Novel Kelana: Perjalanan Manusia Mencari Makna Kehidupan

 

Sampul Novel Kelana

Bukan Perjalanan Petualangan Biasa. Lebih tepat menempah diri dengan ujian untuk menemukan jati diri.

Hendrik Yap,

Pada September 2018, Fajar Subhi, mahasiswa Program Atudi Pendidikan Sosiologi 2015, menerbitkan Novel berjudul “Kelana”. Kelana menceritakan perjalanan seorang pria mencari identitasnya. Ia berpetualang ke berbegai daerah untuk mendapatkan nilai-nilai kehidupan. Tiap tantangan dan rintangan dihadapi agar mampu memahami makna kehidupan. Selain itu, Novel ini juga menggambarkan kekayaan dan keindahan negeri Indonesia.

Fajar mengakui membutuhan waktu sekitar dua bulan untuk menyelesaikan naskah Kelana. Ia tidak kesulitan untuk menulis naskah itu. Sebab, tema yang diangkat beranjak dari kehidupannya sendiri.

Sebetulnya, bahan naskah itu ialah kumpulan diari yang dikumpulan Fajar sejak duduk di sekolah menengah pertama. Ia mengaku sudah membuat buku diari untuk mencatat lika-liku kehidupanya. Biasanya diari itu mencatat tiap kegiatan, perjalanan, dan kejadian yang dilalui olehnya. Kebiasaan menulis di buku Diari dilanjutkan hingga sekolah menengah atas.

Ketika menjadi mahasiswa, Fajar menuliskan perjalananya di blog yang ia buat. Dalam blog itu, ia sering menulis cerita pendek. Selain itu, ia juga menulis opini bertema sosial dan politik. “Ketika kuliah, bertambah opini soal sosial dan politik,” kata Fajar.

Kemampuan menulis Fajar, diasah dengan sering mengikuti berbagai forum pelatihan menulis. Di samping itu, Fajar juga mengikuti berbagai lomba penulisan. Tujuanya untuk mencari tahu kemampuan menulisnya.

Peluang Fajar datang, sewaktu Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) mengadakan Gerakan Menulis Buku (GMB) Indonesia di 2017. Fajar mengirimkan naskah “Kelana” ke GMB. Dengan harapan, naskahnya dapat diterbitkan GMB. Namun, selama dua bulan menunggu, tidak ada kabar dari GMB. Ia sempat memutuskan mencari penerbit lain untuk menerbitkan naskahnya. Tak disangka, ketika ingin mencari penerit lain, GMB menerima naskah dari Fajar dan akan menerbitkanya. “Sudah sempet mau nyari penerbit sendiri, tapi ga jadi karena esoknya langsung dikabarkan,” kata Fajar.

Fajar mengakui senang dan bangga karyanya dapat diterima. Bahkan, karyanya mendapat penghargaan sebagai Donatur Pendidikan dan Literasi untuk Indonesia. Fajar juga dinobatkan sebagai Mahasiswa Inspiratif GMB Indonesia oleh kemendikbud. “Alhamdulillah, engga menyangka juga.” Kata Fajar.

Menurut Fajar, prestasi yang diterima tidak membuatnya terlena. Selanjutnya, ia berjanji akan selalu menulis dan membuat karya. “sampai ke depanya akan terus menulis dan ingin melahirkan karya,” kata Fajar.

Tidak lupa Fajar berterimakasih kepada orang-tua dan teman-temanya. Menurutnya, tanpa bantuan mereka, semangat menulis menjadi tidak ada. Sebab, hasil menulis dipersembahkan untuk mereka. “Mereka sebagai sumber inspirasi,” kata Fajar.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.