Enterpreneurship Jawaban Mengatasi Revolusi Industry 4.0

Sulis Usdoko – Direktur Perum Jamkrindo – menyampaikan materi dalam seminar pendidikan yang diselenggarakan Kelompok Peneliti Muda UNJ di Aula Bung Hatta Gedung Pascasarjana UNJ, pukul 09.00 WIB hingga 11.30 WIB (26/04). Seminar ini mengusung tema “Kewirausahaan, Manajemen Pengetahuan, dan Tantangan di Revolusi Industry 4.0”.

Sebelum ke topik utama, ditampilkan Tari Tradisional dari UKM UNJ. Setelah itu, Achmad Sofyan memberikan sambutan sebagai Wakil Rektor III UNJ.

Sekitar pukul 10.00 WIB, Sulis memulai presentasi. Sebagai Direktur Jamkrindo, ia menyampaikan hasil kinerjanya mendorong jiwa Enterpreneurship masyarakat di beberapa daerah. Salah satunya adalah petani Mete. Daerah Petani Mete memiliki sumber daya alam yang melimpah, namum tak bisa dikelola masyarakat. “Waktu itu, saya datangi langsung Petani Mete. Sebenernya mereka bisa memanfaatkan hasil tani mereka. Tapi karena ada rentenir , mereka sulit berkembang, ”kata Sulis.

Mengetahui ada Rentenir di sana, Sulis memotong laju perkembangan rentenir itu. Akhirnya, masalah itu bisa diatasi. Lalu, Sulis mulai memberikan informasi tentang strategi berwirausaha yang baik dan benar kepada petani Mente. “Mereka hanya membutuhkan informasi,” kata Sulis.

Industri 4.0

Kini, Industri Revolusi 4.0 mempengaruhi perkembangan ekonomi masyarakat. Akibat Kehadiran Revolusi 4.0, robot digantikannya kerja manusia. Bahkan, Sulis mengungkapkan, Industri 4.0 membuat beberapa pekerjaan yang sudah ada akan hilang.

Mengetahui hal itu, Sulis mendorong mahasiswa untuk berpikir rasional. Mahasiswa, katanya, harus bisa mengubah pemikirannya. Jika sebelumnya mahasiswa berpikir lulus kuliah menjadi pegawai, maka, kini mereka harus berpikir untuk membuat sesuatu. Pola pikirnya harus diubah,” kata Sulis.

Pemikiran itu diperlukan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Untuk itu, Sulis menyarankan untuk sebanyak-banyaknya mencari pengalaman.

“Saya sendiri tidak terlalu suka dengan IP mahasiswa tinggi. Karena kerjaan mereka hanya belajar saja. Padahal, di dunia kerja, yang ditanyakan adalah pengalaman mereka di kampus, ”kata Sulis.

Bagi Sulis, pengalaman itu penting. Dengan pengalaman, mahasiswa belajar untuk menghadapi suatu masalah. Adapun hal itu diperlukan untuk mengembangkan jiwa wirausaha.

“Jiwa Entrepreneurship, timbul saat melihat peluang dari masalah yang ada,” kata Sulis.

Terakhir, Sulit mengungkapkan tiga kemampuan yang dibutuhkan seorang pengusaha. “Kemampuan mengembangkan, mengorganisir, dan mengatur. Tiga hal yang diperlukan, ”kata Sulis.

Penulis: Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.