Gelora Asmara: Lomba Olahraga dan Seni Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial

Badan Eksekutif Mahasiswa (Bem Fis) UNJ mengadakan Perlombaan Olahraga dan Seni (Porseni) di Lapangan UPT (11/4). Porseni diikuti oleh tiap prodi di Fakultas Ilmu Sosial. Lomba ini diadakan dari 8 hingga 13 April 2019.

Muhammad Syarif Fadilah selaku Ketua Panitia, mengatakan Porseni tahun ini mengangkat tema Giatkan Semangat Loyalitas Olahraga dan Seni yang Membara atau Gelora Asmara. Menurut Fadilah, Porseni bertujuan mempererat tali silaturahmi mahasiswa Fis. Selain itu, Porseni juga mampu meningkatkan solidaritas antar mahasiswa melalui kegiatan olahraga dan seni.

Porseni mengadakan berbagai lomba, seperti tenis meja, futsal, voli, badminton, dan basket. Tiap prodi dapat ikut serta dengan membayar pendaftaran sebesar Rp400.000. “Sudah termasuk biaya WO,” kata Fadilah.

Fadilah mengaku mempersiapkan Porseni kurang dari sebulan. Sebanyak 60 panitia membantu menyelenggarakan kegiatan ini.

Selain itu, Porseni membutuhkan uang sekitar 15 juta. Sumber dana didapatkan dari sponsor sebesar 2juta, dekan sebesar 5juta, sisanya hasil dana usaha dan biaya pendaftaran mahasiswa. Anggaran itu dibutuhkan untuk membeli net futsal, rompi, air minuk, dekorasi, dan lain-lain.

Namun, Fadilah mengeluhkan dana yang didapat dari Dekan. Menurutnya, dekan hanya memberi dana yang kecil. “Kurang banget,” kata Fadilah. Apalagi, dana dari dekan diberikan saat Porseni sudah dimulai. “Dikasih hari-H acara, bukan dari jauh-jauh hari. Beruntungnya ada uang sponsor,” kata mahasiswa program studi PPKN 2017 ini.

Meskipun ada kendala dana, Fadilah berharap peserta lomba menjaga sportifitas dan menunjukan bakatnya. Sebab, peserta lomba yang berbakat akan dipilih untuk mengikuti lomba olahraga tingkat universitas.

Menanggapi kecilnya dana yang diberikan pihak dekan, Puput Rahma Putri, peserta lomba Voli campuran, menyayangkan hal itu. Padahal, kegiatan ini pasti membutuhkan biaya besar. “Dana 5juta itu terlalu kecil,” kata Puput.

Meskipun begitu, Puput tetap mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini dapat mempererat keakraban satu sama lain. Apalagi, menurutnya,mahasiswa fis yang berbakat di bidang olahraga dapat menunjukan kemampuannya. “Karena bukan Fakultas Olahraga, mahasiswa kita bisa menunjukan bakatnya,” kata mahasiswa program studi Humas.

Hal senada diungkapkan oleh Aditya Septiawan, mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. Ia sepakat dengan Puput, kegiatan ini mampu mempererat tali silaturahmi. Selain itu, ia berharap panitia tidak hanya menilai peserta lomba, tetapi para suporter juga diberikan apresiasi. “Tanpa suppoter, yang ikut lomba tak bersemangat,” kata Adit.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.