Kerjasama UNJ dan Croplife untuk Edukasi Petani

UNJ melakukan nota kesepahaman atau Mou dengan Croplife Indonesia di Gedung Rekrorat UNJ, Rabu (10/4). Kerjasama ini dilakukan dalam rangka tridharma perguruan tinggi, yaitu melalukan edukasi untuk petani (masyarakat) dalam penggunaan alat pelindung tanaman.

Dalam MoU itu, hadir Intan Ahmad (Plt Rektor), Achmad Ridwan (Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kerjasama), dan Sofyan Hanif (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan). Sedangkan dari pihak Croplife Indonesia hadir Agung Kurniawan (Executive Director Croplife Indonesia) dan Arunika Anggradewi (Stewardship Chairwoman Croplife Indonesia.

Croplife meneken kerjasama dengan UNJ dari 2019 hingga 2024. Selain dengan UNJ, Croplife juga bekerja sama dengan Chulalongkorn University Thailand.

Croplife sendiri ialah asosiasi Nirlaba yang mewakili kepentingan industri benih dan pestisida.

Berdasarkan berita yang dimuat www.unj.ac.id , Agung mengatakan kerjasama ini bertujuan agar kedua belahpihak dapat memberikan pendidikan kepada petani mengenai teknologi perlindungan tanaman.

“Bagi kami ini merupakan kesempatan yang sangat baik di mana kita dapat berkolaborasi dan berharap dapat mengedukasi petani mengenai teknologi perlindungan tanaman,” kata Agung.

Intan sepakat dengan Agung. Menurutnya, masyarakat perlu diberikan edukasi perlindungan dan perawatan tanaman yang baik dan benar. Masyarakat perlu paham tatacara penggunaan produk perlindungan tanaman. Supaya, tidak timbul masalah yang berkenaan dalam pengelolaan tanaman.

Untuk itu, Intan berharap kerjasama antara UNJ dan Croplife Indonesia dapat terus berlangsung. “Diharapkan agar kerja sama antara UNJ dan Croplife Indonesia dapat terus berjalan,” kata Intan.

Sebetulnya, sebelum penandatanganan MoU dengan Croplife, pada Februari 2019, UNJ sudah melakukan riset Container Management Program  bersama Chulalongkorn University dan Croplife Indonesia.

Riset ini bertujuan menganalisa kemampuan stakeholder di Indonesia dalam melakukan Container Management, seperti penanganan perlindungan tanaman di Indonesia dan pembiayaannya.  Selain itu, juga dilakukan pemetaan jangkauan transportasi pengangkutan Dangerous Good (DG) yang tersedia di Indonesia.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.