Pesan Ahmad Sofyan Hanif Untuk Peserta POMNas ke-16

Membangun mental bertanding itu lebih bernilai dibanding masalah menang maupun kalah.

Hendrik Yaputra,

Pembukaan Pekan Olahraga Mahasiswa Nasional (POMNas 2019) digelar dengan sangat baik dan mengesankan. Ahmad Sofyan Hanif, Wakil Rektor III UNJ sekaligus ketua Panitia Penyelenggara POMNas Ke-16 tahun 2019, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat.

“Tanpa dukungan yang tanpa kenal lelah, baik besar maupun kecil, mustahil pentas pembukaan berjalan dengan baik,” Kata Sofyan Hanif saat ditanya wartawan, Kamis malam, 19 September 2019.

Ketua Panpel POMNas, Prof. Dr. H A Sofyan Hanif

Sofyan menyatakan setelah pembukaan ini, semua mahasiswa dengan kostum atlet, benar-benar fokus pada pertandingan. Mereka akan mengejar hasil terbaik untuk meraih kemenangan.

” Mengejar hasil terbaik. Mengejar medali tertinggi. Tentunya akan ada yang menang. Akan ada yang tidak menang. Akan ada yang sukses. Akan ada yang kurang berhasil,” kata Sofyan.

Sofyan juga mengingatkan para mahasiswa supaya tidak patah semangat bila tak mendapat kemenangan. Baginya, kemenangan bukan tujuan akhir.

“Atlet-atlet kontingen negara-negara itu memang tidak dapat medali di sini. Tapi, itu bukanlah sebuah kesalahan. Hal itu justru awalan untuk pengembangan olahraga sebagaimana atlet renang Yaman yang berlatih dalam kondisi perang di negaranya. Itu kata Direktur Jenderal OCA Husain Al-Mussalam, dalam salah satu komentarnya bertepatan dengan penyelenggaraan Asian Games di Jakarta dan Palembang tahun lalu, ” kata Sofyan.

Menurut Sofyan, bila kalah dalam pertandingan tak perlu patah semangat. Kekalahan dapat menjadi pelajaran untuk menata diri demi penampilan yang lebih baik di ajang pertandingan berikutnya.

“Mereka yang sukses, juga tak perlu mengecilkan mereka yang kalah. Kemenangan di POMNas juga bukan tujuan akhir. Ada event-event besar di depan yang harus mereka taklukkan,” ujar Sofyan.

Selain itu, ajang ini juga untuk memperkuat persahabatan antarmahasiswa dan antarprovinsi.

” Saya ingin kembali saya ingatkan, para atlet tampil di sini tak sekadar mengejar kemenangan dan bersaing. Atas nama persahabatan antarmahasiswa, antarprovinsi, di ajang ini para atlet juga harus belajar menghargai mereka yang kurang berhasil. Sebab, tanpa mereka yang gagal, takkan ada mereka yang berhasil. Keduanya seperti sekeping mata uang dengan dua permukaan yang berbeda, ” kata Sofyan.