Syarifudin Yunus Memilih Memberlakukan Metode Beda untuk Pertahankan TBM

 

Hendrik Yap,

Syarifudin Yunus, Wakil Ketua IKA FBS periode 2017 – 2021, mendirikan Taman Baca Masyarakat (TBM) Lentera Pustaka di Kp. Warung Loa Desa Sukaluyu Kec. Tamansari Kab. Bogor.

Hingga hari ini, sekitar 60 anak aktif untuk menghadiri kegiatan yang diadakan tiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Menurut Syarifudin cukup sulit untuk mempertahankan eksistensi Taman Baca Masyarakat. Perlu adanya strategi yang kreatif dan inovatif agar TBM tetap bertahan. Beruntungnya, ia menggunakan metode pendidikan yang tak membuat anak cepat bosan.

Konsep pendidikan TBM Lentera Pustaka diilhami dari Taman Siswa Ki Hadjar Dewantara. Menurut Syarifudin, dari namanya saja, Taman Siswa mampu menjadi tempat yang nyaman untuk siswa. Kemudian, tak lupa taman siswa juga mampu menanamkan akhlak yang baik untuk anak.

Selain itu, Taman Siswa menjadi ruang dialog antara murid dan guru. “Itu yang dinamakan demokrasi,” kata Syarifudin. Agar dialog dapat berjalan, dibutuhkan kecakapan guru untuk membuat suasana nyaman. “Guru tak perlu pintar, yang penting membuat suasana nyaman,” kata alumni Pendidikan Bahasa Indonesia FBS UNJ ini.

Kenyamanan dibutuhkah agar anak dapat fokus untuk bisa belajar. Sebab di masa awal, anak harus diberikan ruang untuk bermain sambil belajar.

Konsep TBM-Edutainment

Di sisi lain, TBM Lentera Pustaka mencetuskan program TBM-Edutainment. Menurut Syarifudin, TBM bukan hanya menjadi tempat membaca anak-anak atau masyarakat. Tetapi, TBM harus bisa menjadi “motor penggerak” aktivitas sosial dan kemasyarakatan di mana taman bacaan beroperasi.  Oleh karena itu, “TBM-edutainment”, memadukan edukasi dan entertainment.

Beberapa program TBM-edutainment ialah senam – salam – doa literasi sebelum jam baca; selalu ada event bulanan; pesta jajanan kampung gratis; Laboratorium baca tiap minggu; Anugerah baca terbaik tiap bulan; Zona baca hijau “1.000 tanaman polybag; dan Mengusung motto #BacaBukanMaen.

Sebelum memulai aktivitas, TBM Lentera Pustaka selalu melakukan “senam literasi”, “salam literasi” dan “doa literasi”. Hal ini dilakukan sebelum anak membaca. Seluruh anak-anak ikut memberi salam dan bersenam ria sebagai simbol semangat dan motivasi akan pentingnya tradisi baca dan budaya literasi.

Selain itu, TBM Lentera Pustaka selalu mengadakan event bulanan dengan menghadirkan “tamu dari luar”. Tujuanya memberikan memotivasi kepada anak-anak agar rajin membaca. Pengisi acara event bulanan ini bisa pemain band, guru pramuka, pesulap, pendongeng, motivator, dai cilik, pelukis, dan sebagainya.

Anak-anak juga diberikan apresiasi. TBM Lentera Pustaka setiap bulan menggelar pesta “jajanan kampung” gratis. Semua anak yang membaca bisa menikmati jajanan kampung dari pedagang keliling yang lewat sepeti cilok, bakso, cakwe untuk memotivasi agar anak-anak untuk rajin membaca.

TBM Lentera Pustaka juga menerapkan “Laboratoriun Baca” setiap hari Minggu; sebuah aktivitas membaca di alam (sungai, kebun, jalan, dsb) sambil diajarkan “cara memahami isi bacaan” melalui teknik metaforma yang langsung dipimpin oleh pendiri dan Kepala Program TBM Lentera Pustaka, Syarifudin Yunus.

Kemudian, setiap bulan, TBM Lentera Pustaka selalu memberikan anugerah “pembaca terbaik bulanan” kepada anak yang rajin datang saat “jam baca” seminggu 3 kali dan mampu memahami isi bacaan dengan baik. Pembaca terbaik selalu mendapatkan “piala khusus” dari TBM Lentera Pustaka.

“Konsep TBM-Edutainment saya gagas untuk TBM Lentera Pustaka agar mampu menjadikan TBM sebagai center dari edukasi dan entertainment untuk anak-anak. Hal ini sebagai penyesuaian terhadap era digital dan milenial. Harus ada cara yang ciamik untuk menghidupkan tradisi baca dan budaya literasi anak-anak usia sekolah yang ada di sini. Agar tidak ada lagi anak yang putus sekolah” kata Syarifudin, Kepala Program TBM Lentera Pustaka yang berprofesi sebagai Dosen Unindra dan tengah menempuh S3 Manajemen Pendidikan di Unpak Bogor.

UNJ Award 2017

Di 2017, Syarifudin Yunus memperoleh penghargaan dari UNJ dalam nominasi “Pengabdian Alumni Kepada Masyarakat”, bersama 4 alumni lainnya.

Syarifudin mengaku merasa senang mendapatkan penghargaan itu dan berharap para Alumni UNJ lain dapat mendukung adanya TBM.

“Taman bacaan masyarakat adalah momentum semua pihak untuk ikut berbuat menyiapkan masa depan anak-anak yang lebih baik dari orang tuanya. Maka, semua pihak harus turun tangan dan mau menjadi relawan di taman bacaan. Mari ubah niat baik jadi aksi nyata yang berguna bagi masyarakat” kata Syarifudin.

Selain itu, Syarifudin juga mengajak semua kalangan untuk membantu TBM Lentera Pustaka. Sebab, membangun tradisi baca di kalangan anak-anak usia sekolah atau masyarakat memang tidak mudah. Ditambah membaca menjadi kebiasaan langka di era milenial. “Hanya dengan membaca, kita dapat ikut serta menyelamatkan masa depan anak-anak,” tambah Syarifudin.

 

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.