UI, UGM & ITB: Red.) juga masih dalam rentang ratusan, hanya lebih tinggi dari universitas lainnya di Indonesia,” ungkap Nana Supriatna.

Prof.Dr. Nana Supriyatna kemudian menjelaskan kenapa daya saing perguruan tinggi nasional begitu minim. “Kita “terlanjur” memilih sistem ekonomi pasar dalam ideologi neoliberal. Dalam dunia pendidikan pun sama. Sistem pe-ranking-an, asesment, quality assurance,  riset, akademik, publikasi, dll juga sama. Kita mengikuti standar global. Masalahnya, apakah regulasi kita siap dengan rektor asing menjabat di universitas kita? Apakah siap juga ngikut segala macam aturan yang berlaku di kita?  Beberapa aturan bisa bertabrakan atau kontraproduktif dengan semangat meningkatkan ranking universitas kita,” ungkap  Prof. Nana.

“Saya akan lihat lagi aturan yang tidak mendukung, saya akan cabut. Peraturan pemerintah juga akan disederhanakan supaya memberikan kesempatan bagaimana kompetisi rektor dari luar negeri,” jelas Menristekdikti M. Nasir sebagaimana dikutip dari KRJOGJA.com. (Bersambung)

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.