Batavia Team UNJ Gelar Stadium General Mahasiswa

Batavia Team UNJ menggelar Stadium General berjudul ‘Mewujudkan Mahasiswa Sebagai Generasi Unggul, Kreatif dan Inovatif’. Kegiatan dimulai pukul 09.30 WIB di Gedung Ki Hadjar Dewantara Lt. 9, UNJ, Jakarta, Selasa (15/10).

Kadispora Provinsi DKI Jakarta Achmad Firdaus diundang menjadi pemberi materi.

Sebelum memulai kegiatan, Dekan Fakultas Teknik Agus Dudung menyampaikan sambutan pembuka. Agus menyatakan kegiatan ini perlu dilakukan tiap tahun dengan mengundang alumni. Alumni, kata Agus, bisa memberikan motivasi dan saran untuk mahasiswa.

“Apalagi kegiatan ini penting untuk mahasiswa. Kita bisa melihat banyak alumni yang sukses. Saya berharap alumni kita menjadi teladan untuk menjadi contoh bagi mahasiswa,” kata Agus.

Usai memberikan sambutan, Achmad Firdaus mulai menyampaikan materi. Menurut Achmad ada beberapa hal yang perlu dipahami supaya mahasiswa berpikir kreatif dan inovatif.

Achmad menyatakan disiplin menjadi awal untuk semua tindakan. Mahasiswa yang disiplin, kata Achmad, mampu mengatasi semua perubahan.

“Yang tetap adalah perubahan. Perubahan harus dipahami. Apalagi sebagai mahasiswa teknik, harus fokus. Karena banyak perubahan terjadi dalam teknologi,” kata Alumni Jurusan Elektronika IKIP Jakarta Angkatan 1983 ini.

Kemudian, Achmad pula menegaskan pentingnya rasa percaya diri. Menurut Achmad, percaya diri menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk membuat produk-produk kreatif.” Jangan sampai kita menyerah sebelum kompetisi,” kata Achmad.

Selain kedua hal itu, Achmad pula menyoroti pentingnya melakukan komunikasi, terutama dalam berorganisasi.

“Kalau jarang komunikasi menimbulkan salah perspespektig. Kalau kebanyakan komunikasi jadi banyak perspektif yang berbeda. Oleh karena itu, hubungan komunikasi perlu diperhatikan. Apalagi, Komunikasi penting dalam berorganisasi,” kata Achmad.

Achmad menambahkan mahasiswa bisa berpikir kreatif bila memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.” Jangan hanya ingin tahu informasi dari dosen saja, tapi bisa cari informasi di luar itu,” kata Achmad.

Kemudian, Achmad menyatakan mahasiswa harus berani mengutarakan pendapat. Terakhir, Achamd menyarankan mahasiswa untuk belajar dari pengalaman. “Sehingga kesalahan-kesalahan yang lalu bisa diperbaiki,” kata Achmad.

Penulis : Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.