Lembaga Kajian Mahasiswa Meluncurkan Tiga Buku

Lembaga Kajian Mahasiswa (LKM), mengadakan peluncuran buku dan diskusi, pukul 13.00 WIB di Aula Perpustakaan UNJ (18/6). Ada tiga buku yang diluncurkan, yaitu Literasi dalam Pendidikan, Singgung Sungging, dan Mondok di Pengisahan.

Buku pertama berisi kumpulan essai dari pemenang Lomba Esai Nasional yang diadakan LKM. Sedangkan, buku kedua dan ketiga merupakan kumpulan esai yang ditulis tim LKM.

Aini, anggota LKM, mengatakan pilihan Tema esai Buku Literasi dalam Pendidikan karena melihat kondisi rendahnya minat baca masyarakat. Selain itu, Aini juga mempertanyakan minat baca mahasiswa UNJ.

Hamzah sepakat dengan Aini. Juri lomba Esai Nasional LKM ini mengatakan tingkat literasi masyarakat cukup rendah. Dari 1000 manusia Indonesia hanya 0,001 persen masyarakat yang memiliki minat literasi tinggi. Data ini dikutip Hamzah dari UNESCO.

Selain itu, Hamzah mengatakan masyarakat masih menganggap sekolah sebagai sumber utama mendapatkan pendidikan. Padahal, pendidikan bisa diperoleh di mana saja. Hamzah juga melakukan kritik terhadap guru yang terlalu mengambil peran utama dalam pembelajaran. Peran ini berpengaruh terhadap keleluasaan peserta didik untuk berekspresi. “Anak hal utama padahal,” kata Hamzah.

Setelah itu, giliran Sarah selaku anggota LKM menjelaskan isi dari buku kedua dan ketiga. Secara garis besar, kedua buku ini mengambil tema yang ringan dan jarang diangkat. Tema yang sebetulnya dekat dengan kehidupan manusia. Hal ini tertuang dalam salah satu esai buku Singgang Sunggung.

“Salah satunya ialah tema suara dan senyum. Hal ini jarang dibahas. Seperti apa maksud dari senyum imoticon dan senyum agama,” kata Sarah.

Mondok di Pengisahan pun sama, mencoba memilih tema yang ringan dan jarang diangkat.

Buku ini menceritakan kehidupan mahasiswa yang tinggal di kosan. Selama ini, kehidupan mahasiswa di kosan hanya dibahas seputar harga kosan dan pencurian motor. Hal ini di bahas dalam artikel kompas tahun 2003. Melihat hal itu, tim LKM mencari perspektif lain, seperti budaya tolong-menolong antar mahasiswa.

Sarah mengatakan meski tema yang diangkat dekat dengan kita, namun dalam buku ini, penulis bisa menemukan sisi lain. Sisi lain ini yang biasanya membuat menarik sebuah tema. Sisi lain tema dapat ditemukan dengan menentukan angle terlebih dahulu. Kemampuan menentukan angle, didapatkan dari kebiasaan membaca koran dan menulis esai. “Sering menulis intinya,” kata Sarah.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.