Peringkat Tinggi Belum Dibarengi Peningkatan Sarana dan Prasarana

UNJ mendapat peringkat 11 di Bidang Kinerja kemahasiswaan dari 2010 Perguruan Tinggi Negeri dan Swasta. Namun, mahasiswa Gedung G masih mengeluh kurangnya sarana prasarana.

Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemenristekdikti melaksanakan pemeringkatan pada bidang Kinerja Kemahasiswaan pada 2010 perguruan tinggi maupun swasta di Indonesia. Di 2018, Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mendapatkan peringkat 11 dalam bidang kinerja kemahasiswaaan dengan nilai 2.142. Sedangkan Universitas Gajah Mada mendapat peringkat satu dalam bidang ini.

Bila dibandingkan tahun lalu, peringkat UNJ menurun. Di 2017, UNJ mendapat peringkat 6 bidang kinerja kemahasiswaan.

Pemeringkatan diukur dari laporan prestasi mahasiswa dan kegiatan mahasiswa tingkat nasional maupun international. Bentuk kegiatannya seperti membuat lomba dan seminar. Mengetahui hal itu, Wakil Rektor (WR) III bidang Kemahasiswaan berupaya mendorong mahasiswa – termasuk Ormawa dan Opmawa – menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bisa meningkatkan peringkat UNJ, khususnya dalam bidang kinerja kemahasiswaan.

Niat ini yang akhirnya membatasi Unit Kegiatan Mahasiswa di Gedung G untuk membuat kegiatan. Pernyataan ini diutarakan Fatur, Ketua KSR PMI UNJ sekaligus Ketua Forum Gedung G. Ia mengatakan di awal kepengurusan baru, pihak WR III melakukan seleksi terhadap program-program tiap unit. Program UKM yang tidak berguna untuk pemeringkatan perguruan tinggi, dihapus. “Seperti perayaan ulang tahun dan kegiatan buka bersama tidak diterima. Padahal di KSR PMI, kegiatan buka bersama berbarengan dengan santunan anak yatim,” kata Fatur.

Anehnya, lanjut Fatur, meski tak disetujui serta tidak diberi dana dalam membuat kegiatan buka bersama, pihak WR III tetap meminta laporan hasil kegiatan itu. “Kami tak memberikan laporan hasil kegiatan itu, katanya sih mereka membutuhkan laporan itu untuk membuktikan mahasiswa UNJ tetap mengadakan kegiatan meski puasa bersama,” kata Fatur.

Fasilitas Kurang Memadai

Keinginan UNJ untuk meningkatkan peringkat di bidang kemahasiswaan, nyatanya tidak dibarengi dengan penambahan sarana dan prasarana. Fatur mengeluhkan, hingga saat ini, Gedung G sebagai tempat mengembangkan kemampuan dan minat mahasiswa tidak difasilitasi dengan jaringan WIFI. Jaringan WIFI dibutuhkan karena sulitnya memperoleh jaringan internet di Gedung G. Bagi Fatur, hal ini menyulitkan komunikasi antaranggota. “UNJ sudah memiliki WIFI UNJ Hotspot, tapi di Gedung G tidak diberikan fasilitas serupa. Padahal, WIFI dibutuhkan,” kata Fatur. Fatur menyiasati masalah itu dengan menyewa jasa internet Indiehome. “Sebulan kita bayar 500 ribu,” kata Fatur.

Tidak hanya WIFI, listrik di Gedung G sering korsleting. Hal ini disebabkan daya tampung listik yang kecil. Padahal, kebutuhan penggunaan barang elektronik tiap UKM cukup besar. “Selama ini cuma diperbaiki saja, tidak di tambah dayanya,” kata Fatur.

Fatur bersama ketua UKM Gedung G yang lain pernah melaporkan masalah ini ke WR II Bidang Keuangan. Mereka meminta untuk menambah daya listrik di Gedung G. Pihak WR II mengiyakan permintaan itu, kemudian meminta data penggunaan listrik – barang elektronik seperti AC dan Kulkas – dan daya yang dibutuhkan. Setelah memenuhi syarat yang ada Fatur memberikan data itu kepada pihak WR II. Namun, pihak WR II mengatakan permintaan mereka belum bisa diproses karena ada data yang kurang. “Saya juga bingung, mereka bilang harus ada fotonya,” kata Fatur.

Selain kedua masalah itu, Fatur juga mengatakan tahun ini WR III belum memberikan barang yang dibutuhkan tiap UKM. Biasanya, tiap pergantian kepengurusan, WR III akan memberikan barang yang dibutuhkan UKM. Tahun ini, WR III belum melakukan itu, “mungkin nanti,” kata Fatur.

Keluhan serupa diungkapkan Rizky Suryana, anggota UKM UNJ. Ia mengatakan unitnya sudah meminta kamera untuk membantu kinerja organisasinya. Namun, hingga saat ini, permintaan itu belum dikabulkan. Selain itu, ia mengeluhkan kondisi kebersihan kamar mandi di Gedung G. Ia takut bila kondisi itu terus berlangsung, anggota baru yang masuk UKM tidak betah berlama-lama di Gedung G.

Akan tetapi, ia juga merasa senang dengan adanya fasilitas CCTV yang dipasang di Gedung G. Pemasangan CCTV akan mengantisipasi barang hilang. “Malingnya banyak di sini, untung sekarang ada CCTV,” kata Rizky.

Hingga berita ini diturunkan, melalui pesan Whatsapp, saya mencoba mengklarifikasi masalah ini kepada Sofyan Hanif selaku WR III. Namun, ia sedang menguji Skripsi mahasiswa. Ia berjanji memberikan klarifikasi Rabu 7 Agustus 2019 di Ruang WR III, Gedung Rektorat UNJ.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.