Ajang Mawapres UNJ itu Penting

 

 

Kompetisi pemilihan Mahasiswa Berprestasi bisa mendukung budaya berpikir ilmiah.

 

Hendrik Yap,

Pernyataan teresbut disampaikan Bima Dewanto, mahasiswa yang terpilih menjadi Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) UNJ pada 6 Maret 2019, saat ditanya tentang manfaat ajang pemilihan Mawapres. Wakil Rektor III UNJ menobatkan  Bima secara langsung sebagai Mawapres utama Strata Satu UNJ.

“Mawapres itu karena ada beberapa point yang bisa diadaptasi mahasiswa UNJ, terutama membuat karya ilmiah. Dengan menulis karya ilmiah, kita belajar berpikir kritis dengan data yang kita punya, dan kita bisa menemukan solusi dari hal itu,” kata Bima Dewanto.

Tiap tahun Universitas Negeri Jakarta mengadakan acara Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) guna mewadahi mahasiswa yang memiliki prestasi di bidang akademik maupun nonakademik.

Mawapres diikuti oleh perwakilan mahasiswa tiap prodi di UNJ. Untuk menjadi yang terbaik, perwakilan mahasiswa harus lolos seleksi tingkat prodi maupun Fakultas. Kemudian, perwakilan mahasiswa yang lolos akan masuk ke seleksi tingkat Universitas. Di seleksi tingkat Universitas, juri akan menentukan perwakilan mahasiswa yang berhak menjadi juara mawapres Universitas.

Selain itu, Syarat menjadi finalis Mawapres ialah memiliki prestasi di tingkat lokal atau tingkat international dan memiki komunikasi Bahasa Inggris yang baik. Finalis Mawapres juga harus membuat karya Tulis Ilmiah yang akan dipresentasikan di depan Juri.

Bima sendiri, mengikuti Mawapres karena diminta mantan Kaprodinya. Bima adalah mahasiswa prodi Sastra Indonesia 2016. Selain itu, Bimo memiliki banyak prestasi, di antaranya menjadi Pemakalah Asia Afrika studies di Universitas Padjajaran, Pemakalah tentang Bahasa dan Sastra di Malaysia, dan Desain Posternya menjadi nominasi lomba Desain Poster Rusia pada 2018. Bima juga menulis Karya Tulis Ilmiah bertema Aplikasi Game Cerita Rakyat.

Berdasarkan prestasi itu, Bimo mengikuti seleksi Mawapres. Hasilnya, Bima menang dan dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Utama Strata Satu UNJ.

Bima mengaku tak mudah mendapatkan gelar itu. Menurutnya, finalis Mawapres lain juga memiliki prestasi yang baik. Namun, ia sadar, kelebihanya mengotak-ngatik desain grafis membuatnya berhasil menjadi yang terbaik. Kelebihan itu digunakan Bima untuk membuat desain sebaik mungkin untuk menampilkan hasil karya tulis ilmiahnya. “Gua sadar banyak kekurangan, tapi jago di desain grafis,” kata Bima.

Kini, setelah menjadi Mawapres UNJ, Bima sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti seleksi Mawapres tingkat Nasional. Sudah dua tahun, Mawapres UNJ tidak lolos pada tingkat Nasional. “Sekarang sedang mempersiapkan berkas, dan menambah prestasi,” kata Bima.

 

Selain itu, Mawapres UNJ juga diberikan tanggung jawab mempersiapkan acara pemilihan Mawapres UNJ pada 2020. Sembari, melakukan sosialisasi dan memotivasi mahasiswa agar mengikuti Mawapres UNJ 2020.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.