Alumni UNJ Menggagas Konferensi Internasional  di Malaysia

Ia mengusulkan pentingnya membahas kondisi terkini Timur Tengah yang masih dirundung konflik menggunakan pendekatan  akademis.  Para akademisi Universiti Teknologi Malaysia(UTM) pun mengadopsi gagasan  mulia alumni Teknologi Pendidikan IKIP Jakarta (UNJ:sekarang) itu. Dan konferensi internasional yang mengusung gagasan tersebut akan digelar 3 bulan mendatang.

 

Abdullah Taruna,

Alumni TP UNJ tersebut bernama Aries Munandar. Ia  adalah Penasehat Rektor Universitas Islam Raden Rahmat (UNIRA), Malang, Jawa Timur. Dosen UNIRA tersebut  menggagas sebuah konferensi internasional yang khusus  membahas  Gejolak di Timur Tengah menggunakan perspektif akademik.Tujuannya untuk menganalisis lebih mendalam dampak dari konflik Timur Tengah terhadap struktur masyarakat dunia.

Gagasan mulia untuk mewujudkan perdamaian Timur Tengah itu kemudian dipinang oleh  Universiti Teknologi Malaysia (UTM) sebagai ide  The Third International Conference on Current Trends in the Middle East (The 3rd ICCTME 2019) pada 6-8 Desember 2019 mendatang di Kuala Lumpur, Malaysia. UTM kemudian menggandeng UNIRA Malang, Jawa Timur, Indonesia dan Namik Kemal University (Turki) sebagai penyelenggara.

Aries menceritakan ihwal terjalinnya kerja sama dengan UTM  bermula dari gagasannya agar masyarakat akademik bisa berbuat sesuatu untuk mewujudkan perdamaian dunia. Caranya dengan membahas gejolak di Timur Tengah, dan dampaknya terhadap struktur masyarakat dunia. Ide itu direspon oleh teman Aries, dan menawarkan untuk mempertemukan Aries dengan  pihak UTM, sebab UTM akan mengadakan konferensi international.

Bak gayung bersambut, Aries akhirnya bertemu dengan pihak UTM. Aries menyampaikan pandangan dan ide-idenya. UTM menerima ide-ide itu, dan mengajak UNIRA untuk bekerja sama.

Konferensi nanti akan membahas berbagai tema, seperti sejarah, budaya, dan pendidikan. Peserta konferensi pun bisa dengan mudah menyampaikan pandangan dan gagasannya. Sebab, konferensi ini memperbolehkan empat bahasa untuk digunakan, yaitu Bahasa Indonesia, Arabic, Bahasa Malaysia, dan Bahasa Inggris.

Syarat untuk bisa mengikuti konferensi ini dengan mengirimkan Paper ke https://humanities.utm.my/islamic/ICCTME2019/. Paper yang dipilih akan diterbitkan pada jurnal Al-Tamaddun (Scopus) dan edisi khusus jurnal International studi Islam dan Peradaban (UMRAN),  UTM. Selain itu peserta diwajibkan membayar USD200.00. Peserta berhak berpartisipasi untuk semua sesi diskusi, akses ke pameran, festival, dan pameran buku. Selain itu, peserta akan mendapatkan Goodie Bag dan biaya makan. Panitia tidak akan menanggung biaya transportasi.

Namun, bila ingin berangkat dari Indonesia, Aries mengajak siapa pun yang ingin ikut Konferensi dengan membayar Empat Juta rupiah kepadanya. Biaya ini sudah termasuk ongkos transportasi dan paket wisata ke Singapura serta Thailand selama lebih kurang 6 hari. “Tidak hanya akademik, tapi juga ada wisata. Sayang ke luar negeri kalau nggak jalan-jalan,” kata Aries.

Aries pribadi berharap mahasiswa maupun dosen UNJ mengikuti konferensi international. Menurutnya UNJ bisa memberikan masukan dari bidang pendidikan dan pengajaran untuk menemukan solusi perdamaian. Apalagi konferensi memperbolehkan Bahasa Indonesia, hal ini mempermudah peserta Indonesia untuk menyampaikan pendapatnya.

Selain bisa diikuti oleh akademisi, konferensi internasional tersebut juga bisa diikuti oleh pimpinan perusahaan dan lembaga swadasa masyarakat. Silahkan mendaftar bagi anda yang berminat.

Laporan  Hendrik Yaputra

Written by 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.