POMNas XVI DKI Jakarta Berbeda dan Lebih Meriah

Sajian tariannya sampaikan pesan aneka keberagaman Indonesia.

Henrik Yaputra,

Pembukaan POMNas XVI DKI Jakarta berlangsung meriah di Stadion  Gelanggang Mahasiswa Soemantri Brodjonegoro (GMSB) Kuningan, Jakarta Selatan. Sorak sorai penonton menambah meriah saat tarian kolosal ditampilkan. Disusul oleh parade defile masing-masing provinsi di Indonesia.

Rasyono, pelatih petanque Jambi, mengaku kagum dengan konsep acara pembukaan POMNas DKI Jakarta.

Momen yang paling berkesan, lanjut Rasyono, saat penampilan tarian kolosal. Menurutnya tarian itu dalam maknanya. Tarian itu menggambarkan keberagaman budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Lebih lagi, persatuan indonesia

Wakil Rektor III UNJ, Prof. Dr. Achmad Sofyan Hanif

Baginya, perbedaan pembukaan POMNas 2017 dan POMNas 2019 yang diketuai Prof. Dr. Achmad Sofyan Hanif, Wakil Rektor III UNJ, sangat berbeda.

“Pembukaan POMNas 2017 itu acaranya siang hari di ruangan tertutup, kalau di sini malam hari dan outdoor. Jadi ada kesan lebih enjoy dan meriah. Jumlah penari sekarang juga lebih banyak” katanya.

Pria kelahiran tahun 1988 itu juga menyatakan sangat terhibur dan senang menghadiri pembukaan POMNas XVI di DKI Jakarta. Dibuktikan oleh sedari tadi ia terus memotret.

“Semoga POMNas 2019 ini berjalan dengan lancar, sukses, juga siap menjadi juara-juara untuk Indonesia.” Harapnya.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.