Pemikiran Pendidikan Prof. Dr. HAAR Tilaar Kurang Dikenal di UNJ


HAAR Tilaar, Guru Besar UNJ, merupakan salah satu pencetus perubahan IKIP Jakarta ke Universitas Negeri Jakarta. Manurut Indra Gunawan, ide ini erat kaitannya dengan situasi dan kondisi ilmu pendidikan Indonesia. Pada 1980-an, Tilaar mengatakan perkembangan lmu pendidikan Indonesia seperti mati suri. “Hidup segan, mati tak mau,” kata Guru SMA 1 Leuwiliang Bogor ini (8/5).

Menurut Tilaar perlu ada lembaga – perguruan tinggi – sebagai tempat untuk mengembangkan ilmu pendidikan. Harapannya lembaga itu bisa membangkitkan gairah ilmu pendidikan Indonesia.

Nyatanya, harapan Tilaar sulit dijalankan. Satu dari sekian banyak faktor penghambat itu, adalah pengetahuan civitas akademika mengenai pemikiran Tilaar. Padahal, mengenal pemikiran Tilaar berguna mengetahui tujuan dasar perubahan IKIP Jakarta ke UNJ.

Menurut Indra, hanya beberapa civitas akademika yang mengetahui pemikiran Tilaar. Justru, pemikiran Tilaar lebih dikenal civitas akademika perguruan tinggi lain. “Anak UIN, malah lebih kenal pemikiran Tilaar,” kata alumni mahasiswa Pendidikan sejarah ini.

Menanggapi hal itu, Budiarti, dosen prodi Pariwisata UNJ, mengatakan mahasiswa jarang mengenalnya. Budiarti menceritakan pengalamannya. Selain mengajar mata kuliah Pariwisata, Budiarti dipercaya mengajar mata kuliah Teori Belajar Pembelajaran. Biasanya, ia menugaskan tiap mahasiswanya membaca satu tokoh pendidikan. Salah satu tokoh itu ialah HAAR Tilaar. Sayangnya, setelah membaca Tilaar, beberapa mahasiswa baru tahu bila Tilaar adalah Guru Besar UNJ. “Mereka malah baru tahu, kalau Tilaar Guru Besar di sini,” kata Budiarti.

Fakhrudin, dosen prodi Pendidikan Sejarah UNJ, sepakat bila Tilaar belum dikenal banyak civitas akademika UNJ. Namun, agar tidak hanya menduga-duga, ia menyarankan membuat riset untuk mengetahui persentase pengetahuan civitas akademika tentang sosok maupun pemikiran HAAR Tilaar. “Kita bisa membuat riset soal ini,” ujar mantan kepala sekolah SMA Labschool Jakarta ini.


Pernyataan mereka diungkapkan saat menghadiri diskusi pendidikan bertema “Telaah Pemikiran Pendidikan Prof. Dr HAAR Tilaar” di sekretariat IKA UNJ Gedung Pascasarjana UNJ. Kegiatan dimulai sekitar pukul empat sore hingga selesai. Setelah itu, dilanjutkan dengan buka puasa bersama.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.