Harjanto, Saran Untuk UNJ menghadapi Revolusi 4.0

Dalam rangka Dies Natalis, UNJ mengadakan seminar pendidikan berjudul “Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 antara Tuntutan, Perubahan, dan Kesiapan” di Aula Latief Hendradiningrat, Gedung Dewi Sartika (17/6). Rektor Universitas Bina Nusantara Harjanto Prabowo dan Dekan Fakultas Ekonomi Dedi Purwana hadir dalam seminar ini. Mereka diundang untuk menjelaskan tantangan revolusi industri 4.0 serta solusi untuk menghadapinya.

Perguruan tinggi, menghadapi Revolusi 4.0 tidak hanya memikirkan perubahan yang dialami industri, tetapi juga perlu memperhatikan kemajuan teknologi dan kondisi internal kampus. Perguruan tinggi perlu merubah mindset untuk bisa menghadapi Revolusi 4.0.

Harjanto mengatakan perguruan tinggi perlu menumbuhkan jiwa kompetitif dan mengembangkan kemampuan mahasiswanya. Mahasiswa perlu ditimbulkan kemampuan berpikir analisis, kritis, kerjasama tim, kepemimpinan, serta kreatif. “Intinya soal mindset,” kata Harjanto.

Harjanto menyarankan enam hal yang bisa dilakukan UNJ.

Pertama, UNJ perlu membuat penyimpanan data pembelajaran. Data itu perlu disebarluaskan supaya bisa diakses dan dimanfaatkan mahasiswa maupun masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi digital. Haryanto mengungkapkan hal ini bisa merangsang mahasiswa untuk memperkaya riset. “UNJ harus ada digital content,” kata Harjanto.

Kedua, menata sistem akademik. Dalam hal ini, kurikulum dibuat fleksibel mengikuti perkembangan industri.

Ketiga, menata lingkungan akademik. Di Universitas Bina Nusantara, ia mengatakan perpustakaan dan ruang kelas dibentuk agar mahasiswa bisa saling berinteraksi.

Keempat, menata dosen. Dalam hal ini, Harjanto menyarankan dosen harus mengembangkan diri sendiri, dengan cara keluar dari zona nyaman. “Karena itu di Binus, Tridarma menjadi Caturdarma. Yang ditambah ialah pengembangan diri,” kata Harjanto.

Kelima, pembelajaran perlu memanfaatkan teknologi.
Terakhir, menata visi dan organisasi kampus. “Hari ini kampus harus melakukan transformasi digital, bukan komputerisasi yaa. Tapi, harus berpikir digital. Oleh karena itu, perlu membuat aplikasi yang berisi Video Based Learning, Student ActiveLearning, Problem Based Learning…,” kata Harjanto.

Setelah Harjanto selesai menyampaikan materi, giliran Dedi Purwana. Ia juga memberikan beberapa strategi agar UNJ bisa menghadapi revolusi 4.0. Di antaranya ialah pembuatan prodi digital bisnis dan menciptakan universitas Entrepreneurship.

Penulis: Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.