Mengembangkan Karakter Anak

Kini, obat terlarang menjadi ancaman serius bagi pergaulan anak muda. Untuk menghindari hal itu, bisa dilakukan dengan penanaman moral. Moral bisa ditanamkan melalui pendidikan karakter.

Pernyataan di atas diungkapkan Rusdi, Wakil Dekan III FMIPA, dalam seminar pendidikan yang diadakan BEM FMIPA di Aula Maftuhah Yusuf Gedung IDB II dari pukul 16.30 WIB hingga selesai (29/4). BEM FMIPA mengusung tema “Pendidikan Karakter di Era Milenial”.

Untuk membentuk karakter, lanjut Rusdi, ada 5 nilai yang harus diberikan kepada anak, yaitu nilai Nasionalis, Religius, integritas, mandiri, dan gotong royong. Kelima nilai itu perlu diajarkan kepada anak sejak duduk di bangku sekolah dasar.

Anak dapat memahami, bila anak diajarkan untuk berperilaku sesuai lima nilai itu. “Jika tindakan dilakukan 21 kali berturut-turut akan menjadi kebiasan,” ujar dosen program studi Biologi ini.

Di sekolah, penanaman lima nilai itu dilakukan oleh guru. Semua mata pelajaran harus menanamkan pendidikan karakter.

Selain itu, ruang lingkup pendidikan juga bukan hanya di sekolah. Bila selama ini sekolah dipandang sebagai faktor utama pendidikan, maka pandangan ini sudah tidak relevan lagi. Sebab, faktor keluarga serta masyarakat juga mampu mengembangkan karakter anak.

“Kalau ada anak yang lurus di sekolah, tapi di keluarga atau masyarakat bermasalah, sia-sia jadinya,” ujar Rusdi.

Terkait penanaman karakter ini, Rusdi mengatakan pembentukan karakter berfungsi menghadapi masa depan anak. Sebab, kesuksesan anak tidak hanya diukur dari kemampuan atas pengetahuanya saja, tetapi karakter juga diperhitungkan.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.