DKS: Bedah Film BlacKkKlansMan

 

Hendrik Yap,

Sore itu sekitar pukul lima sore, beberapa mahasiswa UNJ tengah asik menonton dan mendiskusikan film BlacKkKlansMan di samping Koperasi KafeUNJ (14/03). Kegiatan ini diselenggarakan Komunitas Diskusi Kamis Sore (DKS) UNJ. DKS fokus mengkaji dan mendiskusikan isu sosial, buku, film, dan artikel.

DKS didirikan sejak 2005 oleh beberapa mahasiswa prodi Sosiologi Pembangunan. Mulanya, DKS dibentuk sebagai tempat sharing tugas kuliah. Namun, lambat laun organisasi ini tetap dipertahankan, karena, kebutuhan untuk mendapatkan ilmu pengetahuan dan mengembangkan pemikiran kritis mereka.

Seperti namanya, DKS, rutin mengadakan kegiatan diskusi tiap Kamis.

 

Bedah FILM BlacKkKlansMan

BlacKkKlansman adalah film biografi drama komedi kriminal Amerika Serikat yang disutradarai oleh Spike Lee dan diproduseri oleh Jason Blum, Spike Lee, Raymond Mansfield, Sean McKittrick, Jordan Peele dan Shaun Redick. Film ini ditayangkan di 2018.

Naskah film ini ditulis oleh Charlie Wachtel, David Rabinowitz, Kevin Willmott dan Spike Lee berdasarkan buku Black Klansman karya Ron Stallworth. Film ini dibintangi oleh John David Washington, Adam Driver, Laura Harrier dan Topher Grace.

Film BlacKkKlansman mendapatkan review positif dari para kritikus. Berdasarkan Rotten Tomatoes, film ini memiliki rating 95%, berdasarkan 365 ulasan, dengan rating rata-rata 8.3/10.Berdasarkan Metacritic, film ini mendapatkan skor 83 dari 100.

Film ini menceritakan perjalanan seorang pria berkulit hitam bernama Ron Stallword yang bekerja sebagai detektif. Ia ditugaskan unuk menyelidiki Organisasi Fanatik Masyarakat Kulit Putih. Organisasi itu berencana untuk menyingkirkan ras kulit hitam di Amerika Serikat.

Waktu itu, Organisasi Fanatik Kulit Putih membuka penerimaan anggota baru di sebuah koran lokal. Kemudian, Ron mendaftar dan diajak bertemu oleh salah satu anggota. Ron yang berkulit hitam harus menyamar agar bisa diterima. Ia meminta bantuan temannya yang berkulit putih untuk menyamar sebagai dirinya. Awalnya, penyamaran berjalan cukup baik, namun lambat laun teman kulit putih Roy dicurigai memiliki darah Yahudi. Dengan segala alasan, akhirnya teman Roy, dapat menghilangkan kecurigaan anggota klan Fanatik Kulit Putih.

Konflik memuncak, saat Organisasi Fanatik Ras Kulit Putih merencanakan pembunuhan besar-besaran warga ras kulit hitam.

Film ini direspon oleh beberapa peserta diskusi. Menurut Wisnu, Film ini mencerminkan perbedaan rasial yang masih dipertahankan di Eropa dan Amerika. Padahal, menurutnya, manusia tak dibedakan warna kulitnya. Selain itu, tidak ada penelitian yang mampu membuktikan perbedaan kemampuan berpikir antara kulit hitam dan kulit putih. “Semua sama saja,” kata Wisnu.

Menurut Harun, perbedaan identitas yang membuat konflik sering terjadi di Indonesia. Padahal, masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, agama dan ras. Oleh karena itu, toleransi dan menghargai pendapat harus dijaga. “Sesuai Bhineka Tunggal Ika,” kata Harun.

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.