Nicolo Machia Fely Resmi Ketua Alumni Sejarah UNJ

Ia diminta tak berbanyak program.

Teh Wina Shakuntala sedang melakukan lobi politik via Wattsap untuk mendukung Nicolo.

Abdullah Taruna,

Ikatan Alumni Program Studi Pendidikan Sejarah (IKASA) Universitas Negeri Jakarta memilih Nicolo Machia Fely sebagai Ketua yang baru. Nicolo terpilih secarah aklamasi dalam Musyawarah Besar IKASA UNJ  di Sentul Selatan, Bogor, Sabtu, 26 Oktober 2019.  Jumlah alumni yang hadir mencapai 100 orang lebih.

Para alumni Pendidikan Sejarah UNJ dan dosen berpose bersama Ketua IKASA Terpilih.

Sejak Sabtu siang, di arena Sarasehan Tetukarasa Prodi Pendidikan Sejarah, nama Nicolo sudah banyak disebut-sebut para alumni yang sedang berdialog dengan para mahasiswa baru. Begitu IKASA UNJ membuka Mubes pada sore hari, nama Nicolo kian santer disebut menjadi kandidat. “Katanya forum ini akan memilih ketua IKASA baru, dan katanya kandidatnya hanya satu, ” kata Dr. Kurniawati, M.Si, alumni yang kini menjabat Kaprodi Pendidikan Sejarah Pascasarjani UNJ. Pandangan para alumnipun tertuju kepada Nicolo yang duduk dekat pintu.

Bahkan Juri Ardiantoro, Ph.D., alumni Pendidikan Sejarah Angkatan 1992. Ia tanpa segan memberikan dukungan kepada Nicolo lantaran dipandang memiliki ide yang positif.

“Saya merasa perlu menyampaikan gagasan Nicolo  yang Ingin agar para alumni sejarah membuka komunikasi dengan berbagai lembaga, dan instansi pemerintah. Ini adalah ide yang  baik untuk  kemajuan alumni sejarah. Itu sebabnya saya ikut mendukung Nicolo untuk dipilih,” ungkap alumni Prodi Sejarah yang kini menjabat sebagai Ketua Umum IKA UNJ.

Pernyataan serupa juga diungkapkan Dra. Budiarti, M.Pd. “Saya mengamati postingan – postingan Nicolo di grup WA IKASA dalam tiga bulan terakhir. Postingannya sudah landai, dan baik,” kata Mantan Ketua Prodi Pendidikan Sejarah UNJ era tahun 2000-an.  

Anggota IKASA berfoto bersama usai memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru.

Kedua pernyataan positif tersebut, sudah sangat memengaruhi pandangan para alumni yang hadir, apalagi sejumlah alumni lainnya mengimbuhkan alasan serupa. Walhasil, peserta Mubes pun secara aklamasi mendapuk Nicolo menjadi Ketua IKASA yang baru menggantikan Kang Obi.

“Sebaiknya program kerja cukup satu atau dua saja tapi bisa dijalankan. Kalau kebanyakan program justru akan membuat ketua IKASA dan pengurusnya hanya akan sibuk memikirkan program, bukan menjalankannya,” kata Juri Ardiantoro mengingatkan Nicolo Machiaveli.

Ketua Umum IKA UNJ Juri Ardiantoro sedang memberikan sambutan di Mubes IKASA.

Sejak setahun belakangan, Nicolo Machiaveli dinilai oleh sebagian alumni sebagai sosok yang kontroversial. Bahkan, postingan-postingannya yang berkesan bermuatan pikiran-pikiran seorang yang libertarian sudah dianggap pada taraf mengganggu kenyamanan komunikasi di grup  WA  IKASA. Perubahan pandangan Nicolo terjadi beberapa bulan kemudian. Nicolo sudah tidak pernah mengirim postingan berkesan serupa. Di hadapan forum Mubes, Nicolo menyadari semua itu. Ia pun meminta maaf kepada rekan-rekan alumni. “Terima kasih kepada para alumni yang telah memilih saya sebagai Ketua IKASA,” ungkap Nicolo di hadapan para peserta Mubes.

Betapapun nama Nicolo Machia Fely serupa nama ilmuwan Italia pencetus teori politik yang ternama, namun Nicolo yang menjadi Ketua IKASA UNJ adalah asli kelahiran Indonesia, bahkan dialek bahasa Indonesianya pun berasa Tegal.

Tetukarasa

Sarasehan berlangsung lancar. Para alumni yang hadir, terutama yang berprofesi sebagai guru membagikan pengalamannya melalui dialog dengan para mahasiswa baru. “Alumni yang hari ini menjadi guru harus lebih banyak berbagi pengalaman agar para mahasiswa baru nantinya memiliki memiliki kebanggaan menggeluti profesi guru, dan bisa menjadi guru bermutu,” ujar Dr. Rahmat Edi Irawan, alumni yang sekarang menjadi Wakil Pemimpin Redaksi, petinggi manajemen di Net TV.

Kaprodi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ sedang menyimak pandangan umum alumni.

Bang REI, begitu para mahasiswa biasa menyapa, merupakan salah seorang alumni yang meluangkan waktu berkomunikasi dengan Pengurus BEMP Pendidikan Sejarah UNJ. Begitu pula Mas Untung yang berprofesi sebagai dosen UNJ, dan dedikasi serupa kini diberikan oleh Wage Wardhana_alumni yang sekarang menjabat Ketua KPU Jakarta Timur.

Menurut Ketua BEMP Pendidikan Sejarah, Didit Handika, kegiatan Tetukarasa bertujuan merajut rasa antara para mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNJ dengan para alumni. “Tetukarasa sudah berlangsung sejak puluhan tahun silam. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi yang ditunggu-tunggu setiap tahun,” ungkap Didit.

Bersama-sama Ibu Budiarti, Kaprodi Pendidikan Sejarah yang baru Humaidi Syariati, Kaprodi Pendidikan Sejarah Pascasarjana UNJ Dr. Kurniawati, M.Si, tampak mendampingi para mahasiswa hingga acara usai pada hari Minggu, 27 Oktober 2019.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.