Guru SMP Labschool Cibubur Raih Gelar Doktor Pendidikan.

Gerakan Penguatan  Pendidikan Karakter berdasarkan lima nilai utama karakter bangsa: Religius, Nasionalis, Mandiri, Gotong Royong, dan Integritas akan bisa bertambah sukses implementasinya jika dilakukan melalui Manajemen Peserta Didik.

Dr. Uswadin dan Dra. Legi Surawati (istri) berfoto bersama dengan Rektor UNJ Dr. Komarudin Sahid, M.Si., serta para penguji Ujian Doktor.

Abdullah Taruna

“Ciri-cirinya adalah adanya perencanaan yang baik oleh manajemen sekolah. Jadi sekolah bisa menentukan apa saja program – program yang baik untuk membentuk karakter siswa,” jawab Uswadin, Promovendus Gelar Doktor Manajemen Pendidikan menjawab pertanyaan Prof. Dr. Manahan Tampubolon, M.M.

Guru Besar Tetap Universitas Kristen Indonesia (UKI) Manahan Tampubolon merupakan penguji yang mendapat urutan bertanya pertama dari tujuh (7) orang anggota Panitia Ujian Doktor yang diketuai langsung oleh Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Dr. Komarudin, M.Si. Adapun Direktur Pascasarjana UNJ Prof. Dr. Nadiroh, M.Pd., sebagai sekretaris, Dr. Suryadi sebagai Koordinator Prodi,  Prof. Dr. Bedjo Sujanto, M.Pd. sebagai Promotor.  Prof. Dr. Muchlis R. Luddin, M.A., sebagai Ko Promotor berhalangan hadir dalam Ujian Doktor Promovendus Uswadin karena tugas di Kemdikbud sebagai Inspektur Jenderal.  Dua orang lainnya, yaitu Dr. Matin, M.Pd., sebagai penguji bidang manajemen pendidikan dari internal UNJ, dan Prof. Dr. Manahan Tampubolon, MM., sebagai penguji dari luar UNJ.

Dalam Ujian Doktor untuk disertasi berjudul “Pendidikan Karakter Melalui Manajemen Peserta Didik Studi Kasus di SMP Labschool Jakarta”, karya Uswadin, M.Pd., Manahan Tampubolon menanyakan perihal ciri-ciri satuan pendidikan bila menerapkan manajemen peserta didik, dalam hal ini dari hasil studi kasus di SMP Labschool Jakarta.

Promovendus Uswadin saat mempertahankan disertasi di hadapan Panitia Ujian Doktor.

“Dari hasil penelitian ini, SMP Labschool memiliki perencanaan pendidikan karakter dari sejak siswa masuk sekolah (penerimaan siswa-siswi baru: Red.) sampai dengan keluar sekolah. Untuk perencanaan pendidikan karakter melalui manajemen peserta didik di antaranya dilakukan melalui kegiatan-kegiatan:  Masa Pengenalan  Lingkungan Sekolah (MPLS= orientasi siswa baru: Red.), Pesantren Siswa, Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia (Saksi), LDKS dan LKMS, OSIS dan MPK, Lari Lintas Juang, Rohis, Filed Studi, dan lain-lain,” jelas Uswadin.

Mantan Kepala Sekolah SMP Labschool Cibubur yang meraih penghargaan sebagai Kepala Sekolah Berprestasi I tingkat Kota Bekasi 2015 ini menambahkan jawabannya kepada Profesor Tampubulon, bahwa dalam kehidupan sekolah, SMP Labschool Rawamangun juga memiliki perencanaan pendidikan karakter tersendiri, yaitu melalui beberapa kegiatan: Salam menyambut siswa, Doa awal dan akhir belajar, Tadarus dan Baca Buku Bersama, Budaya Salam, Pesantren (Muslim), Retret (Kristen), Tirta Yatra, dan Sadhana Camp (Hindu), Field Study, Studi dan Apresiasi Kepemimpinan Siswa Indonesia (SAKSI), Labscare, dll.

Setelah menjawab pertanyaan pertama, Uswadin kembali menjawab pertanyaan kedua dari Profesor Tampubulon, yaitu perihal alasan menggunakan metodologi case study atau studi kasus untuk penelitiannya.

Case study itu untuk melihat kebaikan-kebaikan dan melihat sesuatu yang unik sehingga dalam studi kasus saya bisa melihat secara mendalam dampak dari manajemen peserta didik terhadap pembentukan karakter siswa-siswi di SMP Labschool Rawamangun. Kami di sekolah SMP Labschool itu melihat pelayanan keagamaan untuk para siswa sangat baik untuk masing-masing agama yang dipeluk siswa. Contohnya, perencanaan sholat dzuhur dan ashar berjamaah, dan tadarus untuk siswi-siswa muslim, Retret untuk siswi-siswa Kristen, dan Tirta Nyadnya (Hindu),” jawab Uswadin.

Uswadin melanjutkan, ia meneliti dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. “Melalui studi kasus, permasalahan yang dijadikan fokus dapat dikaji secara mendalam dan menyeluruh sehingga mampu memotret atau menggambarkan kondisi sebenarnya dari implementasi manajemen peserta didik dan pendidikan karakter di SMP Labschool Jakarta,” papar uswadin.

Di akhir persidangan Ujian Doktor, Dr. Komarudin Sahid, M.Si., selaku Ketua Panitian Ujian Doktor menskors  sidang selama 20 menit untuk mengumpulkan nilai dari para penguji. Hasilnya, Ketua Forum Diskusi  Mahasiswa (FODIM) Ekaprasetya IKIP Jakarta 1990-1992 tersebut dinyatakan lulus dengan predikat  Sangat Memuaskan. Ruangan Sidang Terbuka di Cy-Learn, Gedung Bung Bung Hatta sontak riuh dengan tepuk tangan para hadirin.

Dr. Uswadin, M.Pd., berpose bersama Dra. Legi Surawati (istri) di samping karangan bunga yang dikirim Pengurus IKA UNJ

Beberapa guru SMP dan SMA Labschool Rawamangun, dan Cibubur, serta sejumlah kolega kepala sekolah SMP dari Semarang, Jawa Tengah hadir, dan tidak ketinggalan alumni Fodim Ekaprasetya. Usai para guru besar dan penguji memberikan ucapan selamat kepada Dr. Uswadin, para kolega, dan keluarga besar pun antre untuk menyalami peraih gelar doktor bidang manajemen pendidikan yang aktif menjadi pengurus Ikatan Alumni (IKA) Universitas Negeri Jakarta.

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.