Guru dan Revolusi Industri 4.0

Subandi selaku Deputi Bidang Pengembangan Manusia, Masyarakat, dan Kebudayaan BAPPENAS diundang UNJ menyampaikan materi dalam seminar pendidikan di Aula Latief Hendradiningrat, Gedung Dewi Sartika (17/6). Ia diundang untuk memberi saran kepada UNJ sebagai lembaga pencetak tenaga keguruan dalam menghadapi revolusi 4.0.

Subandi mengatakan peran guru tidak bisa digantikan oleh teknologi. Tetapi, guru perlu membenah diri. Sebab, guru perlu mempersiapkan peserta didik untuk berpikir sesuai perubahan zaman. Salah satunya dengan meningkatkan pedagogik guru. “Peningkatan harus pedagogik, bukan pelatihan guru,” kata Subandi.

Apalagi, guru tak bisa menggunakan metode lama – satu arah – dalam mengajar. Guru harus menerapkan pembelajaran dua arah di ruang kelas. Namun, hal ini sulit dilakukan guru. “Ide Kurikulum 2013, sebetulnya bagus. Guru tak banyak menyampaikan teori dan lebih merangsang peserta didik untuk mencari data, kemudian menyimpulkan. Tapi gurunya tidak mampu membuat suasana seperti itu,” kata Subandi.

UNJ sebagai pencetak tenaga kerja keguruan bisa mengembangkan kualitas calon guru. Di antaranya dengan meningkatkan literasi dan memanfaatkan teknologi sebagai media pembelajaran.

Dosen UNJ juga berperan untuk menanamkan kemampuan berpikir mahasiswa. Seperti kemampuan analisis, berpikit kritis, kreatif, dan inovatif. “Bila UNJ menerapkan ini, maka bisa menjadi bekal untuk keterampilan 21,” kata Subandi.

Menangapi hal ini, Sofia Hartati selaku Dekan Fakultas Ilmu Pendidikan mengatakan guru memang menjadi kunci kualitas pendidikan. Namun, Sofia mempertanyakan kualitas Pendidikan Profesi Guru atau PPG sebagai satu-satunya lembaga peningkatan kompetisi guru yang diakui. Bagi Sofia PPG perlu melakukan evaluasi.

Subandi menjawab pertanyaan Sofia. Subandi setuju bahwa PPG perlu dievaluasi. Namun, ia perlu tahu kekurangan pelaksanaan PPG. Oleh karena itu, ia berharap dosen maupun ahli pendidikan memberikan masukan untuk membenahi PPG.

Hal ini diungkapkan Subandi dalam Seminar Pendidikan bertajuk “Pendidikan Era Revolusi Industri 4.0 antara Tuntutan, Perubahan, dan Kesiapan” sekitar pukul 11.00 WIB.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.